Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Cemburu


__ADS_3

Halo kak, haduh aku baca komen part sebelumnya ngakak sendiri, kita pada curhat tentang minyak goreng ya🤣🤣🤣🤣


Tadi terinspirasi kak, saat masak minyak goreng habis🤣🤣🤣🤣


Maaf ya kak, kalau malah bahas yang lainnya, dunia halu buat untuk merelakskan pikiran eh ini malah aku bahas minyak goreng. Maapin kak maapin 😂✌️✌️✌️✌️✌️✌️✌️😘


"Iya, entahlah Ray tak banyak yang bisa kita lakukan. Rencananya papa ingin menggunakan kelapa sawit ini untuk industri cat papa, kebetulan papa memang merambah ke sana, karena cat no satu saat ini masih dipegang PPG, disusul S-W, Akzonobel serta Nippon paint, mungkin dengan menggunakan kelapa sawit bisa menghemat bahan baku sehingga harga lebih murah," kata Papa Ray


"Oo begitu, memang Toretto is the best," puji Ray


"Kalau kamu gimana?" tanya papa Ray


"Bisnis Ray semakin sukses pa, semoga bisa menyusul perusahaan papa, dan yang lebih sukses di sini adalah calon mantu papa," jawab Ray dengan melirik Rara.


Rara sangat malu dengan pujian Ray, bagaimanapun juga semua adalah berkat bantuan darinya.


Bisnis yang dibangun Raka kini juga sangat sukses, dan setiap bulan uang selalu mengalir ke rekening Rara, belum lagi kerajaan RA Grup yang baru dia warisi.


Semenjak bertemu Ray, seolah keberuntungan berpihak pada Rara dan itu membuat Rara sangat bersyukur atas apa yang dimilikinya.


Karena sudah tidak ada yang dibicarakan Toretto pamit, dia tidak ingin mengganggu anaknya bekerja.


"Oh ya nanti acaranya jam berapa? karena papa ada agenda dengan klien," tanya papa Ray


"Habis tarwih pa, di masjid Al-Hidayah," jawab Ray


"Kamu sudah yakin untuk berpindah keyakinan?" tanya papa


"Yakin pa," jawab Ray


"Ya sudah, semoga dengan keyakinan baru, kamu menjadi manusia yang lebih baik lagi," ucap Papa Ray lalu keluar dari ruangan Ray.


Sebenarnya papa Ray kecewa saat Ray memutuskan untuk berpisah keyakinan namun dia tidak bisa melarang anaknya, bagaimanpun juga keyakinan adalah hal intim, jadi tidak bisa dipaksa. Apalagi Ray dari kecil memang hidup dilingkungan muslim. Semua art, baby sitter, tukang kebun serta sopir beragama Islam, kembali lagi mayoritas negara Indo adalah negara Islam.


"Sayang kelihatannya papa kamu tidak setuju kamu memeluk Islam," kata Rara dengan tak enak


"Setuju nggak setuju sayang, kan semua aku yang jalani, lagipula papa memperbolehkannya. Dari kecil aku hidup berdampingan dengan Islam, di dalam rumah aku semua pelayan beragama Islam, sekolah pun sekolah yang mayoritas muridnya adalah muslim, Revan dan Rehan juga beragama Islam, dan kini calon istri aku juga beragam Islam bukankah itu kode alam kalau memang aku harus pindah keyakinan?" jelas Ray yang membuat Rara manggut-manggut.


"Iya sayang, yang penting hubungan kamu dan orang tua kamu nggak renggang karena kamu pindah keyakinan," sahut Rara


"Nggak, kini malah hubungan aku dengan mereka lumayan dekat terlebih mama, sikapnya lumayan lebih hangat dari biasanya," ungkap Ray


"Syukurlah." Rara tersenyum, dia sungguh bahagia karena hubungan Ray dengan mamanya lebih baik.


Rencananya tak hanya Ray yang mualaf, Rea juga mualaf bareng Ray. Sebelumnya dia sudah bicara dengan Ray, dan Ray senang karena Rea juga memeluk Islam.

__ADS_1


***********


Siang ini Rea datang ke Rumah sakit, dia ingin mengajak Rehan untuk membeli mukenah dan juga hijab untuk persiapan nanti saat dia mualaf.


Refa saat hendak masuk ke dalam ruangan Rehan dari kejauhan dia melihat Rea, dan akal licik datang begitu saja di kepala Refa.


