
Dimana tempatnya ketika seorang anak melakukan sebuah kesalahan apalagi kesalahan yang besar pasti akan membuat orang tua bersedih, namun hal ini tidak berlaku untuk mama Ray, dimana dia malah bahagia dengan keadaan Rea yang tidur dengan polos dan tanda bercak darah di sprei.
Dia malah senang jika Ray dan Rea melakukan dosa besar, tak hanya muslim pasti tentu agama lain tidak membenarkan adanya perzinaan.
Keesokannya Rea bangun dengan rasa sakit di antara pahanya. "Ah sakit sekali." Rintihan keluar dari mulut Rea.
Rea mengingat kembali kejadian semalam. Setelah ingat Rea menangis sejadi-jadinya karena semalam yang menikmati tubuhnya adalah Rehan.
Kini pupus sudah angan-angannya untuk menikah dengan Ray, lelaki yang amat sangat ia impikan untuk menjadi teman hidupnya.
Dengan langkah pelan Rea menuju kamar mandi, dia mengguyur tubuhnya dengan air yang keluar dari shower. Rea kembali menangis mengingat nasibnya yang sial.
Seusai mandi Rea menarik sprei yang kotor karena bercak darah miliknya, mungkin juga ada cairan Rehan yang tumpah di sana.
"Tak kusangka Ray kamu menjebak teman kamu sendiri," gumam Rea.
Setelah menarik sprei yang kotor kini Rea berdandan dan keluar untuk sarapan.
Di meja makan dia bertemu dengan Ray dan juga mama.
Rea nampak murung berbeda dengan Ray serta mamanya. Ingin sekali Ray menyindir Rea namun dia urungkan karena tidak ingin membuat mamanya bersedih, biarlah mamanya menganggap dirinya yang telah tidur dengan Rea. Kan menyenangkan hati orang tua saat bulan suci pahalanya besar.
"Kamu riang sekali Ray?" tanya mama
"Iya dong ma, semalam Ray habis dapat vitamin penambah mood booster Ray," jawab Ray dengan melirik Rea.
Apa yang dikatakan Ray benar adanya, semalam dia telah menghukum Rara, entah apa yang mereka lakukan di apartemen hanya mereka yang tau.
Mama tertawa puas, lagi-lagi beliau salah paham dengan apa yang Ray katakan, mendengar ocehan Ray dan mamanya membuat Rea terdiam, dia sungguh bingung harus berkata apa.
__ADS_1
Setelah makan Ray mengajak Rea untuk berangkat bersama, dan ini membuat mama Ray tersenyum penuh kemenangan, dia mengira kalau Ray sudah menerima perjodohannya dengan Rea.
"Bagaimana Rea, semalam kamu pasti puas kan dengan Rehan?" tanya Ray dengan tersenyum licik
"Brengsek kamu Ray, kenapa kamu menjebak aku." Umpatan keluar dari mulut Rea, dia sungguh kesal sekali dengan Ray yang telah menjebaknya.
"Semua tidak akan terjadi kalau kamu tidak memasukkan obat perangsang ke dalam kopi aku, kamu dulu yang ingin menjebak aku," sahut Ray
"Sudahlah tidak usah dibahas, aku ingin kamu bekerja sama dengan aku untuk membodohi mama, supaya dia tidak mengusik aku dan Rara," imbuh Ray
"Ogah." Rea menolak untuk bekerja sama dengan Ray
"Baiklah kalau kamu tidak mau, tapi aku akan memberitahukan video panas kamu dengan Rehan ke keluarga kamu, mereka pasti akan murka melihat anak gadis mereka bertingkah seperti seorang pelaaaaaacuuuuurrrrrr, memohon seorang pria untuk menidurinya," kata Ray dengan melirik Rea.
"Brengsek kamu Ray, dasar licik!" seru Rea
"Untuk melawan rubah seperti kalian harus licik kalau nggak gitu aku yang akan menjadi korban kalian," sahut Ray.
"Rehan adalah lelaki yang baik, dia seorang dokter selain itu kelaurga Rehan juga orang yang berada, kamu pasti tidak akan menyesal menjadikannya seorang pendamping," imbuh Ray.
Mendengar perkataan Ray membuat Rea berfikir, apa memang dia harus memutar haluan dan mencoba membuka hati untuk Rehan?
daripada mengejar cinta Ray yang tidak pernah ada untuknya.
Setibanya di kantor, Ray segera menuju ke ruangannya, kebetulan ada meeting di luar sehingga dia dan Revan harus keluar kantor, Rea yang tidak fokus bekerja berniat untuk menemui Rehan, dia ingin meminta maaf atas sikapnya kemarin namun Rea keluar setelah mendapatkan ijin dari Rehan.
Mama Ray yang datang ke kantor heran karena Ray dan Rea tidak ada sehingga beliau kini semakin yakin kalau Ray sudah mulai menyukai Rea.
"Ra," panggil mama Ray
__ADS_1
"Rara menoleh lalu kemudian menatap malas calon mama mertuanya tersebut.
"Ada apa Nyonya?" tanya Rara
"Lebih baik kamu lupakan Ray, dalam dua Minggu ke depan dia akan bertunangan dengan Rea," jawab Mama Ray
"Hanya bertunangan kan nyonya belum menikah," sahut Rara dengan santai
Mama Ray nampak kesal akan ucapan Rara.
"Beraninya kamu Ra, asal kamu tau, semalam Ray telah tidur dengan Rea, jadi sudah tidak ada tempat lagi untukmu di hati Ray," timpal Mama Ray
Deg
Rara shock mendengar perkataan mama Ray, namun dia mencoba menepisnya bisa saja mama Ray berbohong.
"Jangan dikira saya akan percaya dengan perkataan Anda nyonya," ucap Rara dengan tersenyum sinis meskipun dia was was.
Mama Ray menunjukkan foto dimana Rea polos dengan bercak darah di sprei.
"Lihatlah Rea, siapa lagi yang menidurinya kalau bukan Ray," kata mama Ray
Rara sungguh shock, namun dia mencoba bertahan untuk kuat dengan tdiak menangis.
"Saya juga pernah tidur dengan pak Ray nyonya, jadi saya dan Rea sama-sama pernah ditiduri, namun kita lihat saja siapa yang dijadikannya istri," ucap Rara yang membuat Mama Ray kesal.
"Dasar wanita murah!" seru mama Ray
"Rea juga murah," sahut Rara.
__ADS_1
Mama Ray yang kesal memutuskan untuk pergi dengan membawa rasa dongkol di hatinya, niatnya ingin membuat Rara sakit hati namun kelihatannya lagi-lagi dialah yang kesal.