
"Tapi aku tidak asing dengan foto wanita itu Revan," kata Ray
"Apa ini ada hubungannya dengan keluarga Toretto pak?," tanya Revan
"Entahlah, jika memang ada hubungannya dengan keluarga Toretto siapa ya dia?" sahut Ray dengan berfikir keras, dia sungguh bertanya-tanya.
Tak ingin menyerah begitu saja, Ray meminta Revan untuk bekerja lebih keras lagi untuk memecahkan misteri foto tersebut.
"Baiklah pak," sahut Revan sambil melihat foto yang dipegangnya.
Revan dan Ray kembali ke ruangannya masing-masing. Revan sibuk dengan misi baru yang ditugaskan oleh Ray, dia terus saja mengotak atik komputer miliknya.
Dia juga memerintahkan orang untuk mencari tau siapa orang yang ada di dalam foto tersebut.
Lama berkutat dengan pekerjaannya Revan menemukan titik terang, dimana ada beberapa wajah yang mirip dengan orang yang ada di foto.
Tiga orang yang diindentifikasi mirip foto ini dari segi wajah.
Karena sibuk dengan misi barunya, Revan sampai mengabaikan pekerjaannya padahal sore ini semua berkas harus diselesaikan.
Pandangannya kini tertuju ke Rea, "Biar dia saja yang menyelesaikan pekerjaan aku," batin Revan dengan tersenyum licik.
Kini Revan membawa tumpukan berkas dan meletakkannya di meja Rea.
"Rea selesaikan ini semua," titah Revan
"Tapi bagaimana dengan pekerjaan saya pak?" protes Rea
"Selesaikan ini dulu, aku dapat misi penting dari pak Ray jadi kamu selesaikan ini, tinggal cek cek saja dan mengisi laporan," bujuk Revan.
"Baik pak," sahut Rea pasrah.
"Alhamdulillah, akhirnya ada yang handle," batin
"Makasih ya Rea, kamu memang the best," ucap Revan lalu dia keluar ruangannya dan menuju ruangan Ray.
Revan yang selalu melihat adegan dewasa Ray dan Rara menjadi trauma, sehingga kini dia selalu mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.
"Masuk," teriak Ray
Ray mempersilahkan Revan masuk,
"Pak, ada info terbaru, semoga ini bisa membantu mengungkap siapa orang dalam foto tersebut," kata Revan dengan lirih karena takut Rara mendengarnya.
"Kita ke ruang meeting," ucap Ray
Ray dan Revan segera ke ruang meeting lagi, Revan menunjukkan tiga gambar orang yang diidentifikasi memiliki wajah yang mirip dengan yang ada di foto tersebut.
"Ini Risa dari kelaurga Richard, Reva dari kelaurga Anderson dan Resa dari keluarga Admadja," kata Revan sambil menunjuk satu persatu foto ketiga wanita yang ada di laptopnya.
__ADS_1
Ray melihat satu persatu wajah mereka, dan yang memiliki kemiripan paling tinggi adalah Risa dari keluarga Richard.
"Wajah wanita ini sangat mirip dengan wanita yang ada di foto, siapa dia?" tanya Ray
"Dia ada Risa Richard, istri seorang jendral besar yang memiliki kekuasaan mutlak di zamannya, hanya itu saja yang saya dapatkan pak, selebihnya tidak ada keterangan mengenai Risa Richard ini," jawab Revan.
"Dimana dia sekarang?" tanya Ray
"Kemungkinan sudah meninggal Pak, mengingat usianya yang sudah tua," jawab Revan.
"Apa mungkin dia adalah nenek dari Rara?" Berbagai pertanyaan muncul di kepala Ray.
Ray semakin kepo dengan identitas orang yang ada di dalam foto.
"Kenapa anda tidak tanya langsung ke orang tua Rara, siapa Rara sebenarnya?" Revan mencoba memberikan solusi atas kebingungan Ray.
"Jika mereka marah dan tidak mau mengakuinya bagaimana? kan jelas-jelas semua data telah dihilangkan otomatis mereka juga terlibat, karena yang ada adalah data baru Rara sebagai anak kandung mereka," ujar Ray.
