
Serangan air telah diluncurkan oleh Ray, mereka berdua kini saling memburu dan saling mengeluarkan suara-suara gaib yang membuat merinding orang yang mendengarnya.
Ray seakan tak puasnya kalau urusan naik naik kepuncak gunung dan masuk ke hutan milik istrinya, seakan Ray ini diciptakan sebagai dewa bercinta yang selalu menginginkan percintaan setiap waktu.
"Ah terus sayang, lebih cepat," teriak Rara yang akan segera mendapatkan pelepasannya.
Ray memacu pinggulnya dengan cepat, dia ingin supaya sang istri mendapatkan gol nya. Karena motto Ray adalah kepuasan istri adalah tujuan dirinya.
Rara menegang, yang tandanya dia segera mendapatkan pelepasannya.
"Aku dapat sayang," ucapnya dengan lirih karena tenaganya sudah habis.
Ray yang belum mendapatkan pelepasannya melanjutkan aksinya kembali, dia terus memacu pinggulnya dan menyodokkan sosisnya dengan kuat masuk ke dalam sarangnya sedangkan sang pemilik hanya pasrah sambil menikmati setipa sodokan sang suami.
"Aku akan sampai sayang," bisiknya lalu mencium bibir sang istri, dia berpaut sambil terus menyodok.
Ray mendesssaaaahhh hebat, saat cairan putih miliknya keluar dan membuat hutan Rara mengalami banjir bandang.
Ray terkapar tak berdaya di samping istrinya, dia mengambil nafas dalam-dalam sambil menatap langit Amerika.
"Sayang habis ini kita melakukan ronde kedua ya," pinta Ray dengan nafas yang masih belum teratur.
"Baiklah, tapi kita istirahat dulu," sahut Rara.
Setelah puas istrirahat, Ray dan Rara melanjutkan aksi mereka lagi yaitu main air di kolam renang sambil buat baby.
Lagi-lagi Rara digempur dan disodok habis habisan oleh Ray, suara jeritan dan rintihan membuat suasana di kolam renang semakin mencekam, rintihan Rara membuat semakin ngilu, mungkin hewan serangga yang berada di sana pada menjauh karena tidak kuat.
Suara decakan kedua benda yang saling bertemu semakin kencang seiring dengan sodokan Ray yang membabi buta.
"Oh, ah, sayang nikmat sekali," ucap Ray
"Iya, Cepatlah sedikit aku mulai kedinginan," sahut Rara
"Baiklah," timpal Ray.
Sesaat kemudian mereka berdua telah menyudahi aksi panas mereka, Ray dan Rara masuk ke dalam untuk ganti baju.
Karena mereka tidak membawa baju ganti, Ray menghubungi anak buahnya untuk membelikan baju yang banyak sekalian mengambilkan baju kerja Rara di rumah Ken Steven.
Rara yang bosan di rumah meminta Ray untuk membawanya jalan-jalan.
"Baiklah, ayo," ucap Ray dengan tersenyum.
Rara nampak seperti anak kecil yang diajak orang tuanya berlibur, dia sangat senang sekali.
__ADS_1
Rara dan Ray menikmati jalanan di Amerika, Ray membawa Rara berkeliling, dan Rara sungguh senang.
"Nanti setelah urusan kita selesai akan aku ajak ke tempat-tempat yang indah, untuk sementara kita nikmati dulu sekitaran kota di sini," kata Ray
"Baiklah sayang, sekalian kita prewed," sahut Rara
"Iya, dan bulan madu kita," timpal Ray
Rara nampak tersenyum dengan pandangan mata yang keluar kaca mobilnya. Kebahagiannya lengkap sudah, dia kini memiliki segalanya mulai dari orang tua yang sayang, teman yang baik, pasangan yang langka dengan hobi bercinta dan masih banyak lagi.
Dia sungguh bersyukur Tuhan telah mengganti semua yang telah terjadi kepadanya dengan balasan yang tertubi-tubi indahnya.
Hingga Rara tidak memiliki alasan lagi untuk mengeluh.
"Terima kasih Tuhan, atas semua yang engkau limpahkan kepada hamba," batin Rara
Namun diantara semuanya yang paling membuat Rara bahagia adalah lelaki di sampingnya, lelaki yang telah merubah hidupnya jadi berwarna.
