Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Raisa tak terima


__ADS_3

Kata Revan seperti pukulan untuk Ray kenangan Rara dulu kembali masuk ke dalam pikirannya dimana Rara menangis karena Raka, saat itu Rara selalu mendewakan Raka dia menganggap Raka adalah seorang dewa namun saat Ray membuka kebusukan Raka, Rara baru tahu kalau orang yang selama ini dia puja dan dia cintai ternyata adalah seorang iblis, suami yang tega menjebak dan meminta orang untuk meniduri istrinya sendiri.


Ray sadar kini kalau perbuatannya membuka luka lama Rara yang belum sembuh dan parahnya lagi orang yang kini membuat luka baru adalah dirinya yang telah membantu menyembuhkan luka lama Rara.


"Ya Allah apa yang telah aku perbuat?" gumam Ray


Revan tersenyum.


Karana harus ke kantor mama dan papa Rara pamit terlebih dahulu.


Kini tinggal Ken Steven dan Leo yang menemani Rara, sedari tadi mereka tidak membahas anak Rara sama sekali karena meraka tidak ingin Rara berpikiran yang aneh-aneh namun setelah orang tuanya pulang Rara justru menanyakan akan anaknya.


"Bagaimana keadaan anak Rara paman?" tanya Rara dengan bersedih.


"Baik, anak kamu baik," jawab Ken Steven dengan berbohong


"Paman jangan bohong tadi suster bilang kalau anak Rara kritis juga karena memang belum waktunya lahir," sahut Rara tak percaya


"Mau aku pecat itu suster bisa-bisanya berbohong," timpal paman.


"Bayi Rara baik-baik saja kan Leo?" tanya paman kemudian.


Leo yang tidak tau sandiwara Ken Steven nampak kikuk.


"I i i ya baik, iya baik banget malah," jawab Leo berbohong.


Rara tersenyum sambil menangis dia cukup tau kalau paman dan asistennya berbohong.


"Kalian jangan berbohong, bisakah Rara melihatnya?" pinta Rara dengan berusaha bangun.


"Keadaan kamu saja masih lemah bagaimana bisa menemui anak kamu?" Dengan tegas Ken Steven melarang Rara untuk menemui anaknya.


"Aku ingin menemuinya paman, dia membutuhkan aku," Rara terus memohon.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak mendengarkan paman, lihatlah apa yang akan paman lakukan," ancam Ken Steven.


"Kenapa paman tega pada Rara," kata Rara dengan menangis.


Ken Steven yang tidak tega mencoba menenangkan keponakannya tersebut dengan memeluknya.


Dalam pelukan sang paman Rara semakin histeris dan Ray yang tau kalau menangis histeris menjadi menyesal.


Dia hanya bisa melihat sang istri dari kaca pintu kamar perawatan istrinya.


Andaikan semua bukan karena ulahnya mungkin saat ini dialah yang memeluk Rara bukan orang lain.


"Harusnya aku yang di sana memelukmu bukannya Paman, harusnya aku yang di sana dan bukan Leo," kata Ray dengan mata yang basah.


Nyesek memang kalau melihat orang yang kita cintai menangis tapi orang lain yang menghapus air matanya.


Revan menepuk bahu Ray,


"Sudahlah pak jangan menangis sekarang PR anda adalah bagaimana meluluhkan hati Rara supaya dia mau memaafkan anda," kata Revan


mendengar perkataan Revan membuat Ray memerintahkan sang asisten untuk mencari dokter spesialis anak dari belahan dunia.


Dia tidak ingin rumah tangganya hancur apalagi ini semua karena kebodohannya.


"Cari dokter spesialis anak terhebat, aku ingin anak aku diawasi dan dirawat oleh dokter ahli," titah Ray.


Revan segera melaksanakan titah Ray dia konsultasi dengan Rehan terlebih dahulu.


Saat di tenaga kebingungan yang melanda Raisa mengubungi Ray untuk bertemu dan berbicara terkait bisnisnya yang gagal.


"Bisa kita bertemu?" tanya Raisa


"Nggak bisa, lebih baik kamu jangan hubungi aku lagi. Sudah tidak ada yang perlu kita bicarakan," jawab Ray

__ADS_1


"Kenapa kamu bersikap seperti ini?" protes Raisa.


"Kamu mau apa lagi sih Raisa?" kata Ray dengan kesal.


"Kamu membuat aku nyaman dengan kamu dan sekarang kamu ingin pergi begitu saja," sahut Raisa


"Memangnya kenapa?" tanya Ray heran


"Karena aku tertarik sama kamu, aku nyaman sama kamu," jawab Raisa


"Gila kamu! aku sudah memiliki istri dan anak," sahut Ray


"Aku bisa jadi yang kedua, aku akan rela berbagi kamu dengan istri pertama kamu," ucap Raisa


"Wanita sinting, gila, tidak waras. Menyesal aku sempat dekat dengan kamu," sahut Ray kemudian mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.


Tut


tut


Tut


Raisa yang kesal membanting ponselnya


"Raymond Toretto, awas kamu!" teriaknya.


Malam kak, gimana kabarnya? semoga baik ya.


Banyak ya yang benci ma Ray, 😂✌️


Maaf nih kak up nya dikit, besok aku perbanyak lagi ya.


Oh ya kak jangan lupa ya like, komen, hadiah dan juga vote ya biar aku semakin rajin up.

__ADS_1


Oh ya kak mungkin bals komenku terkadang nyleneh, tolong dimaapin ya kak, aku cuma ingin dekat dengan Kak semua.🤗🤗🤗🤗🤗💕💕💕💕


makasih kak, salam cinta dari aku 😘😘❤️❤️❤️❤️


__ADS_2