
Ray menatap Rara yang tengah tidur, dia mengelus pipi sang istri.
Dia sungguh kasian melihat Rara yang sedari tadi mual dan muntah.
"Kasian sekali kamu sayang, demi memberi aku sang buah hati kamu rela menderita seperti ini," ucap Ray
Ray memindahkan kepala sang istri di lengannya, berkali-kali Ray menciumi pucuk kepala Rara.
"Aku akan selalu menjagamu sayang," bisik Ray yang membuat Rara tersenyum seolah dia mendengar apa yang Ray ucapkan.
Tak berselang lama Ray menyusul Rara ke alam mimpinya.
Pagi datang dengan cepat, perlahan Rara membuka matanya dia melihat wajah Ray tepat dihadapannya.
"Ini tangan kenapa jadi bantal aku?" gumam Rara lalu beranjak
Tiba-tiba perut Rara bergejolak, dia merasakan mual yang luar bisa, dia segera bangun dan pergi ke kamar mandi.
Huek huek huek
Lagi-lagi Rara mengeluarkan isi dalam perutnya, setelah semua isi dalam perutnya berpindah tempat Rara menyandarkan diri di dinding sambil mengusap perutnya.
"Sayang, kalau kamu buat makanan semalam keluar, kamu makan apa?" ucap Rara
Di tempat tidur tangan Ray meraba-raba mencari keberadaan sang istri namun dia tidak merasakan keberadaan Rara sehingga Ray terbangun. Dia beranjak dan mengecek kamar mandi.
Ray melihat Rara yang menyandarkan tubuhnya di dinding sambil mengelus perutnya.
"Muntah lagi?" tanya Ray dengan mendekat ke arah Rara
"Iya sayang. Anak kamu sungguh nakal sekali setiap hari membuat aku muntah," jawab Rara
Ray memeluk Rara dia cukup tau apa yang Rara rasakan, "Sabar ya sayang, ada aku yang akan selalu di samping kamu," ucap Ray
"Ya iyalah kamu harus di samping aku kan ini anak kamu," sahut Rara yang membuat Ray terkekeh.
"Sayang aku lapar," ucap Rara
"Ya sudah kamu tiduran, aku akan meminta art untuk menyiapkan makanan," kata Ray
"Tapi aku maunya yang seger-seger," timpal Rara
"Kamu mau apa?" tanya Ray
"Aku mau salju yang disiram sirup marijan warna merah dan warna hijau," jawab Rara
Ray membolakan matanya, mana ada salju di sini kan Indonesia adalah negara tropis yang dilewati garis khatulistiwa tentu mustahil mendapatkan salju di negara ini.
"Bagaimana kalau es batu yang diserut sayang kan sama seperti salju," Ray melakukan negosiasi
"Nggak mau, aku pengennya salju." Rara tetap bersikeras dengan keinginannya.
__ADS_1
Dia maunya salju bukan es batu yang diserut.
"Tapi kalau kamu mau salju, besok atau besok lusa baru keturutan," kata Ray
"Nggak papa," timpal Rara
"Baiklah, nanti aku akan memerintahkan Revan supaya mengutus orang ke kutub Utara untuk mengambil saljunya," ucap Ray
Rara sungguh senang karena keinginannya akan terwujud.
"Makasih sayang," ucap Rara
Ray menggendong Rara yang lemah, dia menidurkan sang istri di tempat tidur kembali.
"Kamu istirahat dulu, aku akan meminta art untuk menyiapkan makanan dan susu kamu," ucap Ray
"Aku maunya roti saja, selainya campur ya antara coklat dan kacang, terus susunya suruh ngasih es batu," timpal Rara
"Ok sayang," ucap Ray lalu mengecup kening Rara
Tak berselang lama Ray sudah datang nampan yang berisi serta susu, dia juga sarapan roti sama seperti istrinya.
"Aku suapin ya?" Ray menawarkan diri untuk menyuapi Rara
"Iya," jawab Rara dengan tersenyum.
Setelah sarapan mereka habis, Ray mandi dan bersiap untuk ke kantor.