"Dan terima kasih padamu juga sayang," batin Rara
Dua jam mengitari kota di negara Paman Sam membuat Ray dan Rara lapar apalagi sebelumnya mereka telah bekerja keras membuat baby.
"Makan yuk," ajak Ray
"Ayok, perut aku lapar sekali," sahut Ray.
Malam berlalu dengan cepat, Ray dan Rara mengobrol di tempat tidur.
"Ingat sayang, besok jangan dekat-dekat sama Leo itu." Ray mengingatkan Rara
"Mana mungkin, kalau dekat berkerja kan wajar," sahut Rara
"Nggak boleh pokoknya!" kata Ray dengan kesal.
"Baiklah-baiklah," ucap Ray pasrah.
Ray meminta jatah kembali pada sang istri dan ini membuat Ray melemas.
"Sayang tadi kan udah dua ronde, masa belum puas sosis kamu," gerutu Rara
"Belum sayang," sahut Ray sambil terkekeh
"Baiklah tapi kamu jangan cemburu besok." Rara mengajukan syarat pada Ray supaya besok tidak cemburu pada Leo.
"Cemburu itu tanda sayang," ucap Ray
__ADS_1
"Tapi jangan buta," sahut Rara
Adegan panas terjadi kembali, hingga menjelang pagi Ray dan Rara masih melakukan aksi panas mereka.
*************
Keesokannya Rara sudah siap dengan pakaian kerjanya yaitu kaos kaos pendek warna merah yang dipadukan dengan Lazer hitam miliknya dan untuk bawahannya dia memilih rok pendek.
"Apa sebaiknya nggak pakai celana saja," Ray memberi ide, bukannya dia tidak setuju namun dia cemburu Rara memakai rok pendek saat datang ke kantor.
"Sayangnya semua rok sayang," sahut Rara
"Apa perlu beli dulu." Lagi-lagi Ray memberikan idenya.
Rara menatap wajah Ray, dia sungguh kesal padahal kemarin dia sudah berjanji kalau tidak akan cemburu buta lagi.
"Semalam bilang apa?" Rara mencoba mengingatkan janji Ray semalam.
Jadi Ray menyodok Rara lagi dengan syarat kalau Ray dilarang cemburu lagi.
"Iya ingat, kan aku cuma mengingatkan kalau nggak pantas kan wanita muslim bersuami tidak boleh mengumbar aurat mereka di depan umum." Ray beralasan aurat padahal kalau kerja di kantornya Rara bebas memakai apa saja.
"Aku sampe susah berjalan Lo sayang gara-gara kamu menyodok aku hingga subuh, dan setelah mendapatkan apa yang kamu mau, kamu mau mengingkari janji kamu semalam?" tanya Rara dengan penuh penekanan.
"Iya iya, aku nggak akan ingkar janji," sahut Ray pasrah meski dia sungguh kesal dengan Leo.
Ray dan Rara berangkat ke kantor, saat masuk ada Leo yang sudah siap dengan berkas-berkas di tangannya.
"Bos, ini berkas yang harus ditandatangani." Leo menunjukkan berkas yang ada di tangannya pada Rara.
"Lebih baik ikut ke ruangan saya Bu, sekalian saya jelaskan," imbuh Leo
"Baiklah, tapi sebelumnya antar saya ke ruangan saya supaya suami saya bisa menunggu di sana," titah Rara
Mereka bertiga menuju ruangan Rara, Rara sengaja tidak mengajak Ray karena pasti Ray akan cemburu.
"Apaan dia menyuruh aku ke ruangannya," ucap Ray
"Jangan-jangan dia mau berduaan di ruangan Si Leo itu," Ray bermonolog dengan dirinya sendiri dalam hati.
Ray yang telanjur berjanji mengikuti keinginan Rara, dia sengaja diam seperti orang sariawan supaya istrinya tidak marah.
"Kamu tunggu di dalam ya sayang," titah Rara
"Kamu baik-baik ya, jangan biarkan orang lain dekat-dekat," sahut Ray dengan mengecup kening Rara lalu dia masuk ke dalam ruangan istrinya
__ADS_1
Leo nampak tersenyum, dia cukup tau kalau Ray tengah cemburu. Namun kembali lagi dalam berkerja kita harus profesinal tidak peduli istri/suami semua harus profesinal.
Ray nampak resah dan gelisah menunggu di ruangan Rara.