
Ngidam demi ngidam yang aneh dan tak lazim terus Rara minta dari sang suami, tentu Ray sangat kesal dengan permintaan sang istri yang terus menerus ngidam aneh.
"Kalau kamu selalu ngidam aneh mending kamu cari sendiri," omel Ray
"Lo Lo kok gitu sih sayang," protes Rara
"La gimana, kemarin ingin ketemu bintang Marvel setelah ketemu kini minta ketemu yang lainnya," sahut Ray
"Sudahlah, lagian itu kan udah tujuh bulan kenapa masih ngidam terus apa jangan-jangan kamu mengerjai aku." Ray terus marah pada Rara dan ini pertama kalinya Ray pergi meninggalkan Rara dan tidak pulang ke rumah.
Rara menunggu Ray semalaman, dia tau kalau dia memang keterlaluan, entah ini keinginan baby mereka atau hanya keegoisannya yang ingin membuat Ray kesal.
"Kamu kemana sih sayang," gumam Rara yang terus melihat jendela.
Dia berharap Ray segera pulang supaya dia bisa minta maaf namun harapannya harus pupus karena hingga pagi menyapa Ray tidak pulang.
Rara yang haus turun ke bawah untuk mengambil minum, dia merasa lemas karena semalaman Rara tidak tidur.
"Anda pucat sekali nyonya," kata art
"Iya, aku merasa lemas sekali," sahut Rara
Saat asik menikmati minumannya ponsel Rara berbunyi, Rara segera mengangkatnya karena dia mengira itu adalah telpon dari Ray namun yang menelpon Rara adalah Leo.
Leo bilang kalau dia dan Ken Steven ada di Indonesia, dia sengaja ikut Ken Steven ke Indo karena banyak hal yang harus dia diskusikan kalau hanya lewat meeting online rasanya kurang puas mengingat R.A grup adalah perusakan besar bagaimanapun juga pertemuan dengan presdir tentu sangat penting.
"Kalau kamu dan paman ada di indo, siapa yang mengurusi perusahaan?" tanya Rara
__ADS_1
"Saya ada kaki tangan bos," jawab Leo.
Awalnya Ken steven ingin langsung ke rumah Rehan dan Rea namun dia lebih memilih menemui Rara terlebih dahulu.
"Kamu pucat sekali Ra," kata Ken Steven
"Mungkin kurang istirahat paman," sahut Rara
"Wanita hamil harus banyak istirahat," pesan Paman Ken Steven
"Iya paman," ucap Rara dengan tersenyum.
Puas temu kangen dengan keponakan tercintanya Ken Steven dan Leo pamit.
"Jaga diri baik baik ya bumil," goda Leo
"Gampang kalau itu," sahut Leo dengan tertawa.
"Paman pamit dulu ya Ra, salam buat Ray dan mama serta papa kamu," kata Ken Steven
"Baik paman," timpal Rara
"Oh ya bos, karena saya tidak lama di sini nanti malam bisa kan minta waktunya untuk membahas Mega proyek kita," kata Leo
"Iya Leo, nanti kamu datang ke sini saja," sahut Rara
Kedatangan Ken Steven dan Leo cukup mengurangi risalah hati Rara namu setelah mereka pergi Rara kembali cemas pada Ray yang nggak pulang.
__ADS_1
"Apa aku ke kantornya ya," gumam Rara
"Baiklah, aku akan kesana." Rara bermonolog dengan dirinya sendiri lalu dia kembali ke kamarnya dan mengganti pakaian.
"Semoga dengan aku datang ke sana, dia tidak marah," gumam Rara
************
"Hey Ray," sapa Revan
"Hey pak Revan," balas Rara
"Ray di ruangannya kan," imbuh Rara
"Iya, tapi ada klien di ruangannya," kata Revan
"Nggak papa, aku akan kesana sebentar," sahut Rara lalu berjalan ke menuju ruangan Ray
Saat masuk ke dalam ruangan Ray memang Rara melihat Ray mengobrol dengan seorang wanita.
"Mungkin ini klien Ray," batin Rara
"Sayang," sapa Rara
Ray dan kliennya menoleh. Rara berjalan menuju sofa dan langsung duduk di samping Ray.
"Lebih baik kamu pulang, kita bicara di rumah," bisik Ray yang membuat Rara sedikit terkejut.
__ADS_1
"Baiklah aku akan pulang, lanjutkan meeting kamu. Maaf jika kedatangan aku mengganggu," balas Rara lalu dia keluar ruangan Ray.