Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
kesiangan


__ADS_3

"Kamu tunggu di dalam saja Ray, kami ibadah dulu," kata Papa Rara kemudian mereka semua melenggang pergi meninggalkan Ray di teras rumah.


Rara menoleh ke arah pria yang kini duduk di bangku depan rumahnya, dia tersenyum kemudian menolehkan kepalanya lagi dan fokus dengan jalanan yang dilewatinya.


Ray membaca sebuah koran yang tergeletak di atas mejanya, tak sengaja bola matanya menemukan berita tentang keluarganya, di dalam surat kabar itu, Ray membaca kalau keluarganya ingin bekerja sama dengan keluarga Steven.


"Mama, memang gila harta," guman Ray.


Membaca berita itu membuat Ray tersenyum sinis, dia tidak menyangka kalau orang tuanya tega menjadikannya alat untuk bekerja sama dengan keluarga Steven.


Ray yang lelah menunggu memutuskan untuk menunggu Rara di mobilnya.


Sambil menyalakan music dengan lirih, Ray memundurkan jok mobilnya kemudian bersandar.


"Nyaman sekali," gumamnya lalu dia memejamkan matanya dan tanpa sengaja Ray malah tertidur.


Satu jam kemudian, Rara dan keluarganya pulang dari masjid, dia mencari keberadaan Ray dan ternyata Ray tertidur di mobilnya.


"Bangunkan Ra, suruh tidur di kamar tamu," kata Papa Rara


"Nggak usah pa, biarin saja kalau dibangunkan nanti bisa-bisa Rara dihukum," sahut Rara keceplosan.


Mama dan papanya saling pandang, merasa ambigu dengan perkataan anaknya.


"Dihukum?" kata mama dan papa Rara barengan.


Rara terkekeh, kini dia bingung harus bilang apa, tentu Rara tidak akan bilang kalau Ray sering menghukumnya.


"Maksud Rara, Ray akan marah jika tidurnya diganggu jadi biarin saja dia tidur di mobil lagipula mobilnya sungguh nyaman," ucap Rara dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya sudah, ayo kita masuk," ajak Papa Rara


Seusai meletakkan peralatan sholatnya Rara mengambil bantal, dia ingin menemani Ray tidur di mobil.


"Kamu mau kemana bawa bantal segala?" tanya mama


"Nemenin Ray ma, sekalian nanti bangunin dia sahur," jawab Rara


"Awas lo ya jangan macam-macam, ingat besok puasa. Kalau papa dan mama besok lihat rambut kamu basah, bearti kamu lagi aneh-aneh ma Ray," ancam papa


"Astaga papa, lagian malam juga malam-malam mandi besar," sahut Rara yang kesal dengan papanya.


Tak ingin terjadi debat lebih jauh, Rara segera keluar dan membuka pintu mobil Ray. Dia juga memiringkan jok dengan kemiringan 45 derajat kemudian tidur.


Memang benar, mobil mahal berbeda dengan mobil murah, sangat nyaman sekali untuk tidur.


Sebelum tidur tangan Rara menyusuri wajah Ray, dia tersenyum.


"Sabar ya sayang, selama bulan puasa aku nggak bisa dihukum," gumam Rara lalu memejamkan matanya.

__ADS_1


************


"Bagaimana kalau kita jodohkan mereka tanpa persetujuan mereka Tuan Steven?" tanya mama Ray


"Kenapa seperti itu nyonya Raina?" Pak Steven menjawab pertanyaan mama Ray dengan bertanya balik.


"Karena saya takut kalau Ray maupun Rea salah jalan dengan menjalin hubungan dengan seseorang yang sesat," jawab Mama Ray


Pak Steven nampak bingung, dia takut kalau Rea dan Ray justru tidak bahagia, mengingat perjodohan mereka karena paksaan dan dilakukan tanpa sepengetahuan mereka.


"Saya kembalikan ke Putri saya saja, Nyonya Raina," kata Pak Steven.


"Rea sangat menyetujui perjodohan ini pak, bukan kah Rea sangat mencintai Ray?" timpal Mama Ray


"Tapi bagaimana dengan Ray? apa dia akan setuju?" tanya pak Steven.


"Pasti pak, Ray adalah anak yang penurut. Pasti dia akan mau lagipula saya menjodohkan dia dengan wanita yang memiliki latar belakang yang jelas, cantik, sukses dan baik, tentu Ray sangat setuju," jawab mama Ray berbohong.


