
Rara sungguh bingung dan bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi?
Flashback
Revan dan Rehan yang sudah sampai di rumah sakit segera berlari menuju resepsionis dan bertanya.
Setelah mendapatkan informasi mereka berlari menuju ruang ICU, di sana ada Leo dan bodyguard Rara yang berdiri di depan ruang ICU.
"Leo," teriak Rehan
Leo menoleh dan dia nampak kaget dengan kehadiran Rehan menantu Ken Steven.
"Rehan," kata Leo
Rehan dan Revan bertanya pada Leo apa yang sebenarnya terjadi.
"Ray mengalami hipotermia," jawab Leo
"Apa! dia kena hipotermia?" teriak Rehan karena kaget.
"Kok bisa!" Revan juga tak kalah kaget.
Leo menceritakan semua pada Rehan dan Revan,
"Dia sampe rela berdiri di tengah badai salju demi mendapatkan maaf dari Rara!" kata Revan kaget.
"Iya," sahut Leo
"Lantas Rara bagiamana?" tanya Revan
"Tidak usah bertanya sudah dapat ditebak kalau Rara membiarkan Ray di tengah salju hingga dia mengalami hipotermia berat karena kalau hanya ringan tidak mungkin dia sampai masuk ICU," sahut Rehan.
Leo hanya diam kerena tebakan Rehan benar adanya.
Rehan dan Revan menerobos masuk dalam ruang ICU, dia melihat Ray dengan detak jantung semakin melemah.
Rehan dan Revan sedih melihat atasan sekaligus sahabatnya berbaring lemah seperti ini.
"Ray, kalau kamu tidak bangun Leo akan mengambil Rara dari tangan kamu," kata Rehan
Dia mencoba mengakali alam bawah sadar Ray dengan berkata-kata yang bisa membuat Ray marah.
__ADS_1
"Apa kamu rela melihat anak kamu memanggil Leo dengan sebutan papa?" imbuh Revan
"Kalau kamu sampai tidak bangun, menangis lah di akhirat sana, kamu mati dengan sia-sia karena Rara akan menjadi milik orang lain yang artinya kamu selama ini menjaga jodoh orang lain," kata Rehan.
"Pengorbanan kamu akan sia-sia dan enak di Leo," imbuh Revan.
Leo yang menyusul tak terima kalau Revan dan Rehan membawa-bawa namnya.
"Kalian berdua kenapa membawa-bawa aku," protes Leo
Rehan dan Revan tidak menggubris protes Leo.
Rehan yang melihat layar elektrokardiograf sangat kaget karena detak jantung Ray naik.
"Lihatlah Revan," kata Rehan
"Dalam keadaan kritis dia tidak Rela kalau istrinya dimiliki orang lain," sahut Revan.
"Aku tidak akan menggantikan Ray karena Rara hanya mencintainya," kata Leo yang membuat detak jantung Ray menurun.
Rehan yang kesal pada Leo meminta Revan untuk menutup mulut Leo.
"Mohon kerja samanya," kata Revan yang tentu membuat Leo memberontak.
"Tak akan aku biarkan kamu memilikinya Leo, sampau kapan pun dia tetap milik aku," ancam Ray dengan lirih mengingat kondisinya yang belum stabil.
Mereka semua sangat senang karena Ray melawati masa kritisnya. Tak disangka bualan Rehan dan Revan membuat alam bawah sadar Ray merespon dengan cepat. Dia yang tidak rela kalau Rara dimiliki orang lain sehingga Ray bangun.
Setalah Ray bangun, Rehan memanggil dokter untuk memeriksa Ray.
Tak lupa dia meminta Leo untuk meminta air hangat pada suster.
"Mintalah air hangat pada Suster," titah Rehan yang langsung dilaksanakan oleh Leo.
Tak berselang lama Leo datang dengan membawa segelas air hangat.
"Minum dulu Ray biar tubuh kamu hangat," kata Rehan
Ray segera meminum segelas air hangat yang dibawakan oleh Leo hingga habis.
Setelah diperiksa oleh Dokter, Ray dipindahkan ke ruang perawatan tentu Revan, Rehan dan Leo mengekor suster yang membawa Ray.
__ADS_1
"Mana Rara?" tanya Ray
"Dia di rumah," jawab Leo
Ray nampak sedih karena Rara tidak ke rumah sakit.
"Kenapa?" tanya Rehan
"Dia masih belum memaafkan aku, padahal aku udah segala cara untuk membujuknya hingga aku seperti ini," jawab Ray
Rehan dan Revan turut prihatin tapi apa yang bisa mereka lakukan.
Tiba-tiba Revan memiliki ide untuk membohongi Rara dengan begitu mungkin Rara mau memaafkan Ray.
"Pura-pura lah mati," kata Revan
"Apa maksud kamu?" tanya Rehan
Revan akhirnya menjelaskan pada Rehan dan Ray dengan tersenyum senang mereka menatap Leo.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu," kata Leo yang curiga dengan tatapan serta senyuman ketiga orang di depannya.
"Kamu akan membantu kami Leo karena sekarang kamu lah yang dekat dengan Rara," ucap Rehan.
"Tapi aku bisa dipecat bila ikut drama kalian," sahut Leo
"Ayolah Leo, please!" Ray memohon pada Leo supaya mau membantu drama mereka.
Melihat wajah melas Ray akhirnya Leo bersedia membantu Ray meski dia tau karena Rara pasti akan marah dengan semua ini.
"Kenapa harus menggunakan cara sesat seperti ini sih," gerutu Leo
Leo pun menghubungi Rara dan mengatakan kalau Ray telah meninggal.
"Sudah puas kalian," omel Leo
"Belum, karena setelah ini kamu harus bersandiwara lagi," ucap Revan
"Tenang kami akan mentraktir kamu ngopi nanti," sahut Rehan.
Leo yang sudah masuk dalam sandiwara mereka akhirnya mau nggak mau melanjutkan sisa pekerjaannya yaitu berdrama saat Rara datang.
__ADS_1
Flashback off.