Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Suapi aku


__ADS_3

Raka perlahan mengikuti taxi online yang dipesan oleh Sheryl saat tiba di Bandara nampak Riad sudah menunggu, Sheryl turun dan langsung memeluk Riad, hal ini tentu membuat Raka yang melihatnya jadi marah,


"Brengsek kamu Sheryl ternyata benar kamu selingkuh," umpat Raka lalu turun dan saat hendak masuk petugas menghalaunya karena mobil Raka masih menyala dan menghalangi jalan.


"Pak, ada urusan yang sangat penting pak, saya harus masuk," kata Raka


"Tapi mobil anda menghalangi jalan pak," sahut petugas keamanan di Bandara.


Raka yang kesal meyerahkan kunci mobilnya dan beberapa lembar uang warna merah.


"Tolong bapak pinggirkan," katanya lalu berlari masuk.


Bola matanya terus berputar mencari keberadaan Sheryl dan Riad, karena lelah Raka memutuskan untuk duduk di sebuah bangku dengan mata yang tak lepas dari sekitarnya.


Dan matanya kini tertuju pada lelaki yang tadi bersama Sheryl yang tak lain adalah Riad.


Seperti orang gila Raka berlari mendekati Riad yang menunggu Sheryl di sebuah bangku juga.


Bug


Raka menjatuhkan bogeman pada Riad, karena serangan yang tiba-tiba membuat Riad jatuh ke lantai.


"Fuuuuucccckkkkk you," umpat Riad lalu membalas Raka, mendapat balasan dari Riad membuat Raka jatuh juga.


"Siapa kamu kenapa main peluk calon istri aku," teriak Raka


Riad sudah menduga kalau ini adalah Raka calon suami Sheryl.


Karena ulah mereka berdua, petugas keamanan datang untuk mengamankan keadaan.


Raka dan Riad dibawa pos untuk dimintai keterangan.


Sheryl kini datang dengan temannya, tadi tak sengaja dia bertemu dan kebetulan temannya sedang menunggu pesawat juga.


"Ada masalah apa sih?" tanya Sheryl dengan mendekati Raka


"Masalah apa! masalah apa! beraninya kamu selingkuh," jawab Raka dengan Marah


"Siapa sih yang selingkuh," sahut Sheryl mengelak


"Siapa lelaki ini?" tanya Raka


"Ini Riad kakak Renata," jawab Sheryl


Sherly mengkode temannya untuk mengakui kalau Riad adalah kakaknya.


"Maaf mas memang benar, Riad ini kakak tiri aku, ini rencannya kami bertiga akan pergi ke luar negeri untuk berlibur," teman Sheryl mencoba menjelaskan


Melalui debat yang panjang, akhirnya Raka mengijinkan Sheryl pergi, meski hatinya nggak yakin.

__ADS_1


"Awas kalau kamu macam-macam," ancam Raka


"Astaga mas, satu macam kamu aja aku udah cukup masa iya aku mau macam-macam," bujuk Sheryl


Raka kini pamit pulang, dia membiarkan Sheryl pergi liburan ke luar negeri.


Setelah kepulangan Raka, baru teman Sheryl pamit karena pesawatnya juga akan berangkat.


"Kamu nggak apa-apa kan sayang?" tanya Sheryl sambil mengelus pipi Riad


"Nggak papa kok, tapi aku nggak suka cara kamu memperlakukan Raka di depan aku, minimal hargai perasaan aku." Riad mencoba drama, seolah dia ini mahkluk yang paling tersakiti seantero jagad raya ini.


"Maaf kalau nggak gitu kita nggak akan bisa pergi," bujuk Sherly.


Kini pesawat sudah lepas landas, Raka yang masih di Bandara melamun di dalam mobilnya.


Pikirannya kini berkecamuk, memikirkan Sheryl apa benar Riad adalah kakak Renata? atau memang benar selingkuhan Sheryl?


Raka ingin mencari tau kebenarannya, dulu dia juga tukang selingkuh kan nggak lucu kalau diselingkuhi, minimal dia tau lah mana yang bohong dan mana yang tidak.


Raka kini pulang ke rumahnya, dia mencari tau apa yang disembunyikan oleh Sheryl.


Namun selain tas, sepatu dan juga barang-barang belanjaan Sheryl tak ada bukti lain.


