Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Resepsi


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu, Rara dan Ray harus pamit karena mereka harus pulang ke rumah orang tua Rara.


"Salam untuk mama kamu Ray," kata Ken Steven


"Iya paman," sahut Ray lalu memeluk Ken Steven begitu pula dengan Rara.


Tak lupa mereka juga berpamitan pada Rea dan Rehan.


"Kamu kapan balik Rehan?" tanya Ray


"Minggu depan Ray," jawab Rehan


"Iya, secepatnya kembali rumah sakit tidak ada yang mengurusi kalau kamu lama-lama di sini," timpal Ray.


Ken Steven memberikan kunci rumah mendiang orang tua Rara, selain itu dia juga memberikan kunci rumah yang baru dibelinya, yaitu rumah mewah dan megah yang berada di Beverly Hills.


"Kalau kamu ke Amerika kamu bisa menempati rumah-rumah ini Ra," kata Ken Steven


"Terima kasih paman, nanti sebelum pulang Rara akan melihat rumah yang baru paman belikan," timpal Rara.


Ray dan Rara masuk ke dalam mobil.


"Sampai jumpa paman, Rea dan Dokter Rehan." Rara melambaikan tangannya pada Ken Steven, Rea dan juga Rehan.


Mereka menempuh waktu lima jam untuk sampai di rumah orang tua Rara.


Saat mobil Ray masuk semua pelayan berbaris di depan untuk menyambut Ray dan Rara.


"Selamat datang tuan dan nyonya muda," sapa seluruh pelayan


"Selamat datang," balas Ray


"Mana mama dan papa?" tanya Ray kemudian


"Nyonya dan Tuan besar belum pulang Tuan muda oleh sebab itu kami disuruh menyambut Tuan dan Nyonya muda," jawab kepala pelayan.


Ray dan Rara yang lelah memutuskan untuk istirahat ke kamar.


Rara yang sedari tadi mengurusi perusahaan langsung merebahkan dirinya di tempat tidur dan baru sebentar saja dia telah terlelap.


Ray menatap wajah istrinya yang lelah, dia mengusap pipi sang istri.


"Kamu pasti sangat lelah sayang, memikirkan perusahaan kamu. Memang tanggung jawab seorang Presdir itu besar sekali," ucap Ray lalu mengecup kening istrinya.


Ray menyelimuti tubuh istrinya, saat ingin menyusul istrinya dia mendengar pintu kamarnya diketuk.


"Para pelayan ini, kan sudah aku bilang kalau aku tidak ingin diganggu," gerutu Ray lalu menuju pintu.


Saat pintu dibuka dia melihat mamanya berdiri di depan pintu.


"Mama sudah pulang?" tanya Ray


"Iya, mana Rara?" jawab dan tanya mama Ray

__ADS_1


"Tidur ma, mungkin kecapekan. Tiga hari ini dia sungguh sibuk," ungkap Ray


"Kasian, ya sudah biarkan dia tidur," sahut mama Ray


"Iya ma, kami istirahat sebentar. Nanti makan malam Ray dan Rara keluar," pinta Ray


"Baiklah, mama juga mau istirahat. Beberapa hari ini juga sibuk," timpal Mama Ray lalu pergi meninggalkan kamar Ray.


Awalnya Ray ingin tidur namun matanya sulit untuk terpejam, tiba-tiba pikiran negatif datang dan merasuk ke dalam otak Ray.


"Nggak nggak, aku nggak boleh memiliki pikiran seperti itu. Aku percaya pada istri aku," ucap Ray mencoba mengeluarkan pikiran negatif yang hinggap di kepalanya.


Waktu berlalu, dua jam kemudian Rara terbangun dari tidurnya yang nyenyak. Melihat Ray sudah rapi membuat Rara segera beranjak, dia langsung mandi dan mengganti pakaiannya.


"Kenapa aku tidak dibangunkan?" tanya Rara


"Karena tidur kamu sangat nyenyak sayang," jawab Ray


"Mama, papa sudah pulang?" tanya Rara lagi


"Sudah, ayo kita turun untuk makan dan menemui mereka," jawab Ray


Rara dan Ray makan, lalu mereka menemui mama dan papa mereka di ruang kerja.


