Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Bertemu Sheryl


__ADS_3

Orang tua Rara dan Rara menoleh, dan ternyata Ray datang dengan beberapa pengawalnya.


Papa Rara berdecak kesal, kenapa harus ijin dulu toh mereka orang tuanya justru yang seharusnya meminta ijin adalah dirinya.


"Dia wanitaku," kata Ray lalu menarik tangan Rara


"Dia Putriku," sahut papa Rara tak terima.


"Tapi kalian telah membuangnya," sahut Ray lalu menarik tangan Rara lagi.


Rara yang jadi korban tarik-tarikan antara papa dan kekasihnya tersebut jadi kesal.


"Sakitttt," teriak Rara lalu kedua lelakinya melepaskan tangannya.


"Sayang kamu tu apa-apaan sih. Ini orang tua aku jadi kamu harus hormat," ucap Rara dengan menatap Ray


"Tapi mereka kan...." Belum sempat melanjutkan kata-katanya Rara sudah menyela.


"Tapi kita tetap harus hormat dengan yang lebih tua sayang," bujuk Rara.


"Iya," sahut Ray datar.


Sebenarnya Ray masih tidak terima Rara begitu saja memaafkan orang tuanya namun kembali lagi itu pilihan Rara.


Orang tua Rara kini mengajak Rara untuk pulang namun Ray menawarkan diri untuk mengantar Ray.


"Baiklah," sahut Papa Rara.


Rara hanya bisa menggelengkan kepala dengan sikap Ray yang posesif banget bahkan kepada orang tuanya sendiri.


Setibanya di kediaman Rara, Ray ingin sekali menginap namun tentu orang tua Rara tidak mengijinkan.


"Besok pagi sekali kamu sudah harus datang ke kantor, kalau sampai aku datang terlebih dahulu hukuman kamu double," ancam Ray.


"Iya iya sayang," sahut Rara pasrah kemudian Rara turun dari mobil Ray.


"Tunggu," teriak Ray


"Apa lagi sih sayang," protes Rara


"Aku telah melakukan kesalahan dengan tidak hormat dengan orang tua kamu, jadi aku harus dihukum." Lagi, lagi dan lagi Ray modus.


"Hukumannya besok saja, malam ini aku malah menghukum kamu," sahut Rara


"Mana boleh seperti itu, salah ya harus dihukum," protes Ray


"Aaarrrgggggg, kenapa dia menyebalkan sekali," batin Rara yang kesal dengan Ray.


Rara kini mendekatkan diri lalu mencium bibir Ray, mereka berdua saling berpaut dan menyesap.


Tangan Ray ingin bergerilya namun secepat kilat Rara menepuknya.


Setelah puas mereka menyudahi pautan mereka.


Mama dan Papa sungguh heran kenapa di mobil lama sekali, apa yang mereka bicarakan.


"Mereka ngapain saja, kok lama sekali," kata Papa


"Entah pa, mungkin mereka membicarakan sesuatu," sahut mama.


Rara kini keluar dari mobil Ray, lalu Ray pun pergi.


Dengan langkah pelan Rara masuk rumahnya. Matanya berkaca saat kakinya masuk ke dalam, kenangan buruk itu kembali lagi saat orang tuanya mengusir dia saat itu.


"Sudahlah lupakan, lupakan semua kalau kamu ingin bahagia," batin Rara.


"Selamat datang kembali sayang," kata mama dan papa Rara barengan.


Kini mereka berpelukan dan saling meminta maaf.


*****************


Sheryl dan Riad kini bersiap untuk kembali ke tanah air, Sheryl sungguh senang sekali karena sebentar lagi dia akan menikah dengan Riad yang seorang sultan.


"Aku sungguh tidak sabar untuk segera menikah dengannya," batin Sheryl dengan menatap Riad.


Begitu pula dengan Riad yang sudah tidak sabar untuk segera pulang ke negara asalnya, Dia sungguh merindukan orang tuanya, serta saudara-saudaranya di sana.