Refa kini berada di dalam ruangan Rehan karena Rehan memintanya untuk mengantarkan laporan rumah sakit bulan ini karena dia juga harus melaporkan laporan tersebut kepada Ray.


"Pak Rehan," panggil Refa.


Rehan pun menoleh,


Refa pura-pura kesandung. Hingga kepalanya tak sengaja malah membentur meja.


"Aarrrg," teriak Refa dengan memegangi kepalnya.


"Refa," teriak Rehan lalu menolong asistennya tersebut. Karena membentur pojok meja otomatis kepala Refa mengeluarkan darah.


Rehan segera menolong Refa, tau kalau Rea akan segera masuk Refa memeluk Rehan dengan erat, dan Rea harus menyaksikan adegan tersebut.


"Sakit pak," rintih Rea


"Sabar ya, akan aku obati lukanya," sahut Rehan dengan menggendong Refa.


"Sayang," kata Rea saat masuk


Refa sangat puas sekali karena Rehan masih memikirkan dirinya, Refa rela meski kepalanya mengeluarkan banyak darah asal Rehan perhatian kepadanya.


Rea yang mencium bau tak tak beres mengikuti Rehan dan Refa.


Kebetulan ada dokter lewat, "Maaf anda dokter umum?" tanya Rea


"Iya nona," jawab Dokter tersebut.


"Bisa ikut saya," kata Rea yang langsung saja menarik tangan dokter tersebut.


Ray membawa Refa ke ruang UGD untuk menghentikan darah di kepalanya. Memang ujung meja Rehan sangat tajam karena memang meja Rehan terbuat dari kaca.


Rehan membaringkan Refa di brankar, dia segera mengambil kapas untuk mengusap darahnya.


Setelah itu Rehan mengambil perlengkapan untuk menjahit luka Refa.


"Kamu tadi kenapa bisa jatuh sih," kata Rehan


Belum sempat menjawab Rea datang dengan dokter lainnya.

__ADS_1


"Sayang biar asisten kamu diurus dokter ini, sekarang lebih baik kamu ikut aku," kata Rea


"Kebetulan sekali dok, ini silahkan tangani dokter Refa," ucap dokter Rehan yang membuat Refa kesal.


"Dasar pengganggu," umpatnya dalam hati


Mau nggak mau Refa dirawat oleh dokter yang dibawa oleh Rea.


"Kelihatannya panik sekali saat asisten kamu terluka," sindir Rea


"Nggak kok sayang, kan sebagai dokter kita memang harus begitu sayang. Siapapun yang terluka harus segera ditolong," sahut Rehan.


"Ya ya semoga saja benar, dan semoga saja kamu nggak ada apa-apa ma dia," ucap Rea yang membuat Rehan menatap Rea.


"Jadi kamu cemburu?" tanya Rehan


"Nggak kok, siapa bilang aku cemburu," jawab Rea dengan sewot.


Rehan nampak tersenyum, dengan Rea cemburu menandakan kalau Rea mencintainya.


Rehan kini pergi ke ruangannya untuk meletakkan jas putihnya, karena ada darah Refa yang menempel di sana.


"Buang saja jasnya, kan sudah kotor," ucap Rea


"Jangan dong sayang kan bisa di cuci," goda Rehan


"Noda darah itu sulit hilang, buang saja nanti akan aku belikan," sahut Rea kesal.


Rehan yang gemas memeluk calon istrinya dari belakang.


"Kamu kalau cemburu cantik banget, aku suka sekali sayang," bisik Rehan.


"Kamu jangan macam-macam, ingat lagi puasa," ucap Rea


"Nggak papa, memeluk calon istri sendiri nggak ada yang melarang, yang dilarang itu kalau memeluk calon istri orang." Rehan terkekeh dan itu membuat Rea ingin tertawa namun ia tahan.


"Sudah tertawa saja, jangan ditahan nanti bisa jadi penyakit," goda Rahan.


"Tau ah, ayo berangkat," ajak Rea


Kini mereka berdua belanja di sebuah toko yang menjual keperluan orang muslim terlengkap, dan ternyata Ray dan Rara juga ada di sana untuk belanja juga.


"Kalian ngapain disini?" tanya Rehan basa basi


"Ini mau berenang," jawab Ray dengan asal.

__ADS_1


Rahan terkekeh mendengar jawaban Ray.


__ADS_2