
Leo hanya menatap wanita tersebut dengan kesal, padahal dia yang terjatuh karena koper si wanita kenapa dia yang disalahkan?
"Dasar wanita aneh," gumam Leo lalu berlalu begitu saja, dia sungguh heran sekali bagaimana bisa ada wanita seperti itu.
"Woy minta maaf dulu, enak saja main kabur tanpa minta maaf lihat nih koper aku penyok," teriak wanita muda tersebut.
Leo yang kesal berputar haluan
"Hey yang jadi korban itu aku, kenapa kamu menyalahkan aku?" tanya Leo dengan menunjuk wanita tersebut.
"La kan kamu yang nabrak koper aku," jawabnya.
"Astaga, woy! koper kamu itu benda mati nggak merasakan sakit. Lihat nih tangan aku," maki Leo dengan menunjukkan tangannya yang merah.
"Tapi koper aku ya penyok," sahutnya
Leo yang kesal memukul koper wanita itu sehingga dia wanita itu tersentak kaget.
"Koper kamu udah penyok dari lahir jadi jangan menyalahkan aku. Memangnya kamu ini dari negara mana sih, bego banget," omel Leo yang membuat wanita itu semakin kesal.
"Ga usah bawa-bawa negara," sahutnya
Leo yang kesal pergi begitu saja tanpa mempedulikan wanita tersebut yang mengomel.
"Dasar wanita aneh, tapi aku kok g asing ya dengan wanita itu. Seperti pernah melihat," gumam Leo lalu mengambil mobilnya dan berlalu.
Lelah mengoceh wanita tersebut mengeluarkan sebuah alamat kemudian dia naik taxi menuju alamat tersebut.
Ini pertama kalinya dia datang ke Amerika dan baru saja datang dia sudah bertemu dengan orang yang menyebalkan.
Sepanjang perjalanan menuju alamat yang dia tuju, wanita tersebut terperangah melihat keindahan kota California.
*************
Di rumahnya Ray menggendong sang buah hatinya yang kini sudah semakin sehat. BB nya juga naik drastis ini berkat perawatan yang dilakukan dokter-dokter handal pilihan Rara maupun pilihan Ray sebelumya.
"Kamu cakep sekali sih sayang, persis papa," kata Ray dengan melihat anaknya.
Seakan tau kalau dipuji bayi mungil itu menggeliat dan memainkan tangannya.
"Udah tau ya kalau papa puji," ucap Ray yang gemas pada bayi mungilnya.
"Papa ga sabar lihat kamu besar." Ray terus bermonolog dengan bayi mungilnya.
"Oh ya papa sudah membelikan mobil sport buat kamu, nanti kalau kemana-mana pakai mobil kamu sendiri ya." Seakan tak punya lelah Ray terus saja mengoceh.
Rara yang baru datang segera ikut bergabung dengan Ray dan anaknya.
"Ikut bergabung ya," kata Rara
"Sini sayang," sahut Ray
Kini lengkap sudah kebahagiaan mereka berdua, setalah melewati berbagai rintangan dan cobaan akhirnya pelangi kini muncul di rumah tangga mereka.
"Sayang kamu belum memberi nama anak kita Lo," kata Rara
__ADS_1
"Astaga sayang, iya aku lupa. Pantesan seperti ada yang kurang gitu," sahut Ray
"Kira-kira namnya siapa ya?" tanya Rara
"Siapa ya sayang, nanti aku cari nama yang cocok buat baby kecil kita," jawab Ray
Baby kecil yang lelah mengobrol dengan papanya pun menangis, Rara mencoba menyusui sang baby meski asi nya tidak keluar.
Melihat istrinya mengeluarkan bagian favoritnya membuat Ray menelan saliva.
"Astaga lama aku tidak memainkannya," batin Ray
Bayi Rara menangis kencang karena asi mamanya tak kunjung keluar.
"Iya iya, sabar dong sayang," kata Rara
Rara memanggil baby sitter untuk menenangkan anaknya yang lapar.
