Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Kumpul bersama


__ADS_3

Karena tidak ada urusan lagi, Leo dan Riana kembali ke tanah air. Leo sengaja meminta Ijin pada Ken Steven untuk cuti selama seminggu.


Sesampainya di tanah air Leo dan Riana mengunjungi rumah Ray dan Rara terlebih dahulu dan ternyata di sana sedang ada acara kumpul-kumpul.


"Halo Ra," sapa Riana yang membuat semua di sana menoleh.


"Kak Riana," sahut Rara lalu segera berjalan ke arah Riana dan memeluk kakak tercintanya.


Rara masih menyimpan rasa bersalah pada Riana.


Rara menggandeng Riana dan mengajaknya untuk duduk namun Riana yang menunggu Leo melepas tangah Rara.


"Bentar Ra, aku menunggu seseorang," kata Riana.


"Siapa?" tanya Rara penasaran.


Riana hanya tersenyum hingga Leo masuk dan membuat semua kaget.


"Leo,"


Leo nampak tersenyum lalu menyapa Rara.


"Hai Ra," sapa Leo.


"Wah wah, ternyata kamu cinta produk Indonesia juga," goda Rehan.


"Ya iyalah produk Indonesia kak memang bagus kebanyakan dari bangsa barat menyukai orang pribumi kita," sahut Raya dengan bangga.


Hanya Revan dan Raya lah yang perpaduan pribumi asli sedangkan semua melakukan perkawinan silang dengan bangsa barat.

__ADS_1


Rehan dan Rea, meski campuran namun Rea masih keturunan bangsa barat, Ray dan Leo juga bangsa barat begitu pula dengan Rara yang juga campuran bangsa barat juga meski tidak begitu nampak.


Leo dan Riana ikut bergabung.


"Kami memutuskan akan segera menikah," kata Riana.


"Dunia itu tak selebar daun kelor ya, jodoh kita ya muter-muter disitu saja," sahut Rehan.


"Betul juga," timpal Rea.


"Karena aku sudah ada di Indonesia jadi aku menagih janji kalian," kata Leo.


"Janji apa?" tanya Ray


"Janji untuk minum kopi luwak," jawab Leo.


"Daya ingat bule ini kuat juga ya Revan," kata Rehan.


"Betul, aku saja sudah lupa," timpal Revan.


Rencananya habis acara ngumpul-ngumpul mereka akan membawa Leo untuk ngopi luwak bareng.


"Kami nggak diajak?" tanya Rara


"Wanita di rumah, ini kan acara kami para kaum Adam," jawab Ray.


"Ya sudah, nanti kita kumpul-kumpul sendiri guys," sahut Rara.


"Sekalian cuci mata cari yang bening-bening," timpal Raya.

__ADS_1


"Sudah punya anak dan istri ngapain sih cari yang bening-bening bukankah kami ini sudah bening sekali," ucap Revan


"Bening sih tapi bosan pengen suasana baru," timpal Rea.


Semua tertawa termasuk Leo, meskipun dia tidak mengerti bahasa Indonesia tapi dia cukup paham akan bahasa tubuh teman-temannya.


Rara yang masih heran bertanya pada Riana bagaimana dia dan Leo bisa bertemu bukannya waktu itu Riana sakit hati karena Leo yang hanya berpura-pura mencintainya.


"Dia menyusul aku ke Jepang Ra, dia hadir ke wisuda aku," kata Riana.


"Aku nggak percaya Leo," ucap Rara.


"Namanya cinta apapun dilakukan, jangankan hanya ke Jepang, ke alam barzah pun akan disusul," timpal Ray.


"Ogah nyusul ke alam barzah, kalo aku ya mending cari yang lain," sahut Revan.


"Oo begitu, bearti kemarin kalau aku jadi meninggal kamu segera cari yang lain," pungkas Raya dengan kesal.


Revan hanya terkekeh mendengar perkataan sang istri, Raya yang kesal pada Revan mengancam Revan kalau tidak akan memberinya jatah selama tujuh hari tujuh malam dan ini membuat Revan melemas.


"Kejam sekali," katanya.


Asik bercengkrama tiba-tiba ada asisten rumah tangga yang melapor kalau ada tamu di luar.


"Suruh masuk," titah Rara


Tak berselang lama masuklah orang yang dimaksud oleh art.


"Kalian,"

__ADS_1


__ADS_2