"Benar juga," sahut Revan
Mereka berdua sungguh amat bingung memecahkan misteri ini, clue yang didapat juga masih membingungkan.
"Aarrggg dari pada bingung lebih baik kita makan siang, besok kamu cari tahu lagi siapa tau ada clue," kata Ray
"Saya puasa pak," sahut Revan.
"Aku juga," timpal Ray
"Latihan, karena aku akan masuk muslim sebelum menikah dengan Rara," jawab Ray
"Wah, sekarang kita seiman. Ok lah kalau begitu sekalian kita ajak Rehan, kita buka puasa bersama," kata Revan dengan tertawa.
"Nanti puasa lagi," imbuh Revan.
Revan menghubungi Rehan untuk mengajaknya buka bersama, dan Rehan setuju.
Setelah menentukan tempatnya Ray dan Revan berangkat dari kantor sedangkan Rehan berangkat dari rumah sakit.
Entah kenapa Raya meminta Rara untuk menemuinya di sebuah restoran padahal kan Rara kini sedang puasa.
"Ayolah Ra, kamu temenin aku saja. Lagi galau banget nih aku," bujuk Raya.
"Baiklah." Rara akhirnya menyetujui ajakan Raya untuk bertemu di sebuah Restoran.
Rea yang juga non muslim kini mencari tempat untuk makan siang dan secara kebetulan mereka makan di tempat yang sama.
Ketiga pria muda ini makan sambil tertawa, "Dosa kami kamu yang tanggung Ray, kan kamu yang ajak kami untuk buka puasa," kata Rehan.
"Iya, iya," sahut Ray.
__ADS_1
"Kalua Rara tau pasti dia dimarahi," kata Revan
"Memangnya siapa dia berani memarahi aku," sahut Ray
"Yakin nggak takut?" tanya Rehan
"Buat apa takut sama wanita," ucap Ray.
Rara dan Raya yang baru saja sampai masuk ke dalam untuk memesan minuman, "Aku dapet Ra, jadi nggak puasa," kata Raya
"Parah kamu Raya, orang puasa diajak nemenin makan," omel Rara.
Raya dan Rara mengobrol, dan tak sengaja mata Rara menangkap pemandangan indah, yaitu kekasihnya asik makan dengan Revan dan dokter Rehan.
"Bener-bener nih pak Ray, katanya puasa tapi jam setengah satu udah buka, kalah ma bocil," gumam Rara.
"Itu bukannya Revan," gumam Raya.
Rara dan Raya melihat ketiga lelaki yang tak jauh dari mejanya dan tanpa sengaja Revan melihat Raya dan Rara.
"Guys kita ketahuan buka puasa," kata Revan
"Siapa? kan setelah ini kita puasa lagi jadi aman," sahut Rehan.
"Tu, Rara dan Raya melihat kita makan," jawab Revan
Ray menoleh dan benar saja, Rara sudah menatapnya dengan tatapan tak biasa.
Ray melambaikan tangannya, dan Rara serta Raya mendatangi Ray, Revan dan Rehan.
"Bagus ya, nggak pada puasa malah makan di sini," omel Rara.
"Haus dan lapar sayang," sahut Ray dengan terkekeh
"Kamu juga buka puasa?" tanya Ray balik
"Nggak, aku hanya nemenin Raya minum, sekalian kita mengobrol," jawab Rara.
"Sekalian aja ikut buka puasa Ra, nanti puasa lagi setelah ini," bujuk Revan.
"Dasar para saiton," sahut Rara.
Rara dan Raya akhirnya ikut gabung dan mereka asik bercanda bersama. Tak jauh dari sana ada Rea yang menatap mereka semua dengan tatapan yang nggak biasa.
"Bahagia sekali kalian," kata Rea dengan iri.
"Ray itu milik aku Ra, sebulan lagi acara pertunangan kami akan digelar," gumam Rea.
Kemudian Rea berjalan mendatangi Raya, Revan, Ray, Rara dan Rehan.
__ADS_1
"Boleh ikut gabung?" tanya Rea yang membuat R5 menoleh.