Rencananya dengan gaji yang diberikan oleh Ray dia akan membuka bisnis di negaranya karena dia sudah tidak ingin bermain bola lagi.

__ADS_1


Sheryl dan Riad sama-sama tersenyum dan Sheryl mengira kalau Riad tersenyum karena bahagia bisa menikah dengannya.


Beberapa jam berada di burung besi kini mereka mendarat dengan selamat di Bandara internasional. Sheryl yang enggan bertemu Raka ikut pulang Riad ke apartemennya.


"Apa rencana kamu setelah ini?" tanya Riad


"Aku akan pulang, lalu pelan-pelan bilang pada Raka kalau aku ingin membatalkan pernikahan dengannya," jawab Sheryl


"Jika Raka tidak setuju bagaimana?" tanya Riad lagi


"Mau nggak mau, suka nggak suka dia harus setuju. Ini hidup aku dia tidak berhak mengaturnya," jawab Sheryl


Kini entah mengapa Riad perang batin, dia sungguh merasa tidak enak karena akan memisahkan dua orang yang hendak menikah.


"Semoga Tuhan memaafkan aku," batin Riad


Sheryl dan Riad yang lelah memutuskan untuk istirahat di kamar, namun setelah di tempat tidur bukannya istirahat mereka malah enak-enakkan ukuran jumbo milik Riad sungguh membuat Sheryl menginginkannya setiap waktu.


Kamar apartemen Ray menjadi saksi bisu hubungan terlarang mereka. Untung Ray melarang Riad untuk masuk kamar utama.


Seusai mengeluarkan hasrat masing-masing Sheryl dan Riad saling peluk.


"Sayang, kenapa kamar sebelah sana tidak boleh dibuka?" tanya Sheryl


"Itu kamar khusus aku, besok kalau kita menikah kota pindah kesana," jawab Riad berbohong.


Tentu sang pemilik apartemen tidak mengijinkan orang lain untuk masuk. Apalagi digunakan untuk enak-enak.


Lelah melakukan enak-enak kini Sheryl dan Riad terlelap.


Dua jam kemudian mereka sudah bangun karena lapar mereka memutuskan untuk pergi makan siang di restoran.


Di sisi lain Rara juga hendak makan siang dengan Raya namun saat akan keluar Ray memanggilnya.


"Sayang," panggil Ray


Rara kini menghentikan langkahnya, dia menghela nafas pasti akan ada drama seperti tadi pagi.


"Kemari lah," titah Ray


Dengan langkah malas dia berjalan ke meja Ray.


"Mau kemana?" tanya Ray


"Makan siang," jawab Rara


"Kenapa nggak ngajak aku?" protes Ray


"Aku ada janji dengan Raya sayang," ucap Rara


"Aku ikut," timpal Ray


"Nggak nggak," kata Rara nggak setuju jika Ray ikut.


Ray nampak kecewa namun dia tetap membiarkan Rara pergi.


"Untunglah dia nggak ikut, nggak enak jika ngerumpi ada dia," batin Rara.


Ray kini meminta Revan untuk pergi makan siang dengannya, sebenarnya dia ingin menyusul Rara.


"Ngapain sih pak, buntuti Rara," protes Raka


"Aku takut terjadi apa-apa dengannya," timpal Ray


"Bucin akut," batin Revan.


"Kenapa dia tidak makan siang bersama anda sih pak?" tanya Revan kemudian.


"Dia bersama temannya," jawab Ray


Revan jadi bersemangat, "pasti Rara makan siang dengan Raya," batin Revan dengan senyum-senyum sendiri.


Kini mereka sudah sampai di restoran tempat Rara dan Raya bertemu.


Rara segera masuk dan ternyata Raya sudah menunggu.


