
Ray yang tidak terima membogem Leo sehingga Leo yang tanpa persiapan langsung tersungkur di tanah.
"Brengsek kamu Ray," umpat Leo yang tidak terima
Leo langsung bangun dan membalas perbuatan Ray wajah Ray yang bonyok semakin bonyok.
"Kamu telah mengambil istriku," maki Ray
"Bukan, tapi kamu yang menyakitinya," sahut Leo
Bug
Bug
Bug
Mereka berdua saling baku hantam sedangkan Rara hanya berteriak supaya mereka berhenti.
"Cukup!" teriak Rara namun tidak digubris.
"Mana sih petugas keamanan di sini," kata Rara dengan panik.
Ray yang tidak kuat melambaikan tangannya
"Bentar Leo kita istirahat dulu," kata Ray
"Ok, aku juga lelah," sahut Leo dengan ngos ngosan.
"Udah berhenti berkelahinya?" tanya Rara
"Break dulu," jawab Ray
Rara yang kesal meninggalkan kedua bule tersebut di parkiran.
Dia memeriksakan sendiri jahitannya saat melahirkan kemarin.
Setelahnya saat Rara keluar dia sudah tidak melihat Ray maupun Leo.
"Kemana mereka," gumam Rara
Rara bertanya pada orang di sana dan mereka bilang kalau Ray dan Leo dibawa masuk oleh suster.
Rara kembali masuk ke dalam rumah sakit, dia melihat Leo dan Ray berada di UGD.
"Habis ini berkelahi lagi," omel Rara
"Sayang bisakah kamu malam ini merawat aku?" tanya Ray
Lagi-lagi ingatan akan Raisa saat itu datang kembali sehingga Rara menolak untuk merawat Ray.
"Bawa saja Raisa bersama kamu, bukankah dia lebih bisa membuat kamu nyaman daripada aku," jawab Rara dengan kesal.
"Maafkan aku, tapi malam itu aku tidak tau kenapa dia berada di sana," ucap Ray membela diri
__ADS_1
"Ya karena dia peduli dan nyaman ma kamu, kamu telah memberikan kenyamanan padanya sehingga dia merasa kalau dia memiliki kewajiban menjagamu dan mengalahkan aku yang berstatus istrimu," maki Rara
"Sayang aku janji akan melakukan apapun yang kamu mau. aku akan memanjat pohon asem, aku akan mengabulkan keinginan kamu yang tidak aku kabulkan sebelumnya," bujuk Ray
"Terlambat, aku sudah tidak mau apa-apa lagi darimu," kata Rara dengan tatapan yang kecewa.
Dia masih kecewa dengan Ray
"Aku hanya tidak ingin kamu mengganggu aku," kata Rara
"Mana boleh seperti itu," protes Ray
"Sudahlah," sahut Ray
Rara yang tidak ingin berdebat lagi dengan Ray memutuskan untuk pergi
"Ayo Leo kita pergi," titah Rara
"Baik bos," sahut Leo
Ray mengikuti Rara dan Leo, dia mencoba meminta maaf pada Rara namun Rara tidak menggubris Ray.
Rara dan Leo pergi meninggalkan Ray.
"Arrrgg brengsek," umpat Ray
Ray yang merasa badannya benar-benar sakit memutuskan untuk opname di rumah sakit daripada ada apa-apa dengannnya.
Di mobil Rara nampak terdiam sehingga Leo mengeluarkan suaranya.
"Baik kok," jawab Rara
"Maaf ya Leo gara-gara kataku tadi kamu dan Ray bertengkar," Imbuh Rara meminta maaf
"Tidak apa-apa," ucap Leo
"Tapi apa benar kamu nyaman sama aku?" tanya Leo
"Siapa sih yang nggak nyaman sama kamu, kamu itu selalu ada buat aku, tanggap, cepat dalam menyelesaikan masalah dan lain-lainnya," jawab Rara
"Tapi bukan nyaman seperti Ray dan Raisa Leo, tadi aku bicara begitu karena ingin membalas Ray," imbuh Rara.
Leo tersenyum mendengar kata Rara, dia cukup paham akan hal itu. Cinta Rara kepada Ray sangat besar jadi apalah arti dirinya bagi Rara selain asisten andalannya.
"Aku cukup tau diri Ra, asal bisa melihat kamu tersenyum itu sudah cukup bagiku," batin Leo.
Rara yang lelah memejamkan matanya dan tak sengaja dia malah tertidur beneran.
Tak berselang lama mobil telah sampai di rumah Rara.
Leo yang tidak ingin membangunkan Rara memilih menggendongnya.
Dengan pelan Leo membawa Rara masuk, kamar Rara di rumahnya adalah kamar pribadi dia sendiri jadi Leo berani masuk ke dalam kamar Rara.
__ADS_1
Perlahan Leo menidurkan Rara di tempat tidur, entah keberanian darimana Leo berani mengecup kening Rara.
"I love you," kata Leo.
Di sisi lain Revan dan Rehan ngobrol terkait Ray, mereka heran kenapa hingga dua Minggu Ray tak kunjung kembali bahkan laporan rumah sakit dan Perusahan tidak dicek sama sekali.
"Apa mati tu orang," kata Rehan dengan kesal
Revan tertawa ngakak
"Dia lagi ke barat mengambil hati sang istri," sahut Rehan
"Kelihatannya dia tidak berhasil," timpal Rehan
"Apa perlu kita bantu, perusahaan tanpa dia juga agak kacau karena banyak klien yang ingin bertemu langsung dengannya," kata Revan
"Baiklah besok kita berangkat," sahut Rehan
"Para istri gimana?" tanya Revan
"Tinggal saja kasian para baby," jawab Rehan.
Rehan dan Revan rencananya menyusul Ray untuk membantunya karena sudah dipastikan kalau Ray belum bisa menyelesaikan misi ke baratnya untuk mengambil hati Rara.
***********
Tiga hari berlalu saat ini Amerika tengah dilanda musim dingin sehingga salju turun dengan lebat.
Ray yang tidak menyerah berusaha menunggu lagi di depan rumah Rara.
"Sayang aku akan menunggumu di sini sampai kamu mau keluar," teriak Ray yang bisa didengar oleh Rara.
"Di luar hujan salju, apa tidak sebaiknya kita suruh Ray masuk," kata Leo
"Biarin saja," sahut Rara yang seakan tidak peduli.
Bolak balik Rara melihat luar pagar rumahnya, dia melihat Ray berdiri dengan tubuh penuh salju.
"Pergilah, jangan siksa dirimu," batin Rara
Leo yang tau kalau Rara galau hanya tersenyum.
Inilah resiko mencintai istri orang karena sudah dipastikan cintanya akan bertepuk sebelah tangan.
Apakah Leo sama seperti Ken Steven? yang menjaga cintanya sampai dia melajang seumur hidup? entahlah.
Ray sudah kedinginan dia sudah tidak tahan berdiri lebih lama lagi.
"Sekeras inikah hatimu sayang," katanya
Dengan sisa kekuatannya Ray mencoba berteriak lagi namun suaranya tidak sekeras tadi, kini pandangannya sudah gelap.
Bug,
__ADS_1
Ray terjatuh karena sudah tidak kuat menahan dinginnya salju.
Beberapa penjaga yang tidak tega pada Ray memutuskan membawa Ray masuk.