Mereka membahas resepsi yang akan digelar, karena mama dan papa Ray meminta pengadaan resepsi di US.


"Baiklah ma, pa tapi setelah resepsi di sana," kata Ray


"Iya nggak papa," sahut mama Ray


Mama dan Papa saling pandang, dia tidak menyangka Rara akan menyetujui kerja sama yang mereka tawarkan.


"Thanks Ra," kata Papa


"Sama-sama," timpal Rara.


*************


Waktu cepat berlalu, Rara dan Ray telah menyelesaikan Prewed mereka. konsep prewed mereka adalah alam, mereka memilih empat tempat pengambilan gambar yaitu pantai, gurun, air terjun dan gunung.


Selama empat hari mereka melakukan pemotretan dan setelah selesai mereka pamit ingin bulan madu.


Mereka rencannya akan berbulan madu ke Alaska dan Kanada.


Rara sengaja memilih tempat ini karena dia ingin melihat Aurora, fenomena alam yang sama seperti namanya.


"Kamu bisa main ski?" tanya Ray


"Nggak bisa," jawab Rara


"Sayang, aku nggak mau keluar. Di sini sungguh dingin sekali," kata Rara


"Ya sudah kita di sini saja, tapi katanya kamu mau melihat Aurora Borealis," sahut Ray

__ADS_1


"Iya, tapi dingin sekali di luar," timpal Ray


Memang Alaska adalah negara bagian Amerika yang terletak paling Utara sehingga suhunya sangat dingin.


Setelah seminggu di Alaska, Ray dan Rara meluncur ke Kanada, mereka mengunjungi air terjun Niagara yang merupakan air terjun terbesar di dunia.


"Wow Amazing sayang," ucap Rara yang takjub akan keindahan air terjun ini.


Ray memeluk istrinya dari belakang, dia sungguh bahagia melihat wanita yang dia cintai bahagia seperti ini.


"Terima kasih sayang," ucap Rara.


Dua Minggu berlalu, waktunya untuk kembali ke tanah air.


Ray segera menyiapkan persiapan resepsi pernikahan mereka tak hanya Ray Rea dan Rehan juga.


Jadwal resepsi Ray dan Rara tiga hari lebih dulu daripada Rea dan Rehan.


"Kamu kapan nikah Revan?" tanya Rehan saat dia mengunjungi apartemen Revan untuk memberinya undangan.


"Setelah kalian resepsi, sebulan kemudian aku menyusul," jawab Revan


Rehan dan Revan mengobrol hingga malam, karena takut dimarahin Rea, Rehan pamit untuk pamit.


Kini hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, sebuah acara resepsi megah digelar, ga tanggung-tanggung biaya yang dikeluarkan mencapai angka yang fantastis.


suvenir mewah telah disiapkan untuk tiga ribu undangan, tak hanya dalam negri tamu Ray juga datang dari luar negri termasuk Leo.


Leo datang dari Amerika untuk melihat atasannya jadi ratu semalam. Meskipun kesal namun Ray tetap menyambut Leo.


Ray dan Rara seperti panen hadiah, kartu ucapan dari mana-mana.


Hadiah mereka mulai mobil mewah, rumah, uang, emas, perhiasan, tas dan banyak lainnya.


"Kamu bahagia sayang?" tanya Ray


"Sangat, sangat bahagia. IM very very happy," kata Rara dengan mata yang basah.


Rara terharu dengan pesta megah yang telah Ray siapkan.


Acara berlangsung sangat meriah, semua sangat bahagia sebahagai sang pengantin.


Dan kini tiba di ujung acara, Ray dan Rara memegang bunga yang rencannya mereka akan melemparkan bunga tersebut.


"One two three," teriak Ray dan Rara


Dan ternyata yang mendapatkan bunga tersebut adalah Leo.


Malam kak, masih sibuk lebaran ya. hehe


Ini untuk season pertama sudah selesai, dan untuk season kedua aku lanjut di novel ini ya.


Nanti Season kedua menceritakan kehidupan Rara dan Ray setelah menikah.

__ADS_1


🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2