"Apa benar kecurigaan aku salah?" Raka bermonolog dengan dirinya sendiri, dirinya kini benar-benar galau.


Di rumah sakit Ray sangat manja pada Rara, ada saja alasannya supaya mendapatkan perhatian Rara, sehat saja ada saja alasannya apalagi sakit.


"Siap pak," sahut Rara lalu mengupas buah.


Saat Rara mendekatkan irisan ke bibir Ray, dia malah menolak.


"Nggak mau," tolak Ray


Rara mengerutkan alisnya heran apa maunya Ray, tadi minta buah sekarang malah nggak mau.


"Tadi katanya minta buah pak," protes Rara


"Aku maunya disuapi dari mulut kamu," sahut Ray


Seketika Rara membolakan matanya, bagaimana bisa makan buah dari bibir ke bibir.


Rara menolak namun Ray mengingatkan akan hukuman yang Rara janjikan padanya, akhirnya mau nggak mau Rara mengikuti kemauan Ray.


Rara mendekatkan bibirnya dan Ray melahap buah apel yang berapa dalam bibir Rara sekaligus melahap bibir Rara.


Saat bersamaan datanglah Revan dan Rehan, mereka melihat adegan live ciuman Ray dan Rara.


"Setiap hari aku melihat mereka seperti itu," kata Revan,

__ADS_1


"Jiwa jomblo aku meronta," imbuhnya dengan tertawa


"Nasib kita sama, perasaan kita ini cakep, bisa dibilang tajir meski nggak setajir Ray, tapi mengapa susah sekali mencari wanita," sahut Rehan.


Saking asiknya berciuman hingga Rara dan Ray tidak menyadari kalau ada Rehan dan Revan dan betapa kagetnya Rara saat hendak mengambil buah lagi, dia melihat Revan dan Rehan sudah duduk di sofa.


"Pak Revan, dokter Rehan," kata Rara kaget


"Kalian lanjut saja, kami nggak ganggu kok," sahut Revan


"Dengan kalian di situ itu sudah mengganggu," ucap Ray kesal pasalnya ciuman kedua harus terjeda karena ada dua mahkluk yang tak diundang.


Rehan dan Revan hanya tertawa, lalu Rehan mendekat untuk memeriksa Ray,


"Lain kali tolong diperhatikan ya nona Rara, teman saya ini alergi dengan Seafood, untung tadi makannya sedikit jadi nggak terlalu berbahaya," pesan Rehan


"Iya dok, lain kali akan saya perhatikan," sahut Rara


"Oh ya Revan apa ada perkembangan?" tanya Ray


"Hampir ketahuan," jawab Revan


Ray yang tidak ingin Rara mendengar obrolan mereka pun meminta Rara untuk membelikannya roti di kantin rumah sakit.


"Baik pak," ucap Rara lalu dia keluar.


Mereka bertiga diam dulu, takut kalau Rara kembali lagi, setelah dirasa aman Revan kini mulai menceritakan pada Ray kalau Riad hampir ketahuan oleh Raka.


"Lalu?" tanya Ray


"Ya untunglah Raka percaya dengan kata-kata palsu Sheryl," jawab Revan


"Jangan sampai terbongkar dulu, biar Sheryl klepek-klepek dengan Riad, sukur-sukur kalau dia hamil anak Riad," sahut Ray


"Sadis sekali kamu Ray," timpal Rehan


"Mereka juga sadis dengan Rara," ucap Ray.


"Tapi kelihatannya mereka nggak akan bisa leluasa seperti kemarin-kemarin karena Raka sendiri pasti akan mencari bukti perselingkuhan Sheryl," ungkap Revan


"Suruh Riad bermain cantik, kalau memang sudah ketahuan Sheryl suruh milih, dia atau Raka dan setelah Sheryl memilih Riad, tarik semua fasilitas Riad dan suruh segera dia kembali ke negaranya," kata Ray


"Saat itulah Raka dan Sheryl akan menangis darah," imbuh Ray


Saat hendak berkata-kata lagi Rara sudah datang, dan mereka mengganti topik mereka secepat kilat.


"Pak Ray ini rotinya," kata Rara lalu meletakkan rotinya di atas nakas


"Suapi aku," titah Ray

__ADS_1


"Nggak sama mulut kan?" tanya Rara yang membuat Revan dan Rehan geleng-geleng kepala.


__ADS_2