
"Apa hubungan anda dengan Aurora?" batin Ray
"Paman Ken," sahut Rara dengan tersenyum manis
"Jadi Raymond Toretto adalah kekasih kamu?" tanya Ken Steven dengan bingung.
"Iya paman," jawab Rara dengan terkekeh.
"Pilihan yang tepat," ucap Ken Steven.
"Calon papa mertua yang cancel, coba anda jelaskan bagaimana bisa tiba-tiba Rara menjadi keponakan anda? dan kenapa anda memanggilnya Aurora?" Ray memberondong Ken Steven dengan banyak pertanyaan.
Dia sungguh bingung, begitu pula dengan Rea. Tak disangka ternyata Rara adalah keponakan papanya padahal sebenarnya Rara adalah anak atasan papanya.
"Dari Rara atau Aurora kecil saya sering menengoknya, namun jarang sekali karena kesibukan saya," jawab Ken Steven
" Untuk Aurora itu memang nama Rara yang sebenarnya," imbuh Ken Steven
Ray nampak mundur selangkah, kini misteri foto menemukan titik terang, apa mungkin Ken Steven inilah yang menghapus data Rara? itulah yang kini menari dibenak Ray.
"Lalu bagaimana dengan Rena dan Rayan?" tanya Ray penasaran, meski dia yakin kalau Rena dan Rayan adalah orang tua kandung dari Rara atau Aurora.
"Bagaimana kamu tau tentang Rena dan Rayan?" tanya balik Ken Steven dengan tatapan yang tak biasa.
Ken Steven tak menyangka Ray bisa menemukan data tentang Rena dan Rayan Richard padahal dia sudah menghapus data mereka dari muka bumi, bahkan data Rara juga dihapus, dan yang bisa mereka temukan adalah Rara sebagai anak Brawijaya dan Sukmawati.
"Karena menemukan sebuah foto, jadi saya mencari tau kebenarannya jika menyangkut Rara," jawab Ray.
"Keliahatannya kamu tau banyak Ray," sahut Ken Steven.
Mama Ray yang melihat dari jauh nampak bingung bagaimana bisa Rara mengenal Ken Steven? apa hubungan mereka.
Mama Ray yang tidak ingin memendam kepo, beliau mendekat dan ikut bergabung.
"Anda mengenal Rara?" tanya Mama Ray
"Pasti Nyonya Toretto, inilah tamu penting yang ingin saya kenalkan kepada anda," jawab Ken Steven
Mama Ray membolakan matanya, ada apa lagi ini. Kenapa dia mendapatkan shock yang bertubi-tubi.
__ADS_1
Pertama, pertunangan Rea dan Ray yang gagal. Kedua gadis yang ia gadang-gadang menjadi menantunya malah bertunangan dengan lelaki lain yang tak lain sahabat putranya sendiri dan kini tamu penting yang sudah dia nantikan kehadirannya adalah wanita yang ia benci. Bagaimana nasib mempermainkannya dengan begitu epik malam ini sehingga kini kepalanya sungguh pusing.
"Apa?" ucapnya dengan nada yang lumayan tinggi
"Bagaimana bisa dia adalah tamu penting dari anda pak Steven," imbuh mama Ray terheran-heran.
"Dia adalah anak yang amat saya sayangi nyonya," sahut Ken Steven.
Mama Ray mundur selangkah, dia sungguh tak menyangka, bagaimana Ken Steven menyayangi Rara?
Bukankah anaknya adalah Rea dan kini bagaimana bisa muncul Rara sebagai anak yang disayangi oleh Ken Steven?
"Bagaimana bisa?" tanya mama Ray lagi dengan memegangi kepalanya yang semakin pusing.
"Tentu bisa nyonya karena memang kenyatannya seperti itu," jawab Ken Steven.
"Tidak, tidak," kata Mama Ray dengan memegangi kepalanya.
"Minum obat Tante jika shock," pesan Rara.
Rea yang juga shock kini angkat bicara.
"Karena akan lebih aman jika keberadaannya tidak diketahui siapa pun Rea," jawab Ken Steven.
"Maksudnya?" tanya Ray, mama serta Rea bersamaan.
"Kompak sekali," ucap Steven dengan tertawa.