"Maaf Ray aku telat," ucap Rara


"Sudah biasa," sahut Raya

__ADS_1


Mereka memesan makanan dan saat hendak makan, Ray dan Revan juga duduk di bangku sebelah Rara.


"Sayang," ucap Rara dengan memijit pelipisnya.


"Astaga, kenapa sih nempel terus," imbuh Rara


"Nggak nyangka lo Ra, kalau Raymond yang terkenal dingin bucin kamu," ucap Raya dengan tertawa.


Revan dan Ray kini pindah ke meja Rara dan Raya.


"Kami gabung ya?" tanya Revan


Namun belum sempat mendapatkan ijin mereka sudah duduk.


"Kamu ngapain sih sayang buntuti aku?" tanya Rara dengan kesal


"Siapa yang buntuti kamu, aku sama Revan juga ingin makan siang, dan nggak taunya ketemu kamu di sini," jawab Ray beralasan.


"Pandai sekali, padahal dia buntuti aku," batin Rara.


"Halo Raya," sapa Revan


"Halo pak Revan," balas Raya dengan tersenyum.


Mereka kini makan bersama, dan tak jauh dari Mereka makan nampak Sheryl dan Riad juga makan di tempat yang sama.


Tak sengaja Rara melihat Sheryl lagi manja-manja dengan Riad.


"Sheryl," ucap Rara


Ray yang berada di sebelah Rara ikut melihat Sheryl.


"Bukankah itu calon istri Raka, mengapa bersama lelaki lain?" tanya Ray pura-pura tidak tau.


"Iya, dia kok bersama pria. Dan cowoknya ganteng banget sih." Rara memuji Riad dan ini membuat Ray memanas.


"Siapa yang menyuruh kamu memuji pria lain di depan aku," bisik Ray yang membuat Rara merinding.


Mulutnya memang spontan bicara, tapi memang Riad sungguh tampan, tampannya orang Arab.


"Tapi tetap ganteng kamu kok sayang, dia nggak ada apa-apanya," bujuk Rara.


"Yakin?" tanya Ray


"Yakinlah," jawab Rara dengan menggaruk kepalanya yang nggak gatal.


Sheryl dan Riad yang sudah selesai ingin keluar dan melewati meja R4( Ray, Rara, Revan dan Raya ).


"Hey Rara ketemu lagi di sini," sapa Sheryl


Riad yang ingin menyapa Ray dan Revan di kode Revan untuk diam.


"Oh ya kenalin, ini calon suami aku. Dia ini seorang CEO lo." Sheryl membanggakan Riad di depan mereka dan ini membuat Ray tersenyum sinis.


"Wanita bodoh," gumam Ray


Sheryl yang mendengarnya tentu tak terima,


"Hey jangan bilang aku bodoh, dia ini sebelas dua belas dengan mu lah pak Raymond yang terhormat," katanya dengan kesal.


"Mungkin lebih kaya pasangan kamu Sheryl siapa tau dia sultan minyak di negaranya," sahut Revan yang ikut kesal.


Sheryl yang tidak ingin debat memutuskan untuk segera pergi.


Riad menganggukkan kepala pada Ray dan juga Revan.


"Lihatlah Raka wanita yang kamu pilih, selingkuh di belakang kamu, ini mungkin balasan buat kamu yang dulu selingkuh di belakang aku,"


Halo kak, untuk komennya bagus-bagus bgt kak. Sayangnya aku cuma bisa milih satu.


ini ya kak koment yang aku pilih.


untuk yang belum terpilih nanti siapa tau kepilih kuis selanjutnya ya kak.


Tapi untuk semua yang sudah berkenan komen maksih bagt ya kak, untuk semua yang sudah dukung aku terima kasih bagt.🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️😘


jangan lupa koment, like, hadiah dan juga vote nya ya kak🤗😘❤️makasih.


untuk yang menang hubungi aku ya, bisa lewat grub, chat pribadi aku di NT atau lewat wa ini nomor aku 085655935011.

__ADS_1



__ADS_2