Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
ternyata


__ADS_3

"Apa kamu meminta aku untuk meninggalkan Ray? dan merelakan dia untukmu???? jangan mimpi!!!" imbuh Rara.


"Bukan begitu maksud aku Ra," sahut Rea.


"Kalau bukan begitu lantas bagaimana maksud kamu, begini?" timpal Rara penuh penekanan di akhir kalimat.


"Kamu harus mengerti posisi aku orang Ra," kata Rea dengan nada yang agak tinggi.


Rara menatap lawan bicaranya dengan kesal, apa maksud dari ucapan Rea yang memintanya untuk mengerti posisinya.


"Rea, aku dan Ray saling mencintai dan kamu diundang mama Ray untuk jadi penghalang kami, coba kamu jelaskan aku harus mengerti yang bagaimana?" tanya Rara


"Lihat cincin yang melingkar di jari manis aku, Ini Ray yang memakaikannya. Ini tanda kalau dia serius sama aku, tanda kalau dia sayang sama aku, perjalanan cinta kami sudah cukup jauh bahkan selangkah lagi akan menikah, jadi yang harus mengerti itu, aku atau kamu?" imbuh Rara


"Dan satu lagi, Rea. Jadilah wanita elegan yang tidak bertamu di rumah orang yang pemilik rumahnya tidak menginginkan kamu untuk masuk," kata Rara lalu berjalan meninggalkan Rea yang masih berdiri dengan menatap punggung Rara yang semakin menjauh.


Rea mengepalkan tangannya dia sungguh tersinggung dengan kata-kata Rara.


Dengan langkah malas dia menuju ruangan Revan, karena Rea dan Revan dalam satu ruangan yang sama.


Rara masuk dalam ruangan Ray dengan mood yang buruk, dia langsung saja duduk tanpa salam dan tanpa menyapa Ray terlebih dahulu.


Rara menjatuhkan kepalanya di meja dengan tangan sebagai tumpu.


Ray yang melihatnya inisiatif untuk mendekat, dia mengelus rambut Rara.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Ray


Rara mendongakkan kepalanya, lalu dia menggeleng.


"Apa karena masalah kemarin?" tanya Ray


"Salah satunya," jawab Rara.


"Aku bingung sayang, Rea adalah wanita pilihan mama kamu, dia datang untuk mendekati kamu," imbuh Rara dengan ambigu.


"Sudahlah jangan kamu pikirkan, jika kamu menakutkan hal itu secara otomatis kamu menarik hal negatif masuk dalam diri kamu, dan cepat atau lambat apa yang kamu takutkan akan jadi kenyataan, mending slow.... Santai," pesan Ray.


Lalu Ray menarik tangan Rara dan memeluknya, "Lebih baik beri aku hukuman atas kesalahan yang aku perbuat kemarin," bisik Ray.


Tak sengaja Rara melihat Rea berdiri di ambang pintu, tentu ini Rara gunakan untuk menanas-manasi Rea.


"Kamu mencintai aku kan?" tanya Rara


"Cinta mati sayang," jawab Ray


"Seberapa besar cinta kamu?" tanya Rara


"Seujung kuku," jawab Ray


"Kecil sekali," kata Rara

__ADS_1


"Meskipun nampak kecil tapi dia terus tumbuh meski kita memotongnya," jelas Ray.


"Ah so sweet," sahut Rara


Rara mengintip dan ternyata Rea masih berdiri di ambang pintu.


"Jika orang tua kamu nggak setuju gimana?" tanya Rara


"Meski mamaku tak suka, papaku juga melarang. Meski dunia menolak aku tetap cinta kamu sayang," jawab Ray


Rara menahan tawa, "Kalau mau romantis kreatif dikit dong sayang, jangan lirik lagu," bisik Rara


"Hehe kan aku bukan orang romantis sayang, jadi ya dimaklumi jika nyontek lirik lagu," kata Ray


Rea yang panas segera masuk dan meletakkan laporan di meja Ray setelah itu dia kembali lagi ke ruangannya.


"Mampus," batin Rara lalu dia melepaskan diri dari pelukan Ray.


"Kembalilah pak, saatnya bekerja," ucap Rara


"Hukumannya belum," kata Ray


"Nggak ada hukuman, besok puasa," sahut Rara


"Astaaga sayang pelit sekali, jika tidak ada ciuman aku bisa letih, lesu, lemah dan tak bergairah," ujar Ray dengan melemaskan diri.


