Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Terhasut


__ADS_3

Mata Sheryl dan Riad bertemu, ada rasa benci di hati Sheryl pada Riad bagaimana tidak karena Riad lah yang membuat dia gila, Riad lah yang menghancurkan hubungannya dengan Raka meski tidak semua salah Riad.


Mata Sheryl basah, antara benci dan rindu yang bergemuruh di dadanya.


"Sheryl," sapa Riad


Sheryl hanya diam membatu, dia tidak menjawab sapaan Riad sehingga membuat Riad serba bingung dan canggung.


Lama dalam posisi canggung akhirnya Sheryl bersuara.


"Ada apa?" tanyanya


Riad terperangah menatap Sheryl yang masih menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Aku hanya ingin melihat kamu," jawabnya


"Sekarang sudah melihat keadaan aku kan, jadi kamu boleh pergi," ucap Sheryl dan menutup pintu namun sebelum pintu tertutup sempurna Riad menahannya.


"Sheryl tunggu, ada yang ingin aku tanyakan kepada kamu," kata Riad


"Apa lagi, aku sudah nyaman hidup tanpa kamu," sahut Sheryl


"Aku tidak bermaksud mempermainkan kamu, ada sesuatu yang tidak bisa aku jelaskan," timpal Riad


"Apa! kamu membohongi aku sedemikan rupa semua tentang kamu palsu lantas apa yang ingin kamu jelaskan lagi. Taukah kamu saat itu aku dengan senang pergi ke apartemen kamu namun kamu pergi begitu saja nomor nggak aktif. Aku seperti orang gila yang mencari mu kemana-mana hingga aku gila beneran," ungkap Sheryl.


Riad hanya memandangi Sheryl dengan penuh penyesalan, tapi bagaimana lagi ini semua perintah Ray, dialah yang meminta Riad untuk jadi seorang aktor yang memainkan sebuah drama dan kini tiba-tiba Ray memintanya untuk bertanggung jawab atas semuanya.


"Maafkan aku Sheryl," ucap Riad


"Maaf kamu tidak bearti lagi, aku hanya ingin hidup tenang tanpa kamu," sahut Sheryl


"Tapi bagaimana dengan anak yang ada di perut kamu?" tanya Riad yang membuat Sheryl terdiam.


"Aku nggak akan memaksa kamu untuk bersama aku, tapi pikirkan lagi. Karena setelah kamu tidak menginginkan aku, maka aku tidak akan muncul lagi dalam hidup kamu," imbuh Riad

__ADS_1


Sheryl masih terdiam, dia bingung mau berucap apa, karena kini hatinya tiba-tiba dirundung oleh rasa dilema.


"Aku tau mungkin kamu saat ini tidak mau berbicara dengan ku namun jika kamu berubah pikiran datangnya di hotel nirwana kamar no 111," kata Riad lagi lalu pergi dari rumah Sheryl.


Selepas kepergian Riad, Sheryl menutup pintu lalu terduduk dengan menangis, dia menyandarkan kepalanya di pintu.


"Kenapa! kenapa! semua ini harus berlaku kepadaku," ucap Sheryl dengan histeris.


"Tuhan! bagaimana sebenarnya skenario untukku, kenapa di saat aku sudah melupakan Riad dia datang kembali," kata Sheryl


Sherly menangis histeris, dia sungguh bingung dengan skenario yang dituliskan untuknya.


Di sisi lain kini Ray, Revan dan Rehan ngumpul bersama di sebuah kafe, hari libur jadi mereka bersantai sejenak di kafe.


"Besok aku berangkat, kamu nebeng aku atau berangkat sendiri?" tanya Ray


"Nebeng kamu lah, pesawat kelas bisnis mahal daripada aku mengeluarkan uang yang banyak mending nebeng kamu gratis," jawab Rehan


"Dasar tukang nebeng!" ejek Revan


"Oh ya pak, kapan nyusul Rehan. Rea aja sudah hamil kenapa Rara belum hamil juga, jangan-jangan ...." Revan menggantung kata-katanya sehingga membuat Ray kesal.


"Apa maksud kamu? jangan-jangan apa?" tanya Ray dengan lirikan mautnya


"Jangan-jangan kecebong kamu nggak tok cer lagi," jawab Rehan dengan tertawa


Rehan dan Revan tertawa ngakak, sungguh puas bisa membully Ray.


"Sembarangan, tok cer sekali kecebong aku," sahut Ray tak terima.


"La buktinya, Rehan baru menikah istrinya langsung hamil la anda, sudah menikah dulu tapi nggak jadi-jadi padahal sebelumnya juga sudah meniduri Rara," Ejek Revan


"Ah Brengsek kalian, saat itu aku keluarkan di luar mangkanya nggak jadi," sahutnya tak terima.


"Alah alasan, paling kecebongnya kurang ganas, jalannya juga pelan-pelan mangkanya nggak bisa membuahi sel telur Rara," timpal Rehan yang semakin membuat Ray panas dan kesal.

__ADS_1


"Lihatlah sebentar lagi Rara pasti hamil," ucap Ray dengan lantang.


"Baik kita lihat saja," sahut Revan


"Gencarkan Ray mainnya, jangan kasih kendor kalo bisa Rara yang di atas biar sosis kamu masuknya semakin dalam, sehingga mudah bagi kecebong untuk gol," saran Rehan.


"Jangan-jangan kamu hanya monoton, gaya itu itu saja ya," ejek Rehan


"Sembarangan, gini aku ahli ya," sahut Ray


"Ahli la aku disuruh cari video panas buat materi untuk praktek," timpal Revan yang membuat Rehan tertawa ngakak.


Ray yang kesal karena dibully memutuskan untuk pergi, niatnya ingin refresh otak kumpul bareng dengan trio meesssiummm namun yang terjadi dia malah di bully.


"Awas saja kalian beraninya mengejek aku habis habisan, lupa kalian kalau aku ini bosnya," gerutu Ray lalu pulang.


Sepanjang jalan Bullyan Rehan dan Revan sungguh membuatnya galau,


"Apa benar kecebong aku nggak tok cer ya," gumam Ray


Setibanya di rumah dia segera mencari Rara untuk uji coba kecebong lagi.


Rara yang sibuk di dapur langsung digendongnya ala bridal dan ini tentu membuat Rara kaget.


"Sayang ada apa? kenapa datang-datang langsung menggendong aku?" tanya Rara


"Aku mau uji coba kecebong aku, malu ma Rehan dia baru saja nikah tapi udah hamil sedangkan kamu belum," jawab Ray


Rara tertawa mendengar jawaban Ray, ternyata suaminya tengah terkena hasutan para temannya. Nggak hamil gimana kan Rea dan Rehan sudah berhubungan sebelumnya, meskipun Rara dan Ray telah berhubungan namun kan saat itu Ray mengeluarkan kecebongnya di luar sehingga tidak terjadi pembuahan di dalam rahimnya.


Tanpa basa-basi Ray mengerjai istrinya, dia meminta Rara untuk diatasnya dan dia yang bermain di bawah.


Kali ini bukan naik naik ke puncak gunung karena posisi Rara diatasnya.


"Pokoknya harus jadi sayang," ucapnya dengan menyodok sosisnya dengan keras, supaya kecebongnya masuk dan langsung melakukan pembuahan.

__ADS_1


__ADS_2