
Sontak Leo dan Riana bersamaan menatap Rara.
"Tapi Ra," protes Leo
"Udah ini perintah jadi jangan banyak protes dan untuk kak Riana jangan protes juga karena ini cara aku untuk menyenangkan kakak." Leo dan Riana hanya bisa terdiam tanpa bisa protes.
Mereka hanya bisa menggerutu di hati masing-masing.
Rara naik mobil dulu sedangkan Leo masih berdiri di samping Riana.
"Leo, kamu mau berdiri di situ saja?" teriak Rara
Leo segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya.
"Jangan pernah memanggil namaku Aurora jika tidak bisa membuat kalian bersatu," batin Rara dengan tersenyum licik.
Leo menatap Rara dari kaca spion.
"Aku cukup tau apa maksud kamu, tapi aku sangat tidak tertarik sama Kakak kamu karena yang ada di hati aku adalah dirimu," batin Leo
Rara yang tau kalau Leo memperhatikannya jadi salah tingkah.
"Kamu kenapa Leo?" tanya Rara
"Aku heran saja kenapa kamu mau menjodohkan aku dengan kakak kamu," jawab Leo
"Supaya kamu tidak jomblo terus dan supaya kamu bisa melupakan aku," sahut Rara
Leo tertawa mendengar kata-kata Rara
"Aku cukup tau diri Ra, kemarin aku berkata seperti itu supaya Ray bangun. Aku tidak tega melihat kamu menangis," timpal Leo
"Tapi rasa kamu tetap salah Leo," ucap Rara
"Aku tau, tapi ijinkanlah nama kamu tetap di hati aku Ra," kata Leo yang membuat Rara terdiam.
"Aku akan bersikap profesional kamu tenang saja," imbuh Leo dengan tersenyum.
"Iya Leo," sahut Rara
__ADS_1
Rara melemparkan tatapannya keluar jendela dia sungguh tidak enak pada Leo. Bagaimanapun juga Leo sangat sayang padanya. Leo selalu bisa dia andalkan, saat dia ada masalah Leo lah yang selalu ada buatnya.
"Maafkan aku Leo karena tidak bisa membalas cinta kamu tapi aku bahagia dan nyaman dekat dengan kamu, saat denganmu aku serasa memiliki seorang kakak yang selama ini tidak aku dapat dari kak Riana," batin Rara.
Riana memang kakak Rara tapi Riana sibuk dengan sekolahnya. Riana memilih sekolah favorit yang berada di luar kota daripada sekolah yang berasal di dalam kota.
Tak terasa mobil telah masuk perusahaan R.A grup, Leo segera turun dan membukakan pintu.
"Silahkan Nyonya," kata Leo
Saat di kantor Leo bersikap profesional attitude bawahan pada atasan kini dia pakai tidak seperti di rumah.
Meeting besar di adakan saat ini. klien dari timur tengah mendadak semalam datang ke US untuk berunding sendiri dengan Pimpinan R.A grup.
"Kami akan mengucurkan dana sesuai dengan yang kita sepakati dulu, kalau tenyata proyek membutuhkan dana lebih itu bukan tanggung jawab kami," kata Rara dengan tegas.
Semua klien timur tengah nampak kesal dengan kata-kata Rara, mereka jauh-jauh dari timur tengah berharap Presdir R.A Grup mau mengucurkan dana lebih namun kini mereka harus gigit jari.
Kesalahan perhitungan dana di awal membuat mereka merugi.
Beberapa dari mereka protes namun Rara tetap bersikeras untuk tidak memberikan dana tambahan.
"Kalau Anda ingin membatalkan kerja sama ini otomatis anda harus mengembalikan dana kami dan membayar denda atas pemutusan kerja sama secara sepihak," kata Rara yang lagi-lagi membuat perusahaan timur tengah tidak berkutik.
"Leo karena tidak ada kerjaan antar aku pulang dan ingat jangan lupa nanti sore antar kak Riana," pesan Rara.
"Baik nyonya," sahut Leo.
***********
"Kak, Leo sudah datang," kata Rara
"Aku tu males Ra kalau jalan ma dia," sahut Riana dengan lemas
"Udah, pergi saja. Jangan buat aku jelek di mata mama dan papa karena tidak mengajak kakak berkeliling di sini," bujuk Rara
"Baiklah baiklah, as you wish," timpal Riana lalu berjalan keluar rumah.
Nampak Leo menunggu di teras.
__ADS_1
"Ayo, kita berangkat," ajak Riana
Tanpa berkata apa-apa Leo berdiri lalu berjalan menuju mobilnya.
"Leo titip Kakak aku," teriak Rara
Leo hanya mengangkat ibu jarinya yang tandanya Ok.
Kini mereka berdua sudah masuk mobil dan Leo juga sudah mulai melajukan mobilnya.
"Kita mau kemana?" tanya Leo
"Masak aku tau kota ini," jawab Riana dengan kesal.
"Ya kan barangkali kamu mau ke kuburan," sahut Leo dengan santai
"What! ngapain ke kuburan! bener-bener kamu tu ya," maki Riana
"Kan aku bilang barangkali," timpal Leo
Riana yang kesal melemparkan tatapannya keluar jendela sedangkan Leo fokus menyetir dan tak terasa mereka sudah jauh keluar kota California.
"Ini daerah mana?" tanya Riana
"Entah," jawab Leo
"Kamu nggak berniat macam-macam kan Leo?" tanya Raina
"Nggak minat aku sama kamu," jawab Leo
Lama berkendara kini mobil Leo telah sampai di sebuah pantai.
"Sana bermainlah di pantai, aku mau tidur," kata Leo lalu dia memposisikan jok mobilnya supaya enak dibuat tiduran.
"Kamu itu apa apaan sih Leo," maki Riana
Leo menghela nafas
"Lalu kamu mau aku menemani kamu," sahut Leo
__ADS_1
Riana yang kesal turun dari mobil Leo lalu berjalan menuju bibir pantai.
"Dasar laki-laki sinting, gila, tak waras. Ra Rara bisa-bisanya kamu menjodohkan aku dengannya," umpat Riana