
"Jadi Minggu depan kamu akan kembali?" tanya Leo saat selesai meeting dengan Rara di ruang kerja Rara.
"Iya Leo, nitip perusahaan ya," jawab Rara.
"Baiklah, jangan khawatirkan hal itu," sahut Leo dengan tersenyum.
Rara sebenarnya ingin membahas masalah perasaan Riana pada Leo. Dia ingin Leo mau membalas perasaan Riana meskipun Rara tau kalau Leo tidak mencintai Riana.
"Leo apa boleh aku minta sesuatu?" tanya Rara
"Boleh, apapun permintaan kamu akan aku kabulkan," jawab Leo
"Bisakah kamu membalas perasaan kak Riana?" tanya Rara dengan menatap Leo
Tak hanya Rara, Leo juga menatap Rara sehingga kini pandangan mereka saling bertemu.
Leo nampak bingung, bagaimana bisa Rara menginginkan hal itu jelas dirinya tidak mencintai Rara, kalaupun dia mau itu berarti dia melakukan penipuan terhadap Riana dan juga publik.
"Bagaimana kamu bisa meminta aku untuk melakukan hal itu Ra?" tanya Leo
"Aku hanya tidak tega pada kak Riana Leo," jawab Rara
"Pikiran lagi, jika Riana tau kalau aku berpura-pura mencintainya dia akan sakit bahkan lebih sakit daripada aku menolak cintanya," sahut Leo
Rara membenarkan perkataan Leo, dia diam sesaat.
"Kamu benar tapi setidaknya sampai kami kembali ke negara kami setelah itu urusan kamu," timpal Rara
"Lebih baik aku bersikap seperti biasanya daripada aku membohonginya Ra, kasian Riana kalau tau," ucap Leo
"Baiklah Leo," kata Rara.
__ADS_1
Leo pamit untuk pulang dan saat di bawah dia bertemu dengan Riana.
"Eh Leo, udah selesai meeting?" tanya Riana
"Udah Ri, ini mau pulang," jawab Riana
"Jangan pulang dulu ya kita jalan-jalan dulu," ajak Riana.
"Jalan kemana?" tanya Leo
"Terserah kamu asal tidak ke kuburan," jawab Riana dengan terkekeh.
"Ya sudah ikut ke apartemen aku dulu setelah itu kita jalan-jalan," kata Leo yang membuat Riana bahagia.
Riana menganggap sikap Leo adalah pencerminan dari rasa cinta Leo padahal kenyataannya semua ini karena permintaan Rara wanita yang Leo cintai.
Sesampainya di apartemen, Leo meminta Riana masuk dan menunggunya karena dia akan mandi dan ganti baju.
Bola mata Riana menyusuri setiap sudut apartemen Leo tanpa terkecuali.
Beberapa saat kemudian Leo keluar dengan pakaian kasual.
"Astaga Leo kamu cakep banget berpakaian seperti ini," kata Riana yang membuat Leo tersenyum
"Makasih Ri," sahut Leo
"Jadi kita mau kemana?" tanya Leo kemudian
"Kita di sini saja Leo," jawab Riana
Leo menatap Riana dengan lekat, heran kenapa Riana memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana.
__ADS_1
"Baiklah terserah kamu," ucap Leo dengan pasrah.
"Leo sumpah kamu itu nurut banget sama aku, cinta kamu besar juga Le," batin Riana dengan senyum senyum sendiri.
Leo dan Riana pindah mengobrol di balkon, Riana yang sudah tidak menahan gejolak cintanya mencium Leo terlebih dahulu.
Riana mencium pipi Leo dan ini membuat Leo kaget.
"Kamu mencium aku Ri," kata Leo dengan memegang pipinya.
"Maaf Leo, aku sangat mencintai kamu," kata Riana dengan tersenyum.
Leo nampak tersenyum kecut dia kini diantara dua pilihan yang sulit, berpura-pura menerima cinta Riana atau menolaknya.
"Le, kamu juga mencintai aku kan?" tanya Riana dengan menatap Leo dengan lekat.
Leo menghela nafas kemudian menatap Riana balik.
"Menurut kamu, aku mencintai kamu atau tidak?"
Hai kak, selamat pagi dan selamat weekend ya?
Maaf nih detik-detik tamat beneran jadi agak aku kebut yaππππalurnya sengaja aku cepetin.
Tak bosan-bosan aku meminta pada kak Semua untuk selalu like dan komen, tanpa komen Kak kalian aku serasa hampaπ€£π€£π€£π€£maaf pagi2 udah bergombal Ria.
jangan lupa hadiah dan vote juga ya kakβ€οΈπππππ
Maksih.
Salam cinta dari akuπ€π€π€π€π€π€π€π€π€
__ADS_1