
"Nggak kenapa-napa, yuk bekerja," jawab Ray.
Rara nampak mengerutkan alisnya, apa ini terjadi karena dia tidak mau diajak ciuman?
Karena tidak ingin melihat Ray yang sedih, Rara langsung menyambar bibir Ray.
Tanpa basa basi Ray membalas ciuman Rara mereka berdua saling berpaut menikmati setiap sentuhan lidah dan sesepan bibir mereka.
Melihat Rara yang tiba-tiba agresif membuat Ray tersenyum licik, mungkin kedepannya dia akan bersedih saat Rara tidak memberinya vitamin C yang dirinya butuhkan.
"Sudah ya jangan bersedih," hibur Rara
"Iya sayang, kalau udah dapat vitaminnya jadi nggak sedih lagi aku," sahut Ray
"Dasar," timpal Rara.
"Nanti malam yuk mencicil, pengen banget sayang," pinta Ray
"Tapi, besok kan kita tunangan sayang, aku harus menyiapkan semuanya," tolak Rara.
"Please, sebentar saja," Ray meminta dengan mengeluarkan jurus anak anjing.
Melihat tatapan Ray membuat Rara tak tega dan mengabulkan permintaan Ray.
"Baiklah baiklah, bulan ini puasa aku sungguh tak afdol gara-gara setan satu ini," ucap Rara dengan pasrah.
Sepulang dari kantor, Ray dan Rara menuju apartemen Rara namun tiba-tiba Ray berubah pikiran, dia ingin menunjukkan Apartemen mewahnya yang saat itu dipake Riad untuk mengelabuhi Sheryl.
"Sayang kita ke apartemen aku saja ya," ajak Ray
"Ok, tapi nanti setelah ke apartemen kita pulang ya," ucap Rara
"Siap Bu boz," timpal Ray
Rara hanya tersenyum mendengar panggilan Ray untuknya.
Setibanya di Apartemen Ray bola mata Rara takjub melihat kemewahan unit apartemen milik Ray.
"Sayang mewah sekali apartemen kamu," ucap Rara dengan bola mata yang terus berputar
"Kan ini akan menjadi milik kamu juga, tapi nanti setelah kamu jadi Presdir utama Empire RA Grup kan pasti kamu bisa beli yang jauh lebih mewah dari ini, pasti nanti kamu juga bisa beli Beverly hills di US, bahkan mungkin kamu sudah memiliki unit di sana," timpal Ray dengan raut wajah sedih.
Rara mengerutkan alisnya, dia heran kenapa Ray nampak sedih lagi.
"Kamu kenapa sih sayang?" tanya Rara
"Nggak papa, ayo kita ke kamar," ajak Ray.
Kini mereka berdua menuju kamar Ray, saat Ray membuka pintu kamarnya nampak kamar yang seperti kamar raja. Sangat mewah sekali.
"Bagus sekali." Rara segera merebahkan dirinya di tempat tidur.
Ray yang melihat Rara terlentang tak sabar ingin mengeksekusi kekasihnya tersebut.
Ray mendekat dan ikut merebahkan dirinya di kasur.
__ADS_1
Tangan Ray bergerilya sehingga membuat Rara sedikit geli.
Karana tak kuat kedua insan yang sedang dilanda asmara ini langsung melakukan ritual mereka. Apalagi kalau nggak saling berpaut dan kawan-kawannya.
Hingga suara gaib dari mulut Rara keluar tanpa aba-aba. Suara tersebut makin lama makin keras dan mungkin jika ada yang mendengarnya pasti merasakan ngilu di seluruh tubuh.
"Aku sungguh menginginkannya sayang," kata Rara
"Sama," sahut Ray
"Pakai finger gimana?" tanya Ray
"Jangan sayang," jawab Rara lalu dia kini pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena dia sangat basah sekali.
Ray yang hasratnya sudah di ubun-ubun juga nampak frustasi.
"Arrggh lama-lama aku bisa gila jika setiap hari selalu menahan hasrat," gumamnya dengan mengusap rambutnya.
Setelah selesai membersihkan diri, Ray dan Rara duduk di balkon untuk menikmati indahnya malam.
"Sayang, boleh aku bertanya sesuatu kepada kamu?" tanya Ray
"Boleh," jawab Rara
"Apa kamu nanti setelah menjadi Presdir utama akan menelantarkan aku?" tanya Ray
Rara mengalihkan pandangannya yang sedari tadi menatap bintang, kini pandangannya dan Ray saling bertemu.