"Dia lapar dan mengantuk," kata Rara
Baby sitter segara membawa baby sultan masuk, dia meminta perawat lainnya untuk membuatkan susu formula.
Di tempatnya Ray terus melihat dada yang istri yang kelihatan sedikit.
"Sayang asi nya belum keluar?" tanya Ray
"Belum, kata dokter harus tetap dirangsaaaaaang supaya bisa keluar," jawab Rara
"Bagiamana kalau aku yang merangsang sayang." Ray menawarkan diri
"Boleh sayang," jawab Ray
Rara tetap bersikeras untuk tidak menggunakan jasa Ray dalam meraangsaaaang asi nya namun Ray terus memaksa.
Akhirnya Rara mengalah dan membiarkan Ray melakukannya.
"Ingat ya, nggak lebih," kata Rara
"Ok sayang, kita pindah yuk," ajak Ray.
Ray dan Rara kini menuju kamar tidur mereka, akhirnya sekian lama Ray bisa memainkan bagian favoritnya.
Tangannya kini membuka dan mengeluarkan buah yang menggantung di dada sang istri.
Karena sudah tak sabar Ray langsung saja melahapnya, Ray kini seperti anak kecil yang mengenyot es lilin.
Rara merasa berhasrat dengan apa yang dilakukan Ray.
"Kamu pengen sayang?" tanya Ray lirih karena kini dia sangat berhasrat.
"Tidak," jawab Rara tapi tangannya membawa kepala Ray ke lehernya dia menginginkan hal lebih.
"Dasar, wanita memang munafik," batin Ray dengan tersenyum licik.
Ray meninggalkan banyak jejak di leher sang istri, saat asik menjelajahi tubuh Rara kini tangannya masuk ke dalam celana sang istri.
__ADS_1
"Jangan, aku masih mengeluarkan darah nifas," kata Rara
"Memangnya masih banjir? kamu kan operasi?" tanya Ray
"Iya masih banjir, iya keluarnya nggak banyak tapi masih ada darah yang keluar," jawab Rara
Sedikit kecewa memang tapi ya gimana lagi.
"Sabar ya yang dibawah belum waktunya buka puasa," kata Ray dengan melemas.
Rara hanya tertawa mendengar perkataan sang suami hingga dia inisiatif untuk menggunakan tangannya untuk membantu sang suami.
"Aku akan membuatnya buka puasa dengan tanganku," kata Rara
Ray tidak menyangka istrinya berbaik hati padanya.
Lama menaik turunkan sosis jumbo milik sang suami akhirnya keluar juga.
"Banyak sekali," kata Rara
"Ya kan dia berpuasa lama sayang," sahut Ray
Saat hendak mengerjai istrinya lagi terdengar suara ketukan dari luar dan Rara segera merapikan bajunya.
"Sayang naikkan celana kamu," kata Rara
Ray segara menaikkan celananya dan Rara segera membuka pintu.
"Ada apa?" tanya Rara
"Ada tamu di bawah, dia mencari nyonya," jawab pelayanan
Rara yang bingung segera turun, biasanya hanya Leo yang mencarinya itupun pelayan semua sudah tau Leo.
Saat Rara turun nampak wanita sedang berdiri di jendela.
"Maaf anda siapa?" tanya Rara
Wanita tersebut berbalik dan berteriak
"Rara!"
Halo kak, gimana kabarnya lagi ini.
Minta saran nama dong kak buat anak Ray dan Rara, siapa tau ada yang cocok.
awalanya R ya namanya.🤣🤣🤣🤣🤣
Dan yang untuk nama wanita yang kopernya ditabrak Leo ga ada yang tau.🤧🤧🤧🤧
Tapi ada satu reader yang jawabnya benar meski dia tidak tau namnya.
Untuk kak yang menang, @Ayda Gidok hubungi wa aku ya, 085655935011
__ADS_1
Aku tunggu😘😘😘😘😘😘