"Biasanya sebelum ada aku juga kan nggak ada peluk dan cium, kenapa sekarang lebay sekali," kata Rara


Ray terus saja meminta cium, namun Rara enggan untuk memberinya sehingga Ray nampak kesal.


"Ya sudah, aku kembali saja lagian aku bukan pengemis yang harus mengemis cium." Ray kembali ke mejanya dengan kesal, Rara yang tau kalau Ray merajuk hanya tertawa.


"Cowok kok ngambekkan," ejek Rara dengan menggelengkan kepala.


**************


Di US, mama Ray mendapatkan pesan dari Rea.


Rea bilang kalau dia tidak mau dijodohkan dengan Ray.


Dia sangat sakit hati jika bertahan dengan perjodohan ini. Rea juga bilang kalau lusa akan kembali lagi ke US.


"Kurang ajar Raymond, apa dia tidak sadar seberapa menguntungkannya perjodohan ini, jika dia menikah dengan Rea otomatis kekuasaan Toretto akan semakin kuat, toh dia yang akan mewarisi semuanya," gumam mama Ray


Mama Ray meminta asistennya untuk mengatur pertemuan dengan keluarga Steven, beliau ingin menetapkan pertunangan Rea dan Ray secepatnya.


"Tapi bagaimana jika Tuan muda Ray tidak mau nyonya," kata Ryan


"Menghadapi rubah yang licik kita harus lebih licik lagi," sahut mama Ray.


Sungguh mama Ray hanya mengejar harta hingga anak sendiri akan dijadikan alat untuk memperkuat bisnisnya.

__ADS_1


***********


Malam hari pun tiba dengan cepat, kini Rea bersiap untuk makan malam dengan Rehan.


Sebenarnya dia malas sekali menemui Rehan, namun jika tidak menemuinya, Rehan akan mengadukan perihal pingsannya kemarin pada Ray.


Hari ini adalah hari terakhir Rea berada di rumah Ray, karena rencannya besok dia akan tinggal di hotel dan keesokkannya dia kembali ke US.


Rehan datang ke rumah Ray untuk menjemput Rea, Ray yang mengira kalau Rehan menemuinya pun turun ke bawah.


"Ada apa kamu kemari, aku tidak sedang sakit," kata Ray


"Sudah tau, aku kesini tidak ingin menemui kamu," jawab Rehan.


"Lantas kamu mau menemui siapa?" tanya Ray


"Tu, aku mau keluar sama Rea," jawab Rehan


Ray terbelangak, tak disangka baru ketemu semalam udah langsung janjian keluar.


"Kami keluar dulu ya Ray," kata Rea dengan menggandeng tangan Rehan sehingga membuat Rehan sedikit gugup.


"Haduh, dadanya nempel lagi," batin Rehan dengan terus melihat bagian dada Rea yang menempel di tangannya.


Ray yang mengetahuinya tertawa, tak disangka temannya berotak messssium juga.


"Ya udah Ray, kami keluar dulu," pamit Rehan.


Malam ini Rara pergi ke rumah orang tuanya untuk menginap di sana, karena pagi besoknya dia harus puasa sehingga Rara ingin menikmati momen-momen sahur dengan keluarganya.


Ray yang rindu dengan Rara memutuskan untuk mengajak Rara nongkrong di mall, dia pun menyusul Ray di rumah orang tuanya, saat baru saja sampai Rara dan keluarganya bersiap untuk melakukan ibadah sholat tarwih.


"Mau kemana?" tanya Ray saat keluar dari mobilnya


"Mau mancing," jawab Rara


"Bukannya mau sholat?" tanya Ray


Rara memijat kepala, "Sudah tau nanya," jawab Rara


Papa Rara meminta Ray untuk ikut sholat sekalian.


"Saya tidak bisa ikut sholat papa mertua," kata Ray


"Kenapa?" tanya papa Rara


"Saya tidak benar-benar seorang muslim," jawab Ray


"Maksudnya?" tanya Papa Ray


"Sebenarnya saya seorang kristen om, cuma dari kecil selalu di lingkungan muslim jadi saya ikut muslim namun saya belum benar-benar mualaf," jelas Ray.

__ADS_1


"Pantes, dia selalu mengajak khilaf la dia masih dalam pencarian," batin Rara dengan menahan tawa


__ADS_2