
Riana sungguh shock melihat sesosok pria yang tidak asing baginya.
Matanya basah karena haru dia sungguh tak menyangka Leo datang di acara wisudanya.
Perlahan Riana melangkahkan kaki ke arah Leo, begitu pula dengan Leo yang juga melangkahkan kakinya ke arah Riana sehingga mereka bertemu di tengah-tengah.
"Kamu beneran Leo kan?" tanya Riana yang masih tidak percaya kalau Leo datang menemuinya.
"Bukan," jawab Leo
"Lalu siapa? tanya Riana
"Lelaki yang terlambat mencintai kamu, lelaki yang tega membohongi kamu, lelaki yang terus merindukan kamu ketika kamu tak bersamaku," jawab Leo dengan menatap Riana dengan lekat.
Riana menjatuhkan air mata yang sedari tadi dia tahan, jawaban Leo sungguh membuat jiwanya melayang jauh hingga langit ke tujuh.
"Kamu kenapa menangis?" tanya Leo
"Aku sungguh terharu dengan jawaban kamu Leo," jawab Riana.
Leo kini yang inisiatif memeluk Riana terlebih dahulu dan lagi-lagi Riana dibuat shock.
"Kamu memeluk aku Le?" tanya Riana
"Iya," jawab Leo
Riana membalas pelukan Leo namun dengan cepat dia melepaskannya.
__ADS_1
"Ini bukan Rara yang memintanya kan? kalian nggak usah kasihan dengan aku," tanya Riana dengan membalikan badan dan sedikit menjauh dari Riana.
Leo menghela nafas dalam-dalam, wajar kalau Riana memiliki prasangka yang seperti itu.
Leo mendekati Riana yang kini membelakanginya kemudian Leo membalikkan badan Riana dengan kedua tangannya.
"Look at me Ri," pinta Leo dengan menatap mata Riana.
Atas permintaan Leo, Riana menatap mata Leo dia mencari kebingungan di mata Leo namun yang nampak hanya mata sayu yang menyimpan kejujuran berbeda dengan mata Leo sebelumnya.
"Semenjak kamu pergi, aku tidak tau apa yang terjadi padaku. Rasa bersalah padamu perlahan menjadi rasa yang aku sendiri tidak tau apa, rasa yang terus menyiksa aku," ungkap Leo
"Bayangan kamu selalu datang masuk ke dalam jiwaku yang rapuh akan cinta yang tak terbalaskan, seakan bayangmu ini memaksa orang yang ada di hatiku keluar dan kamulah yang menggantikannya," imbuh Leo
Riana terdiam sesaat, dia masih takut kalau Leo ngeprank dirinya seperti saat di US dulu
Melihat Riana yang hanya terdiam membuat Leo menghela nafas.
"Mikir," jawab Riana
"Ah kelamaan mikirnya," sahut Leo lalu menyambar bibir Riana.
Riana dibuat shock oleh Leo, bagaimana bisa di tempat umum Leo berani menciumnya.
Tiba-tiba suara sorak riuh terdengar, teman-teman Riana menyoraki Riana dan Leo yang asik berciuman mesra.
Riana yang malu sedikit mendorong tubuh Leo namun Leo enggan untuk melepaskan Riana.
__ADS_1
Lama berpaut akhirnya Leo melepaskannya.
"Gila kamu Le, mereka semua melihati kita," kata Riana
"Biarin saja," Sahut Leo
Karena sudah tidak ada yang dilakukan di kampus Leo mengajak Riana untuk pergi dari kampus.
"Kita pergi yuk," ajak Leo
"Ayo, aku juga mau pulang," kata Riana
"Ya sudah kita ngobrol di tempat tinggal kamu saja," timpal Leo
"Ya sudah ayo," kata Riana lalu pergi dari kampus.
Riana yang masih menyimpan perasaan untuk Leo tentu mau menerima Leo, Riana berbeda dengan Rara, cara berpikir Riana lebih logis, dia tidak suka drama yang ujung-ujungnya menyiksa dirinya sendiri.
Mungkin cewek lain akan menolak Leo mengingat Leo telah membohonginya namun Riana tidak melakukan hal itu mengingat dia masih ada cinta.
Lama di perjalan akhirnya sampai juga di apartemen, Riana meminta Leo untuk masuk dan menunggu di sofa sedangkan dia mau ganti baju.
"Jadi apa rencana kamu selanjutnya Ri?" tanya Leo setelah Riana ganti baju.
"Bekerja Le," jawab Riana.
"Apa kamu mau jika aku menawari pekerjaan?" tanya Leo
__ADS_1
"Apa?" tanya Riana balik
"Pekerjaannya adalah menjadi pendampingku dan menjadi ibu anak-anakku. Jujur Ri, aku nggak mau jauh dari kamu lagi," jawab Leo.