Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
pulang


__ADS_3

"Astaga bisa mati aku!" kata Ray dengan melemas


"Nggak papa tadi kan memang sudah mati," sahut Rara yang masih kesal karena dibohongi 3R+L somplak.


"Udah dong ngambeknya sayang jangan marah ntar cantiknya hilang kalau ngambek terus," bujuk Ray yang membuat Rara menghela nafas.


Rara meminta maaf akan sikap acuhnya pada Ray selama dua Minggu ini yang membuat Ray menderita hipotermia berat.


"Semua bermula dari aku jadi kamu nggak perlu meminta maaf sayang," kata Ray


"Kita sama-sama salah, kita mulai dari nol ya sayang," sahut Rara.


Ray yang senang mendengar kata sang istri bersorak gembira dalam hati karena kini hidupnya akan normal seperti dulu lagi.


Ray sungguh menyesal akan apa yang telah dia lakukan pada Rara dan dia berjanji tidak akan menghalanginya lagi.


"Aku janji akan jaga jarak dengan wanita, aku tidak akan memberikan celah sedikit pun buat mereka.


Aku tidak akan lagi mendekati kata nyaman sungguh aku menyesal akan hal itu," bisik Ray yang membuat Rara mengangguk.


"Jika nanti kamu ngidam apapun aku akan menurutinya meski kamu meminta aku untuk memanjat bulan ataupun pergi menyelam ke palung Mariana," imbuhnya.


Mereka berdua lagi-lagi saling berpaut sehingga Revan, Rehan, Leo dan Paman Ken Steven harus mengurungkan niatnya untuk masuk.


"Itu ciuman dari satu jam yang lalu kok nggak berhenti-henti, banyak sekali stok udara di dalam paru-parunya," kata Revan

__ADS_1


"Iya, heran aku kok ada mahkluk hidup seperti mereka. Gayanya sok sok an ga butuh padahal aslinya kaya gitu," sahut Rehan.


"Aku tidak mau komen apa-apa cukup menggelengkan kepala saja," timpal Leo.


Meskipun Leo tengah sedih namun dia cukup bisa menyembunyikan perasaannya. Apapun yang dia katakan pada Rara saat itu adalah pancingan supaya Ray mau mengakhiri sandiwaranya karena Leo tidak sanggup melihat Rara menangis.


.


"Syukurlah aku kini bisa melihat senyuman kamu lagi Ra," batin Leo dengan tersenyum.


Ken Steven yang tau akan perasaan Leo hanya bisa tersenyum, sungguh bagaimana kisahnya bisa menurun ke Leo. Apakah Leo menjaga cinta sucinya hanya untuk Rara atau nanti dia akan menemukan cinta yang lain? entahlah, jawaban ambigu yang semua juga tidak ada yang tau.


***********


Kini Ray sudah boleh pulang setelah dua hari di rawat di rumah sakit begitu pula dengan Revan dan Rehan. Mereka memutuskan untuk pulang karena pekerjaan di tanah air sudah menanti.


"Pasti, mungkin seminggu lagi aku akan pulang," sahut Ray


"Kami tunggu," timpal Rehan.


Leo mengantar Revan dan Rehan ke Bandara karena penerbangan mereka dua jam lagi.


Setibanya di Bandara Revan dan Rehan segera masuk tak lupa mereka memeluk Leo.


"Titip bos kami Leo, jika nakal jewer saja," kata Revan dengan tertawa.

__ADS_1


"Kalian saja belum menepati janji kalian kini sudah meminta hal lain padaku," protes Leo


"Astaga dia masih ingat saja," sahut Rehan.


"Nanti kalau kamu ke negara kami, kami janji akan mentraktir Kopi luwak, kamu pasti belum tau kan?" tanya Revan


"Ok ok, nanti aku tagih janji kalian," kata Leo


Sudah waktunya Rehan dan Revan masuk


"Hati-hati," pesan Leo lalu melambaikan tangan.


Leo berjalan mundur tanpa melihat sekitarnya sehingga tak sengaja dia menabrak seorang wanita.


"Kalau jalan jangan mundur dong seperti undur-undur saja," maki wanita muda tersebut.


Leo hanya menatap wanita tersebut dengan kesal, padahal dia yang terjatuh karena koper si wanita kenapa dia yang disalahkan?


Halo kak, gimana kabarnya? baik kan?


Tak bosan-bosannya aku mengingatkan untuk like dan komen ya kak, sukur2 ada yang mau ngasih hadiah dan vote nya, duh aku tambah sueneng polπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚maapin agak lebay🀣🀣🀣✌️


Nah ini kira-kira siapa ya yang kopernya membuat Leo jatuh.


Pernah kok aku sebutin di novel ini....

__ADS_1


Hayo kita tebak-tebak berhadiah, nanti yang jawabannya benar aku bagi pulsa sepuluh ribu, lumayan buat tambahan paketanπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Salam cinta dari aku ya kak 😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2