"Kalau begitu saja ngikut saja, untuk perjodohannya sendiri dilaksanakan dimana? US atau Indo?" tanya pak Steven.


"Ray dan Rea kan berada di Indo jadi pertunangannya kita adakan di Indo saja pak Steven," jawab mama Rara.


"Baiklah nyonya Raina, saya menurut saja asal anak saya bisa bahagia begitu pula dengan Raymond Toretto," timpal pak Steven.


"Saja bisa menjamin mereka pasti bahagia," kata mama Ray berbohong.


"Baik Tante, saya tidak akan memberitahukan soal pertunangan ini, biar ini menjadi surprise untuk Ray dan Rara," kata Rea.


Tak ada yang dibicarakan lagi mama Ray memutuskan sambungan telponnya.


"Nikmati kebersamaan kalian Rara, setelah ini akulah ratunya Ray," batin Rea dengan tertawa puas.


Keesokannya, pagi sekali Rara udah bangun untuk makan makan sahur, Rara menoleh untuk melihat Ray. Dia berniat mengajak Ray untuk belajar puasa.


"Sayang bangun," kata Rara sambil menggoyang bahu Ray.


Ray menggeliat kemudian dia bangun, "Ini jam berapa sayang?" tanya Ray


"Jam tiga," jawab Rara


"Astaga aku ketiduran, kamu ngapain di sini?" tanya Ray lagi


"Nemenin kamu," jawab Rara.


"Ayo masuk rumah, kita sahur. Hari ini kita harus puasa," ajak Rara.


Ray mengerutkan alisnya, dari kecil dia sama sekali tidak pernah ikut puasa, dia hanya ikut merayakan lebaran bersama Revan dan Rehan.


"Tapi aku belum pernah puasa sama sekali," kata Ray

__ADS_1


"Belajar sayang," sahut Rara.


Kini mereka berdua masuk, dan ternyata mama sudah masak.


Kini mereka berempat makan bersama di meja makan.


Melihat kebersamaan Rara dan keluarganya membuat Ray merasa iri, Dari kecil Ray tidak pernah merasakan hangatnya sebuah keluarga karena orang tua Ray terlalu sibuk mencari dolar.


"Ayo sayang di makan makananya," kata Rara karena daritadi Ray hanya melihat Rara dan keluarganya.


"Baik Sayang," sahut Ray lalu dia memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Setelah makan Ray ingin kembali lagi tidur di mobil namun mama Ray melarangnya dan meminta Ray untuk tidur di kamar Rara.


"Mama kenapa mas Ray disuruh tidur di kamar Rara?" protes Rara


"Kasian kalau tidur di mobil," timpal Mama Ray.


"Lalu Rara bobok syantik dimana ma?" tanya Rara yang kesal dengan mamanya.


"Kan bisa tidur di depan TV sayang? atau tidur di kamar kakak kamu, atau tidur di kamar tamu," jawab mama Ray.


"Ni yang anaknya siapa sih, Ray apa Rara," gerutu Rara.


"Astagfirullah kan mau puasa nggak boleh menggerutu," imbuh Rara.


Ray yang sudah sangat mengantuk segera masuk kamar Rara dan melanjutkan acara tidurnya.


Rara yang masih kesal masuk ke dalam kamarnya dan mengambil bantal. Dia memutuskan untuk melanjutkan tidurnya di sofa ruang tengah.


Waktu cepat berlalu, Ray yang keenakan tidur di kamar Rara membuatnya bangun telat, begitu pula dengan Rara yang masih tidur di sofa.


Perlahan Ray membuka matanya nampak waktu menunjukkan pukul sembilan pagi.


"Astaga, aku telat," gumam Ray lalu keluar dari kamar Rara


Ray melihat Rara masih tidur juga,


"Sayang, bangun." Ray menggoyang tubuh kekasihnya tersebut.


Rara menggeliat dan membuka matanya perlahan.


"Aaaaaauuum," Rara menguap dan langsung mendaratkan pukulan tangannya di wajah Ray.


Tentu hal ini membuat Ray kesakitan.


Selamat malam kak, jangan lupa like, komen, vote dan juga hadiah ya kak, untuk kuis hari ini, aku pilih satu koment yang membuat aku semangat lagi.


Semoga beruntung kak, aku umumkan besok ya kak pemenangnya.

__ADS_1


__ADS_2