
"Kalau nggak pandai bukan Ray namanya," sahut Ray dengan membanggakan diri. Dia sungguh bangga dengan pencapaiannya dengar gelar raja modus. Bagi Ray bisa memodusi istrinya adalah hal yang amazing.
Ray perlahan melepas pembungkus tubuh istrinya, dia sungguh tidak sabar untuk segera naik naik ke puncak gunung tertinggi milik istrinya yang sudah tiga hari tidak dia daki.
Setelah pakaian Rara berpindah tempat Ray segera melepas pakaiannya juga. Dia sudah tidak sabar untuk menengok goa dalam hutan yang menjadi tempat favoritnya.
Ray sudah dalam keadaan yang polos, kini dia sudah siap menerkam mangsanya, Ray mulai menciumi istrinya dari atas kepala hingga ke bawah, pokoknya semua tidak lepas dari lidah nakal Ray.
Ray kini bermain di lereng bukit pegunungan kembar lalu perlahan dia naik ke atas gunung.
Lidah Ray sungguh mampu membuat sang istri bergejolak, Rara menggigit bibir bawahnya karena tidak kuat menahan kenikmatan yang diciptakan oleh lidah Ray.
"Oh sayang, geli-geli nikmat," ucap Rara dengan menggeliat seperti cacing kepanasan.
Mendengar desaaaahhhhaaan sang istri membuat Ray semakin menjadi dia memelintir dan menggigit kecil puncak gunung istrinya sesekali dia melihat ekspresi yang istri yang menurutnya adalah pemandangan terindah.
"Teruslah sayang, aku akan membuat kamu ke awan, dan merasakan kenikmatan duniawi yang tiada tara," ucap Ray yang membuat Rara mengangguk dengan hasrat yang membara.
Ray melanjutkan lagi aksinya, Rara semakin dibuat ke awan, sungguh nikmat sekali perpaduan pelintiran tangan Ray dan gigitan kecil gigi Ray.
Rara menarik rambut Ray, meskipun Ray kesakitan dia mencoba menahannya karena dia tidak ingin sang istri terganggu.
Puas dengan puncak gunung kembar Ray kini berkelana ke bibir mungil Rara, dia langsung melahap dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Rara, tak ada yang kelewatan sama sekali pokoknya.
Puas di sana kini dia turun ke jenjang leher Rara yang putih, tak lupa dia melukis senja di sana. Lukisan abstrak bagus telah selesai dibuat dan kini dia turun ke lembah hutan yang curam, yang jika masuk ke sana akan membuat dia melayang. Sosis jumbo Ray juga langsung bereaksi dengan cepat hingga kini telah menegak sempurna tanpa condong sedikit pun bak menara Eiffel.
Sebelum memasukkan sosis jumbo miliknya, Rara meminta Ray untuk tidak memasukkan semua bendanya, dia takut kalau berdampak yang tidak baik pada kehamilannya.
"Masukkan seperempat saja," pinta Rara
__ADS_1
"Aku takut penetrasinya terlalu dalam sayang," Imbuh Rara kemudian.
"Mana bisa di masukkan seperempatnya saja, mana enak," protes Ray yang tidak setuju.
"Kalau dimasukkan semua penetrasinya terlalu dalam sayang, kan sosis kamu panjang dan besar, nggak SNI," sahut Rara
Ray terlihat frustasi, dia tidak bisa kalau hanya seperempat saja, kalau cuma seperempat itu hanya main-main saja karena feel nya nggak akan dapat.
"Aku masukkan separuh ya." Ray melakukan negosiasi, berharap sang istri setuju.
"Memangnya berapa centi sih panjangnya?" tanya Rara penasaran dengan panjang sosis milik Ray.
"Coba kamu ukur," jawab Ray asal.
Dan tidak di sangka, Rara segera beranjak untuk mengambil alat ukur, dia menggunakan penggaris untuk mengukur milik suaminya. Rara terkejut saat tau kalau sosis jumbo milik suaminya memiliki panjang 21 cm yang mana ukuran ini sudah tidak SNI. Karena rata-rata milik orang Indonesia jauh di bawah 21 cm.
