
"Tidak, tidak mungkin. Lakukan yang terbaik, aku mohon," pinta Ray dengan menangis.
Mungkin yang bisa dilakukan Ray hanya menangis menyesali semuanya seandainya dia tidak ego dan tidak menuruti rasa nyamannya terhadap Raisa ini mungkin tidak akan terjadi pasti malam ini mereka masih di rumah sambil menunggu hari-hari kelahiran buah hati mereka.
Dokter di dalam berusaha semaksimal mungkin, karena kondisi Rara yang drop apalagi dia juga mengalami pendarahan membuat dokter bingung karena tidak mungkin menyelamatkan keduanya.
Dokter memerintahkan suster untuk bertanya pada Ray.
"Pak mohon maaf kami hanya bisa menyelamatkan satu diantara mereka jadi mana yang harus kamu selamatkan ibu atau anaknya?" tanya suster yang membuat Ray bagai disambar petir.
Dia sungguh bingung harus memilih yang mana, di sisi lain dia mengharapkan kehadiran sang buah hatinya di sisi lain tentu dia tidak bisa kehilangan istrinya.
Ray hanya dia karena shock, suster bertanya lagi namun Ray hanya diam sehingga Leo meminta suster untuk menyelamatkan ibunya.
"Selamatkan ibunya," kata Leo
Ray menatap Leo, bagaimana dia bisa meminta suster untuk tidak menyelamatkan anaknya.
"Brengsek kamu Leo apa hak mu meminta suster untuk hanya menyelamatkan ibunya," maki Ray
"Lalu? apa aku harus mengorbankan ibunya demi bayi yang kemungkinan kecil untuk hidup?" tanya Leo dengan nada yang tinggi.
"Bayi kalian belum waktunya lahir, dia lahir prematur kecil kemungkinan untuk bertahan untuk itu aku memilih supaya mereka menyelamatkan Rara daripada bayi kalian. Lain kali kalian masih buat bayi lagi dan aku berharap semoga kejadian ini tidak terulang lagi," imbuh Leo dengan menyindir Ray
"Apa maksud kamu?" tanya Ray dengan kesal
"Kamu sudah tau maksud aku jadi aku nggak harus menjelaskannya padamu," ungkap Leo
Ray hanya menatap Leo dengan tatapan yang tak biasa, saat bersamaan datanglah Ken Steven dan juga orang tua Rara. Memang Leo tadi konfirmasi pada Ken Steven kalau dirinya ada di rumah sakit karena Rara dioperasi.
"Ada apa ini sebenarnya Ray?" tanya Mama dengan menangis, memang mama sudah curiga saat melihat Rara dengan keadaan pucat tadi pagi
Ray hanya diam saja tanpa menjawab dia sungguh bingung harus menjawab apa.
"Apa kamu telah menyakitinya?" tanya Ken Steven
Lagi-lagi Ray hanya diam sehingga membuat paman Ken Steven yakin kalau Ray memang telah menyakitinya.
"Beraninya kamu menyakitinya Ray," maki Ken Steven dengan menarik kerah Ray
Brawijaya yang melihat langsung melerai,
__ADS_1
"Ini bukan waktunya untuk berkelahi sebaiknya kita berdoa semoga Rara dan bayinya selamat," kata Brawijaya
"Mereka hanya bisa menyelamatkan salah satunya, dan mohon maaf anaknya harus dikorbankan demi menyelamatkan ibunya," sahut Leo
Mendengar kata Leo membuat mama menangis dia tak menyangka akan seperti ini. Anak ini sangat dinantikan oleh Rara tapi kini dia harus kehilangan anaknya.
"Ada apa ini sebenarnya Ray??" tanya Mama dengan histeris.
"Maafkan Ray ma," jawab Ray dengan menunduk dan menangis.
Ken Steven bertanya pada Leo namun Leo memilih diam karena dia tidak ingin ikut campur urusan Rara dan Ray
"Teruslah diam atau aku akan memecat kamu," ancam Ken Steven.
Mau nggak mau Leo menceritakan semua termasuk keinginan Rara untuk menghancurkan perusahaan Raisa.
"Bagus, jadi kamu berniat selingkuh!" Ken Steven menjatuhkan tangannya di pipi Ray
Ray hanya diam saja karena dia tahu kalau dirinya salah, dia sungguh tidak menduga akan serumit ini.
