
Mendengar kata Leo membuat Riana terdiam, entah mengapa hatinya sakit mendengar perkataan Leo.
Dari perkataannya dapat disimpulkan kalau Leo tidak menyukainya.
"Apa kamu mencintai seseorang?" tanya Riana
Leo menatap Riana sekilas lalu dia tersenyum.
"Aku memang mencintai seseorang," jawab Leo
"Siapa?" tanya Riana penasaran.
"Yang pasti wanita," jawab Leo dengan terkekeh.
Riana yang kesal mencubit lengan Leo, ya pastilah seorang wanita tidak mungkin kalau mencintai waria terkecuali kalau tidak normal.
"Dia berasal dari Indonesia, namanya berawalan R, dia cantik, manis dan pintar," kata Leo yang membuat Riana salah paham.
"Astaga aku kira dia tidak mencintai aku tapi ternyata iya," batin Riana dengan senyum-senyum sendiri.
Mendengar jawaban Leo membuat Riana merasa kalau wanita yang dicintai Leo adalah dirinya karena menurutnya hanya dia wanita dari Indonesia yang dikenal Leo.
Riana senyum-senyum sendiri seperti orang yang habis dapat arisan dan Leo yang melihat Riana senyum-senyum sendiri nampak heran.
"Kenapa dia," batin Leo
Asik bermain dengan asumsinya yang salah membuat Riana tidak sadar kalau mobil Leo telah sampai di halaman rumah Rara.
Riana terus saja senyum-senyum sendiri sehingga Leo menepuk bahunya.
"Dah sampai," kata Leo yang membawa Riana keluar dari dunia lamunannya.
"Eh iya, maaf aku kira masih di jalan," sahutnya.
Riana turun dari mobil dengan hati yang gembira dia melambaikan tangan saat mobil Leo berputar balik dan meninggalkan halaman rumah Rara.
Rara yang kebetulan mau keluar rumah melihat Riana yang senyum-senyum sendiri jadi heran.
__ADS_1
"Kenapa kak Riana senyum-senyum sendiri?" gumam Rara lalu menghampiri kakaknya yang masih berdiri di tempatnya.
"Kak," panggil Rara sambil menepuk bahu Rara
"Eh Ra," balas Riana
"Aku perhatikan kak Riana sedari tadi senyum-senyum sendiri. Ada apa?" tanya Rara
"Ada deh, keponya," jawab Riana yang membuat Rara gemas.
"Kenapa sih kak, bagi tau dong?" tanya Rara lagi
"Kasih tau nggak ya," kata Riana lalu berjalan masuk rumah.
Rara yang ditinggal berlari mengejar kakaknya dan merengek untuk dikasih tau.
Rara hanya berharap kakak dan asistennya jadian sukur-sukur kalau mereka berdua memutuskan untuk menikah.
Riana membuang tasnya di sofa lalu dia duduk sambil senyum-senyum sendiri seperti film-film India.
"Leo ternyata mencintai aku Ra," kata Riana yang membuat Rara senang
"Kapan kalian menikah?" tanya Rara kemudian.
Riana menatap adiknya dengan lekat, dia belum memikirkan untuk menikah toh Leo juga beluk menembaknya.
"Apaan sih Ra, la Leo saja belum menembak aku," kata Riana
"La kakak kok tahu kalau Leo suka sama kak Riana kalau belum menembak?" tanya Rara
"Tadi dia bilang kalau mencintai wanita dari Indonesia dan namanya berawalan huruf R jadi kalau bukan aku siapa lagi, masak iya kamu, kan nggak mungkin secara kamu kan atasannya apalagi udah menikah," jawab Riana.
Mendengar jawaban Riana membuat Rara tersenyum kecut, meskipun dia tahu kalau yang dimaksud adalah dirinya.
"Dekati terus kak jangan kasih kendor biar dia segera menembak kak Riana," saran Rara.
Riana mengangguk, kemudian Riana pamit ke kamarnya.
__ADS_1
"Leo please jangan kecewakan kakakku," batin Rara dengan raut wajah sedih.
************
Tepat pukul satu dini hari Rara terbangun dia yang masih kepikiran Riana dan Leo sangat susah memejamkan matanya lagi.
"Lebih baik aku mengambil Rafathar," gumam Rara
Rara pergi ke kamar Rafathar dan membawanya ke kamarnya. Dia menggendong Rafathar yang sedang tidur pulas.
"I Love you sayang," kata Rara sambil mencium pipi bayinya.
Karena pergerakannya Rafathar jadi terbangun dan menangis.
Rara mencoba menenangkan Rafathar dengan menggendongnya.
"Rafathar sayang udah dong nangisnya maafin mama ya yang udah ganggu boboknya," ucap Rara
Mendengar tangisan buah hatinya membuat Ray terbangun. Dia melihat sang istri menggendong bayi kecilnya sambil mengayun.
Ray beranjak dari tempat tidur kemudian memeluk sang istri.
"Kenapa tidak membangunkan aku, kenapa kamu sendirian menggendong Rafathar?" tanya Ray dengan meletakkan kepalanya di bahu Rara
"Nggak papa kok sayang, aku tidak tega membangunkan kamu yang tidur," jawab Rara dengan tersenyum.
"Rafathar kan anak kita berdua jadi kita memiliki kewajiban yang sama dalam mengurus anak kita," ucap Ray
"Tapi kan kamu bekerja sayang," sahut Rara
"Kamu juga kan kerja sayang," timpal Ray
Rara tersenyum, dia bersyukur banget kalau Ray mau mengerti keadaanya.
"Makasih sayang," ucap Rara dengan mengusap rambut sang suami.
"Ya sudah gantian aku yang gendong," kata Ray lalu mengambil Rafathar dari gendongan Rara.
__ADS_1
Benar saja baru sebentar digendong Ray, Rafathar tidur kembali dan ini membuat Rara tersenyum.
Rara mengembalikan Rafathar lagi ke kamarnya kemudian kembali ke kamar dan tidur dengan memeluk sang suami.