"21 cm, Ini stik bilyard atau anu panjang sekali," seloroh Rara yang membuat Ray tertawa, memang milik orang luar jauh berbeda dengan orang pribumi, ukurannya jauh berbeda mungkin postur tubuh juga berpengaruh, orang pribumi memiliki postur tubuh yang agak kecil daripada orang bule jadi sosisnya mengikuti besar tubuh.
"Iya, meskipun panjang dan besar tapi kurang tok cer," ejek Rara yang membuat Ray kesal.
"Siapa bilang, tok cer sekali milik aku," sahutnya tak terima di bilang nggak tok cer.
"Kita lihat buktinya, bukankah kalah dengan milik pribumi," timpal Rara dengan melirik.
Ray telah kalah telak, memang dibanding para sahabatnya Rehan dan Revan lebih tok cer dari miliknya, apakah milik orang bule hanya besar saja dan tidak tok cer? entahlah.
Tapi memang kebanyakan populasi di negara-negara barat jauh bisa ditekan daripada negara indo, apa itu artinya memang milik orang bule kurang tok cer? entahlah.
Ray dan Rara mapan kembali ke posisi semula, sesuai janjinya kalau stik jumbo milik Ray hanya boleh masuk separuh.
__ADS_1
Ray mencobanya, dan dia tidak puas. Rasanya sungguh tidak nikmat sekali dan ini membuat Ray meminta lagi pada sang istri untuk boleh memasukkan semua sosis miliknya.
Kasian bagian yang pangkal dia bisa masuk goa nikmat sang istri.
"Aaarrrrgggg rasanya nggak enak sekali Lo sayang, apa kamu tega dengan sebagian lainnya," protes Ray lalu mengiba pada sang istri.
Ray mencoba merayu Rara supaya boleh memasukkan semua sosis jumbonya.
"Nanti kalau adek bayinya keganggu gimana?" tanya Rara dengan menatap sang suami yang sedari tadi mengiba dan merayunya.
"Belum jadi adek bayinya, baru segumpal darah kok sayang, jadi nggak akan keganggu," jawab Ray mencoba meyakinkan sang istri.
Rara nampak berfikir, memang betul apa yang dikatakan sang suami kalau yang didalam baru segumpal darah.
"Baiklah tapi jangan terlalu dalam takute nanti sodokan kamu mengguncang yang ada di dalam perut." Akhirnya Rara mengabulkan permohonan Ray untuk memasukkan semua sosis jumbo miliknya.
Inilah hubungan badan penuh kontroversi, satunya mau gini satunya lagi maunya gini sehingga membuat aksi sodok menyodok penuh drama.
Drama sinetron yang nggak jelas, persis seperti Ray dan Rara.
Tiga puluh menit kemudian aksi sodok menyodok penuh drama telah kelar, kedua pemain sama-sama terkulai tak berdaya dengan nafas yang terus memburu.
Ray yang biasanya mengeluarkan cairan putihnya dalam waktu lebih dari tiga puluh menit bereaksi kembali, dia ingin melakukan sesi kedua namun Rara menolaknya.
"Sudah ah, kan dokter bilang jangan sering-sering takut mengganggu yang di dalam," kata Rara menolak keinginan sang suami untuk melakukan sesi kedua.
Ray nampak kesal namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Kelihatannya dokter Vera sensi ma aku, sehingga membuat aturan sendiri, mana fair seperti ini," sahut Ray yang merasa keberatan akan pesan Dokter Vera kemarin.
__ADS_1
"Kamu itu Lo memang ajaib. Mana ada dokter Vera sensi ma kamu, Dokter memberi saran itu ya demi kebaikan anak kita bukan hanya kebaikan kamu saja. Syukur-syukur aku berbaik hati mengasih jatah malam ini," ucap Rara yang kesal dengan Ray.