"Kamu sudah aku pecat," jawab Ray
"Kenapa dipecat?" tanya Rara
"Karena tidak pernah masuk," jawab Ray
Rara nampak terkekeh mendengar jawaban sang suami, benar juga yang dia katakan, emang sih kalau pegawai dengan sengaja tidak masuk kerja bos bisa langsung memecatnya tanpa pesangon.
"Lantas mana pesangon aku?" tanya Rara
"Astaga, uang sudah banyak masih saja memikirkan pesangon yang receh," gerutu Ray
Rara tertawa, "Ya wajib dipikir lah," sahut Rara
"Iya iya, nanti aku transfer. Dasar wanita kalau soal uang saja gercep," timpal Ray
"Ya iya dong sayang, memang kaum hawa dimana-mana suka sekali dengan yang," sahut Rara dengan terkekeh.
Ray kini telah siap dengan pakaian kerjanya, Rara juga beranjak untuk mengantar Ray ke depan namun Ray melarangnya karena kondisi Rara masih lemah
"Kamu di sini saja, kan kamu masih lemah sayang jadi harus banyak-banyak istrirahat," kata Ray
"Ya sudah, hati-hati ya," sahut Rara
__ADS_1
"Pasti, doakan ya sayang semoga hari ini menjadi berkah untuk keluarga kita," timpal Ray
"Pasti sayang, doaku selalu bersama kamu," ucap Rara
Ray sebelum keluar mengecup kening sang istri tak hanya kecupan dia juga melakukan pautan, untung sang istri lagi lemah coba kalau seger sudah dia makan.
**************
"Revan tolong aku," kata Ray
"Pasti ngidam lagi kan," sahut Revan yang sudah menduga kalau Ray pasti memintanya untuk memenuhi keinginan ngidam istrinya.
"Tepat sekali Revan, kamu pintar sekali. Ahli menebak maksud orang kenapa tidak buka praktek dukun saja," ucap Ray yang membuat Revan kesal.
"Memangnya apa ngidam Rara?" tanya Revan
"Dia ingin salju," jawab Ray
Revan nampak bingung dengan kata Ray yang menurutnya ambigu
"Salju?" tanya Revan
"Iya," jawab Ray
"Jadi dia itu ingin makan salju yang disiram sirup Marijan merah dan hijau, jadi aku meminta kamu untuk pergi ke kutub Utara untuk mengambil salju," jelas Ray
Revan menepuk jidat, heran sekali dengan anak Ray yang memiliki keinginan yang aneh.
Baru dua bulan sudah minta salju di kutub Utara bagaimana kalau tiga bulan, empat bulan dan seterusnya, bisa-bisa meminta bintang di langit.
"Ambil salju di kutub Utara, kenapa nggak sekalian ambil di kutub selatan," gerutu Revan
"Kejauhan Revan," sahut Ray dengan terkekeh.
"Kenapa nggak ambil di gunung jaya wijaya saja, di puncak gunungnya ada salju," Revan memberi ide
"Gimana ambilnya? apa kamu mau daki ke sana? belum lagi medannya yang curam," sahut Ray
Revan terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Benar juga," timpal Revan
"Negara di Asia timur sedang musim salju saat ini, daripada pergi ke Kutub Utara mending pergi ke Jepang atau Korea," ide Revan
"Tapi pinjam jet nya, kalau menggunakan pesawat umum saljunya bisa mencair tapi kalau menggunakan jet pribadi anda kan bisa diletakkan di lemari es," imbuh Revan
"Kamu atur saja lah Revan uang penting besok kamu mendapatkan salju yang aku minta, kalau bisa ambil yang banyak takute nanti anakku suka dan makannya banyak," kata Ray
"Baiklah bos," sahut Revan lalu pamit untuk keluar.
Revan segera menghubungi anak buahnya untuk segera pergi ke negara Asia timur.
__ADS_1
"Pergilah ke Negara Asia timur untuk mengambil salju sebanyak-banyaknya. Untuk saljunya sendiri cari yang bersih,"