Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Puasa


__ADS_3

"Aaaaaauuum," Rara menguap dan langsung mendaratkan pukulan tangannya di wajah Ray.


Tentu hal ini membuat Ray kesakitan.


"Aaaauuwwww," teriak Ray


Rara segera beranjak dan mencoba mengelus wajah Ray, mama dan papanya yang baru keluar kamarnya berdehem mengira Ray dan Rara sedang enak-enakkan.


"Astagfirullah Ra, ngapain?" tanya mama


"Ini mama mertua, saya ditabok ma Rara," jawab Ray


"Kok begitu sih Ra, kenapa ditabok. kamu kan lagi puasa?" kata mama Rara


"Nggak sengaja ma," timpal Rara.


"Lebih baik kalian bersiap, kan ini sudah jam sembilan," titah papa


"Kan saya bosnya papa mertua, jadi ya berangkatnya suka-suka," sahut Ray.


Kini Ray dan Rara sudah bersiap, untung Ray menemukan baju ganti di mobilnya sehingga dia tidak perlu pulang untuk ganti baju.


"Sayang kamu datang ke kantor telat sekali," kata Ray mencoba mengurai keheningan diantara mereka.


"Jangan bilang mau hukum aku, ingat sekarang lagi puasa," sahut Rara


"Astaga aku lupa," timpal Ray


"Ya sudah hukumannya setelah buka puasa," imbuh Ray dengan tertawa.


Rara memijat pelipisnya, kelihatannya Ray memang tidak ingin melepaskan Rara meskipun ini bulan puasa.


"Mana boleh, kan setelah buka kita sholat tarwih," ucap Rara


"Ya setelah tarwih." Rara terus saja menjawab sehingga Rara kini bingung mau membalas apa.


Rara menghela nafas, entah bagaimana nasib dirinya dan keliahatannya puasanya bulan ini jadi puasa yang bolong-bolong pahalanya karena Do raymond.


Sikap Ray berbanding terbalik dengan Raka. Bulan Romadhon setahun yang lalu saat Rara masih bersama Raka, dia dan Raka hanya beberapa kali saja mereka melakukan hubungan badan, cium peluk hampir tidak pernah, saat Rara komplain Raka selalu menjawab kalau puasa.


Waktu itu Rara hanya bisa diam dan menerima perlakuan Raka, untuk hubungan badan kadang Rara harus jadi pengemis terlebih dahulu.


Rara tersenyum sinis mengingat nasibnya dulu, satu kata untuk Rara saat itu yaitu bodoh.


Ray yang melihat Rara jadi penasaran, kenapa wanitanya tersenyum sinis sendiri sambil menatap luar jendela.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Ray


Rara yang masih dalam lamunannya tentu tidak mendengar pertanyaan Ray sehingga Ray kini menggenggam tangan Rara.


"Apa yang mau pikirkan, nyonya Ray?" tanya Ray.


Rara tersentak kaget lalu dia menatap Ray dengan tersenyum.


"Tidak ada kok sayang," jawab Rara berbohong


"Bohong, mana mungkin tidak ada," sahut Ray


Rara menghela nafas


"Aku tu mikir pas lebaran nanti, berapa banyak orang yang harus aku kasih angpao," ucap Rara dengan tertawa


"Astaga, puasa saja baru beberapa jam, kamu malah mikir lebaran," timpal Ray


"Hehe iya sayang," kata Rara.


Tak berselang lama, mobil Ray memasuki parkiran. Dia dan Ray berjalan bareng menuju ruangannya.

__ADS_1


Saat bersamaan Revan hendak ke ruangan Ray.


"Jam berapa ini, kenapa kalian baru datang?" tanya Revan


"Revan, apa kamu lupa kalau bos di sini adalah aku," jawab Ray


Revan hanya terkekeh dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Revan mengekor Ray, sedangkan Rara menuju meja kerjanya.


"Pak, sekarang ada meeting dengan klien," lapor Revan


"Sudah kamu siapkan berkasnya?" tanya Ray.


"Sudah," jawab Revan


Kini Ray dan Revan bersiap untuk meeting,saat melihat Rara, Ray menyuruh Revan untuk menunggunya di loby.


"Tunggu aku di loby," titah Ray


"Baik pak," sahut Revan


Rara yang fokus dengan pekerjaannya tidak menyadari kalau Ray sudah berada di belakangnya.


"Sayang," panggil Ray


Rara menoleh dan betapa kagetnya dia Ray berada di belakang kursinya.


"Aku mau keluar dulu, ada meeting penting," pamit Ray


"Oh ya sudah, berangkat saja," sahut Ray


Ray berdecak kesal,


"Selalu begitu, apa nggak ingin mengecup aku," kata Ray yang membuat Rara membola, bagaimana bisa Ray meminta cium saat dirinya sedang puasa?