"Alasan apa sehingga aku menelantarkan kamu sayang, aku cinta kepada kamu, aku selalu rindu dipeluk kamu. Apa menurut kamu aku akan sanggup menelantarkan pria yang amat aku sayangi setalah apa yang telah dia perbuat untuk aku?" jawab dan tanya Rara balik.
"Eits, jangan samakan aku dengan mama kamu," sahut Rara dengan menyilangkan telunjuknya dia bibir Ray.
"Kan siapa tau," ucap Ray dengan tertawa.
"Malah rencananya aku meminta bantuan kamu untuk mengurus semua sayang, karena tidak mungkin aku mengurusi perusahan sebesar itu, tetap suamiku lah yang mengurusnya," jelas Rara.
"Baiklah asal bayarannya Sesuai," kata Ray dengan tertawa.
"Kamu bisa ambil berapa pun yang kamu mau," ucap Rara
"Nggak, aku sudah memiliki banyak uang, untuk dimakan tujuh generasi saja belum tentu habis," timpal Ray
"Lantas apa yang kamu inginkan?" tanya Rara
"Sehari lima kali," jawab Ray
"Astaga makan saja hanya tiga kali bagaimana bisa kamu minta lima kali," sahut Rara
"Bonusnya yang dua," kata Ray dengan terkekeh.
Tak terasa hari semakin larut, Rara dan Ray bergegas pulang karena masing-masing dari mereka ada hal yang ingin mereka lakukan di rumah.
**********
Setibanya di rumah Ray mencari mamanya.
__ADS_1
"Mam," panggil Ray
"Apa?" tanya mamanya
"Belum tidur?" tanya Ray basa basi
"Katakan apa yang ingin kamu sampaikan jangan berbelit-belit," pinta mama Ray.
"Besok adalah hari dimana aku dan Rara akan bertunangan, tapi mengapa mama malah kembali ke US?" tanya Ray di akhir kalimat.
"Mama ada urusan mendadak," alasan mama Ray
"Urusan apa?" tanya Ray
Mama Ray nampak marah karena Ray mengejarnya dengan banyak pertanyaan.
"Sudahlah Ray, tidak mungkin mama mengatakan semua kepada kamu," jawab mama Ray
"Kenapa mama egois sekali, bukankah mama yang selalu ingin besanan dengan Ken Steven lantas mengapa sekarang mama tidak mendukung Ray?" tanya Ray
"Apalagi yang kurang, mama sudah membiarkan kamu menjalin kasih dengan Rara jadi kamu mau apa lagi?" tanya balik mama
"Ray ingin mama hadir dan menyaksikan pertunangan Ray," jawab Ray
"Mama tidak bisa," sahut mama
"Kenapa jika menyangkut dengan keinginan mama sendiri mama selalu menomorsatukan, dan jika menyangkut dengan urusan Ray mama seolah tak peduli. Sebenarnya mama ini sayang sama Ray apa tidak!" teriak Ray
Plak
Tamparan mendarat tepat di pipi Ray, dan ini cukup membuat Ray marah.
"Seandainya Ray bisa memilih, Ray lebih memilih dilahirkan oleh mama lain yang bisa sayang dan mengerti Ray, mama yang selalu bertanya apa yang Ray inginkan bukan mama yang egois dan mama yang selalu memaksakan kehendak kepada anaknya," ucap Ray yang bagai sembilu bagi mamanya.
Dengan sakit pipi dan hatinya Ray berjalan keluar namun saat di ambang pintu Ray berhenti lalu membalikkan badannya.
"Bahkan saat Mama tau kalau Rara adalah anak sahabat mama, mama masih saja tetap ego, semoga di atas Tante Rena tidak menyesal karena di dunia dulu memiliki teman seperti mama," imbuh Ray lalu dia keluar dan menuju kamarnya.
Ray yang kesal membuang tubuhnya di tempat tidur, dia yang lelah pikir dan fisik memilih memejamkan matanya daripada mikir mamanya yang sangat egois.
Mendengar kata-kata Ray membuat Raina Toretto menangis.
"Anda tidak apa-apa nyonya?" tanya Ryan
"Tidak," jawab mama Ray
"Oh ya Rian, batalkan pesawat kita," titah mama Ray.
Malam kak,
oh ya ni aku ada visual untuk mama Ray
😂😂😂😂
maksih untuk yang udah selalu like komen hadiah dan vote.😘😘😘😘😘😘❤️
__ADS_1