"Saya akan bercerita yang sebenarnya namun setelah semua berkumpul termasuk Brawijaya dan Sukmawati," imbuh Ken Steven.
Awalnya Steven hanya ingin memberitahukan kebenarannya pada Rara namun saat beliau tahu kalau Ray adalah kekasih Rara membuat Ken Steven berubah pikiran. Dengan Ray di samping Rara dia yakin kalau Ray bisa melindungi Rara dari musuh orang tuanya terdahulu. Sebenarnya Steven telah membunuh semua yang terlibat dalam kecelakaan maut yang menimpa Rena dan Rayan saat itu namun dia tidak mau ambil resiko.
Setelah Richard lengser dari kekuasaannya, muncul musuh-musuh yang bermunculan, banyak dari mereka yang iri dengan Richard hingga Richard dan istrinya meninggal,
Karana kekuasaan dan aset Richard membuat Rayan mendlekarasikan dirinya sebagai Presdir R2 Grup.
Suatu ketika saat Rayan hendak pergi ke ruangan meeting, dia mendengar anak buahnya akan melakukan konspirasi untuk membunuhnya.
Rayan yang saat itu merasa keselamatan Aurora dalam bahaya dia memutuskan untuk pergi ke Indonesia, dia ingin mengurusi aset yang ada di indo.
__ADS_1
Namun ternyata, pihak musuh tahu keberadaan mereka sehingga musuh melakukan konspirasi dengan membuat sebuah kecelakaan di Indonesia.
Selama sebulan Rayan dan Rena hidup damai di Indo, tiba-tiba ada orang menguntit mereka.
Ken yang saat itu telat mengetahuinya segera pergi ke Indonesia untuk memperingatkan Rena dan Rayan namun saat dia di Indo, dia mendapatkan kabar kalau mobil yang ditumpangi Rena dan Rayan terbakar, Ken segera membawa Aurora, Rena dan Rayan ke rumah sakit namun dalam perjalanan mereka menghembuskan nafas terakhir kecuali Aurora karena memang Rena mendekap anaknya. namun sebelum Rena dan Rayan menghembuskan nafasnya mereka berpesan kalau meminta agar Aurora dititipkan kepada Sukmawati dan Brawijaya.
Belum sempat melanjutkan kata-katanya mereka berdua telah meninggalkan dunia untuk selamanya.
Dengan menggendong Aurora kecil yang terus menangis Ken menghubungi Brawijaya dan Sukmawati. Ken meminta mereka untuk datang segera ke Rumah sakit, saat itu mereka adalah art dan tukang kebun Rena dan Rayan.
Ken membagi harta Rena dan Rayan namun semua akan kembali ke Aurora setelah Aurora dewasa.
************
Rencananya nanti dia akan mengumumkan Presdir jendral utama Empire RA Grub dihadapan semua orang di US maupun di Indo.
"Tidakkah anda lupa dengan wajah anak ini Nyonya?" tanya Ken Steven.
"Tidak, karena dia tidak mirip dengan siapa-siapa," jawab mama Ray
"Bagaimana dengan Rena? apa mirip?" tanya Ken Steven
Otak mama Ray berkelana jauh saat Rena mengirimkan foto Aurora padanya bahkan mereka berdua telah menjodohkan Ray dan Aurora saat Aurora masih bayi.
"Dia Aurora?" tanya mama Ray yang memegangi dadanya kali ini dia benar-benar tidak bisa berfikir,
"Benar nyonya," jawab Ken Steven. Tiba-tiba pandangan mama Ray gelap dan dia pun terjatuh.
Ray segera memerintahkan Revan untuk membooking kamar hotel, dan dia juga meminta Rehan untuk memeriksa keadaan mamanya.
"Ray, lebih baik ke rumah sakit saja kelihantannya mama kamu terkena serangan jantung. Shock adalah pemicunya," kata Rehan.
Ray meminta Ryan untuk membawa mamanya ke mobil.
"Kenapa jadi begini sih sayang," kata Rara.
"Siapa Rena dan Rayan?" tanya Rara
O...." belum sempat memberitahukan nampak Ken Steven menggelengkan kepala, belum saatnya memberitahu sekarang, rencannya Ken Steven akan mengadakan pertemuan semua keluarga, dia akan memberitahukan hal yang sebenarnya.
__ADS_1