"Kecup dikit kan nggak papa sih sayang, pahalanya nggak berkurang kok, please," pinta Ray dengan memohon.


Melihat Ray yang memohon membuat Rara tidak tega, "Duh lama-lama iman aku bisa luntur jika terus bersamanya," batin Rara.


Mau nggak mau dia memenuhi keinginan lelakinya.


"Tutup mata," pinta Rara


Setelah Ray menutup mata, Rara mengecupkan tangannya di pipi dan bibir Ray.


"Sudah," ucap Rara


"Makasih sayang," timpal Ray lalu dia beranjak pergi.


Rara yang heran terus menatap Ray yang berjalan keluar.


"Hah, mudah sekali aku bohongi," ucap Rara dengan raut wajah yang sulit diartikan.


Sepanjang lorong Ray nampak curiga kecupan dari Rara namun dia tidak ambil pusing.


Kini dia dan Revan sedang menuju tempat dimana kliennya minta bertemu.


Selepas kepergian Ray dan Revan, Rea datang menemui Rara.


"Halo Ra," sapa Rea


Rara memutar bola matanya dengan malas, pasti Rea ingin mencari gara-gara.


"Ada apa?" tanya Rara


"Sebenarnya ingin menemui calon tunangan aku tapi kok ternyata dia tidak ada," jawab Rea.

__ADS_1


Hati Rara sungguh gatal mendengar jawaban Rea namun dia harus sabar karena sedang puasa.


"Pak Ray keluar," sahut Rara.


"Oh ya tolong diralat ya, calon tunangan kamu itu calon imam aku, nih lihat." Rara menunjukkan cincin yang Ray berikan saat itu.


Rea tertawa ngakak, "Apa guna jika orang tua tidak merestui," katanya


"Mending aku orang tua tidak merestui, daripada Ray yang tidak mau. Masa iya kamu mau tunangan sama papa Ray," sahut Rara yang membuat Rea kesal.


"Awas kamu Ra," ancam Rea


"Awas balik," sahut Rara yang semakin membuat Rea semakin kesal.


Dengan hati yang dongkol Rea keluar dari ruangan Ray.


"Kenapa dia kok yakin sekali kalau dia adalah tunangan Ray," gumam Rara.


"Aaarrrgggggg, lebih baik aku melanjutkan pekerjaan aku daripada mikir sesuatu yang nggak jelas," imbuhnya lalu dia kini memfokuskan diri dengan pekerjaannya.


Di sisi lain, Ray dan Revan sudah tiba di lokasi meeting.


Klien Ray dan Revan telah memesan minuman serta makanan.


"Bisanya kalau meeting aku tidak tertarik sama sekali dengan minuman dan makanan yang klien suguhkan tapi kenapa kali ini aku ingin sekali meminumnya?" batin Ray.


Revan yang muslim tentu bilang terus terang kalau dia sedang puasa.


"Silahkan diminum dulu pak Ray," kata klien mereka


"Saya puasa," sahut Ray


Rehan yang tidak tau kalau Ray latihan puasa tentu heran, Ray adalah non muslim kenapa dia ikut menunaikan puasa romadhon? mungkin begitulah yang ada di pikiran Revan.


"Anda puasa pak?" tanya Revan dengan berbisik


"Ya," jawab Ray


"Kenapa anda puasa? bukankah anda non muslim?" tanya Revan lagi


"Ingin menghormati kalian orang muslim," jawab Ray yang cukup membuat Revan heran.


Revan mengangkat bahunya yang tandanya dia tidak mau tau.


Beberapa waktu berlalu, kini mereka telah membuat deal.


"Semoga kerja sama ini membawa keberuntungan kedua belah pihak," kata Ray lalu menjabat kliennya.


***********


"Pak saya mendapatkan info dari mata-mata kita kalau mama anda merencanakan tunangan anda dengan Rea satu bulan lagi." Revan memberi laporan


Ray nampak kaget namun kemudian dia tersenyum.


"Kebetulan sekali, lihat saja mam apa yang akan Ray lakukan," kata Ray.


Assalamu'alaikum kak,


gimana kabarnya hari ini, baik ya.


Persiapan tarwih nih.


Untuk komen yang menang hari ini adalah komen dari kak Siesoer Reeyantue duh susah bagt namanya🀣🀣🀣


Bagi yang menang hubungi aku ya Kak, untuk yang belum menang jangan khawatir kak, masih ada kuis berikutnya.😁😁😁πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ


__ADS_1


__ADS_2