"Ray hanya berteman saja dengan Raisa karena memang ada kerja sama di antara kami," kilah Ray
"Bodoh, berteman dengan lawan jenis itu rancu ke perselingkuhan," sahut Ken Steven.
"Tapi lama-lama akan kejadian," ucap Ken Steven
Saat debat lagi memanas suster berlari dengan membawa bayi mungil Rara yang sangat kecil mereka semua memanggil suster namun suster mengabaikan panggilan mereka karena dia harus segera menghangatkan bayi mungil itu.
Awalnya hanya ibunya yang menjadi prioritas sang dokter namun kelihatannya sang bayi enggan pergi dia berusaha hidup meski kondisinya lemah sekali.
"Ibunya kritis kok," kata Suster
"Kita sudah melakukan yang terbaik hi ngga saat ini ibu dan anaknya selamat saja anugerah namun selebihnya kita kembalikan sama yang maha kuasa," sahut dokter.
Operasi telah usai kini Rara dipindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut mengingat dia masih kritis.
"Mohon maaf kami memang bisa menyelamatkan anak dan ibunya namun keadaan mereka kritis," kata dokter
"Dokter please lakukan terbaik untuk anak dan istri saya," kata Ray
"Pasti pak Ray namun umur hanya milik Tuhan," sahut dokter
__ADS_1
Ray nampak shock dia takut kalau anak dan istrinya meninggalkan dirinya.
Ken Steven dan lainnya memutuskan pulang karena mereka juga masih belum diperbolehkan untuk bertemu Rara.
"Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Rara tangan ini yang akan menghancurkan kamu Ray," ancam Ken Steven
Rehan yang mendapatkan kabar dari pegawai rumah sakit kalau Rara melahirkan pun segera datang menemui Ray dia heran padahal kandungan Rara baru menginjak tujuh bulan kenapa bayi mereka sudah lahir??
"Ada apa sebenarnya menurut dokter Vera kalau kandungan Rara masih tujuh bulan kenapa tiba-tiba lahiran?" tanya Rehan
"Ini semua salah aku Re, andaikan aku tidak mengabaikannya mungkin ini semua nggak akan terjadi," jawab Ray
"Kamu cari masalah Ray, wanita hamil itu sakit Lo mereka mengalami perubahan hormon, emosi dan beban belum lagi ketakutan saat melahirkan bagaimana bisa kamu mengabaikannya?" tanya Rehan
"Entahlah Re, aku malah asik sendiri dengan kerjaan aku dan beberapa kali tidak pulang," jawab Ray
"Apa ini ada hubungannya dengan wanita?" tanya Rehan
Ray hanya mengangguk, "aku nyambung dengannya dan aku merasa nyaman saat bicara dengannya berbeda saat aku di rumah Rara selalu minta ini dan itu, aku sungguh stress," jawab Ray
"Kamu sadar nggak sikap kamu itu menjurus ke perselingkuhan. Pantas Rara shock berat sehingga melahirkan prematur," sahut Rehan
Rehan hanya bisa berharap semua akan baik baik saja. Rara dan bayinya semoga selamat dan segera melewati masa kritisnya.
Rehan meminta dokter untuk selalu memantau keadaan Rara bila perlu ada yang eksklusif menjaganya.
"Re, apa boleh aku menjaganya?' tanya Ray
"Nggak bisa, hanya dokter dan suster saja yang boleh masuk ruang ICU," jawab Rehan
Ray terus memohon sehingga Rehan mengijinkan dia untuk sebentar bertemu Rara.
"Aku antar," kata Rehan
Melihat Rara terbaring dengan banyaknya alat yang menempel di tubuhnya membuat Ray menangis dia tak kuasa melihat sang istri seperti ini.
"Maafkan aku," kata Ray
Entah mengapa saat mendengar kata-kata Ray kondisi Rara semakin memburuk denyut jantungnya menurun dan ini membuat Rehan segera menghubungi dokter yang lain.
Semua dokter dibuat panik,
__ADS_1
"Tolong jangan ganggu pasien dulu atau kita akan kehilangannya," pesan dokter.
"Dalam kritis pun kamu tidak mengijinkan Ray untuk menemui kamu," batin Rehan.