Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Menyusul


__ADS_3

"Sudahlah Ray jangan sok suci, lebih baik kita nikmati saja," kata Raisa dengan tubuh yang hanya mengenakan pakaian dalamnya saja.


"Tutupi tubuhmu Raisa!" hardik Ray


Tentu Raisa tidak menggubris hardikan dari Raisa, dia malah melepas semua penutupnya sehingga kini tubunya benar-benar polos.


Dengan tubuh polosnya Raisa mendekati Ray,


"Aku masih virgin," kata Raisa


"Peduli apa aku dengan kamu yang masih virgin atau tidak," sahut Ray


"Aku terlanjur mencintai kamu Ray," kata Raisa lalu memeluk Ray dengan tubuh polosnya.


"Lepas Raisa," teriak Ray lalu mencekik leher Raisa.


"Aku menghormati kamu karena kamu teman aku tapi kamu telah melebihi batasan kamu bahkan kamu telah membuat istriku pergi," kata Ray


Wajah Raisa sudah memerah tangannya mencakar-cakar tangan Ray supaya dilepaskan..


Kemudian Ray melempar tubuh polos Raisa ke sofa.


"Sekali lagi kamu bersikap seperti jalaaaaang aku tak segan membunuh kamu," ancam Ray


Ray yang kesal menghubungi Revan, dia meminta Revan untuk membuang Raisa ke Ukraina dan menjadikannya Relawan di sana untuk membantu korban perang.


"Ray jangan lakukan itu," pinta Raisa dengan menangis.


"Satu, supaya kamu sadar akan kesalahan kamu, kedua, supaya kamu berguna buat orang di sana dan yang ketiga supaya kamu tidak mengganggu aku dan Rara lagi," kata Ray

__ADS_1


"Egois kamu Ray, kamu yang membuat aku nyaman dengan kamu dan sekarang kamu memperlakukan aku seperti ini," maki Raisa


"Karena kamu telah membuat istri aku pergi, kamu sengaja membuat kami salah paham dan kamu juga menyakitinya dengan kata-katamu itu," sahut Ray


"Lebih baik pakai bajumu sebelum anak buahku datang dan melihat kamu seperti ini," imbuh Ray lalu pergi.


Raisa segera memakai bajunya dia berniat untuk kabur namun saat dia hendak keluar anak buah Ray telah berada di depan rumah Raisa.


Mereka siap mengirim Raisa untuk menjadi relawan di Ukraina.


Ray segera pulang ke rumahnya, saat hendak naik ke atas pak Hendra bertanya pada Ray.


"Tuan muda bukannya anda dan nyonya Rara pergi berlibur?" tanya pak Hendra.


"Siapa yang bilang aku berlibur?" tanya Ray heran


"Semalam nyonya Rara pulang dan bilang kalau akan berlibur dengan anda," jawab Pak Hendra


Ray segera berlari ke kamar, di meja dia melihat cincin kawin yang Rara tinggal. Ray juga melihat baju Rara namun sebagian sudah tidak ada.


"Ternyata kamu memang pergi meninggalkan aku sayang," kata Ray


"Beraninya kamu pergi sayang," teriak Ray dengan menangis.


Dada Ray serasa sesak dia tak menyangka perbuatannya memiliki dampak yang luar biasa.


Dia sungguh menyesal


"Maafkan aku sayang," kata Ray dengan terisak.

__ADS_1


Ray segera menghubungi Revan supaya mencari Rara


"Ya jelas dia ke US, kenapa masih bertanya," sahut Revan


"Buruan kejar sana," imbuh Revan


"Siapkan jet Revan," titah Ray


"Iya selamat berjuang, misi ke barat anda ini lebih berat daripada misi biksu tong mengambil kitab suci jadi tabahkan dan kuatkan hati anda," kata Revan lalu mematikan sambungan telponnya.


"Yang bos siapa, kenapa dia yang mematikan sambungan telponnya," gerutu Ray


Dalam hal genting seperti ini masih saja memikirkan siapa yang harus dulu mematikan sambungan telponnya.


Di sisi lain Revan juga menggerutu


"Raisa belum beres, enak saja nyuruh nyari Rara. Yang salah siapa yang harus turun tangan siapa, masak iya aku mengemis-ngemis pada Rara supaya kembali padanya," gerutu Ray


"Ada-ada aja," imbuh Revan lalu dia melanjutkan tugasnya untuk mendaftarkan Raisa sebagai Relawan di Ukraina.


"Semoga kamu tidak kena tembakan atau bom supaya kamu bisa pulang," kata Revan.


Dua jam kemudian jet Ray lepas landas, Ray berharap Rara mau memaafkannya dan mau kembali ke Indo bersamanya.


"Aku datang sayang," kata Ray


Di Amerika Rara menempati rumahnya di Beverly hills, dia meminta anak buahnya untuk melakukan penjagaan ketat.


"Bagaimana kalau Ray datang Ra?" tanya Leo

__ADS_1


"Kamu tau apa yang harus kamu lakukan," jawab Rara


__ADS_2