Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Di US


__ADS_3

"Memang persis tokek," sahut Rara


Ray yang kesal langsung menangkap tubuh Rara dan menidurkannya di tempat tidur,


"Sekarang rasakan hukuman kamu," bisik Ray dengan menggigit telinga Rara.


Rara terkekeh, sebenarnya dia malas sekali menerima hukuman mengingat mereka kini di dalam pesawat namun Ray tetap memaksa ingin memberinya hukuman.


"Sayang nanti kalau pesawat mengalami turbulensi gimana sayang," bujuk Rara


"Penyebab turbulensi adalah awan jadi tidak ada kaitannya dengan kita main di tempat tidur," sahut Ray


"Kan siapa tau guncangan kita saat main membuat pesawat ini ikut terguncang apalagi nanti suara-suara yang keluar dari mulut kita," ucap Rara


"Ya nanti kita pake mode silent atau getar supaya tidak mengguncang pesawat," timpal Ray yang membuat Rara menghela nafas, niatnya pingin kabur dari hukuman malah Ray menyuruhnya mode silent atau getar.


"Bearti kita kalau pakai mode getar yang keluar bukan ah ah ah tapi drrrt drrrt drrrt bunyi getar gitu ya sayang," goda Rara yang membuat Ray semakin kesal.


Ray yang tidak tahan lagi, segera melahap bibir istrinya tangannya juga naik naik ke puncak gunung untuk memberikan sentuhan kenikmatan pada Rara.


Lama bermain akhirnya kini mereka sampai pada puncak kenikmatan yang hakiki.


"Sudah ya satu ronde saja, aku lelah," kata Rara dengan nafas yang menggebu


"Baiklah, tapi nanti setelah di rumah aku akan memakan kamu lagi dan harus lebih dari satu ronde," sahut Ray.


Rara mengangguk pasrah, dia sungguh heran dengan suaminya, perasaan memaju mundurkan pinggul itu lelah kenapa Ray sampai kuat berlama-lama apa pinggulnya ada penggeraknya sehingga dia tidak lelah sama sekali? entahlah.


Rara yang lelah memutuskan untuk tidur, begitu pula dengan Ray.


Berada dalam pesawat selama dua puluh jam membuat Rea pegal, dan Rehan dengan perhatiannya menggendong istrinya keluar dari pesawat.


"Dokter Rehan perhatian sekali ya sayang dengan Rea," kata Rara


"Kamu juga mau aku gendong?" tanya Ray


"Eh nggak kok sayang," jawab Rara menolak namun Ray segera menggendong Rara ala bridal sama seperti Rehan.


"Sayang kok digendong sih," protes Rara


"Nggak papa, kan kamu menginginkannya," ucap Ray dengan tersenyum.

__ADS_1


Kini Ray dan Rehan berjalan masuk dalam bandara dengan dikawal beberapa bodyguard yang telah menanti mereka.


Banyak mata yang memandang pemandangan romantis mereka.


"Sayang, banyak yang melihat," kata Rara dengan menyembunyikan wajahnya di dada Ray


"Nggak papa," sahut Ray


Tak hanya Rara sebenarnya Rea juga malu karena banyak mata yang menatapnya namun Rehan tidak memperdulikan hal itu karena bagi Rehan kenyamanan Rea lah terpenting.


Sebuah mobil Limosin dan beberapa mobil lainnya menunggu mereka, mereka dikawal bak seorang presiden.


"Meraka ini suruhan siapa?" tanya Rara


"Mama, papa dan Paman Ken Steven," jawab Ray


"Kita ini seperti orang penting saja yang mengawal banyak sekali," imbuh Rara


"Memang seperti itu kakak, ini bentuk rasa peduli mereka kepada kita. Kalau aku keluar dengan papa biasanya juga begitu, banyak yang mengawal," sahut Rea


"Iya juga sih, tapi kadang aku risih kalau dikawal, seperti anak buah Ray yang selalu mengawal kami," ucap Rara


"Supaya aman," timpal Ray


Selama kurang lebih dua jam dalam mobil kini mereka sampai di rumah Ken Steven yang megah bak istana, Rara sungguh takjub dengan kemegahan rumah pamannya.


"Rumah ini seperti Istana, bahkan lebih besar dari rumah kita sayang," ucap Rara


"Iya," sahut Ray


Ken Steven sudah menyambut di depan pintu, dia sungguh bahagia akhirnya dia bisa bertemu dengan kedua anak dan mantunya.


"Selamat datang," ucapnya dan langsung memeluk Rara.


Rea sedikit iri karena papanya langsung memeluk Rara bukan dirinya namun Rehan menggenggam tangannya. Rehan cukup tau apa yang Rea rasakan.


"Jangan sedih gitu dong, kan ada aku. Maklum Rara kan anak atasan Papa jadi wajar kalau papa juga menyayanginya," hibur Rehan


"Iya sayang, lagipula papa hampir tidak pernah bertemu dengan Kakak," sahut Rea.


Setelah puas memeluk Rara, Ken Steven mencari anaknya.

__ADS_1


"Astaga lupa," ucapnya lalu memeluk Rea.


Kini mereka semua masuk kedalam, dan rencannya besok Rara akan menjabat sebagai Presdir utama kerajaan RA Grup.


Assalamualaikum kak semua.


Nggak terasa ya, kita sudah sampai di penghujung Ramadhan.


Untuk itu saya El Putri, mengucapkan minal Aidzin walfaizin, mohon maaf lahir batin ya kak.


Tolong dimaafkan kalau mungkin tulisan tanganku membuat Kaka semua kesal, mungkin balasan komenku membuat Kaka tersinggung.


Sekali lagi, Selamat merayakan hari raya Idul Fitri ya kakπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—.


Dan untuk janjiku kemarin yang selama bulan puasa ini aktif komen, saling balas komen atau mungkin sering tag komen aku pilih 5 pemenangnya ya kak


dan untuk yang menang hubungi aku ya kak kalau nggak menghubungi aku anggap nggak butuh, soalnya selalu aku yang mencari kalian yang menang,😭😭😭😭😭😭🀧🀧🀧🀧🀧


Ya udah nggak usah lama-lama dramanyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚βœŒοΈ


Yang menang adalah


@Vieta Pramono


@Aish


@Ayda Gidok


@Fenty Izzy


@choirunissa


Untuk pemenang bisa menghubungi aku ya kak, di wa aku


085655935011.


Maksih.


Mohon maaf yang namanya nggak aku sebut, sekali lagi maaf ya kak, pengennya bisa berbagi untuk semua tapi keadaannya.


Untuk yang belum menang jangan berkecil hati karena masih ada give away saat novel tamat ya kak.

__ADS_1


πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


__ADS_2