
"Kalian membohongi aku?" kata Riana dengan menatap Rara dan Leo bersamaan.
"Kak Riana." Dua kata yang keluar dari mulut Rara begitu pula Leo yang juga menyebut nama Riana.
Riana yang sakit hati memutar arah lalu melangkahkan kaki dengan cepat menuju kamarnya namun sebelumnya dia meletakkan Rafathar ke kamarnya terlebih dahulu.
Riana menjatuhkan tubuhnya dengan menangis, dia tidak menyangka kalau Leo yang ia kira mencintainya hanya berpura-pura saja.
Dia juga tidak habis pikir kalau yang dicintai Leo adalah adiknya.
"Kenapa aku begitu bodoh, seharusnya aku tau kalau yang dicintai Leo adalah Rara," kata Riana
Riana kini seakan tak punya muka pada Leo namun dia juga sakit hati pada Leo dan juga Rara yang telah mempermainkan perasaannya.
Tak selang berapa lama Rara menyusul Riana ke kamarnya.
Rara duduk di tepi ranjang dan mengelus punggung Riana.
"Kak," panggilnya
"Kamu seharusnya nggak bersikap seperti ini Ra, kamu kan tau kalau Leo menyukai kamu," kata Riana lalu dia beranjak dari posisinya
"Iya kak maaf," sahut Rara
"Aku malu dan sakit hati pada kalian," timpal Riana
Riana yang sakit dan malu memutuskan untuk pulang, dia mengambil koper dan mulai memasukkan baju ke dalam koper.
"Makasih Ra udah mau menampung aku karena kamu udah baik baik saja aku harus kembali sekarang," kata Riana
"Kak maafkan aku," ucap Rara dengan tangan yang mencoba melarang Riana untuk pulang sekarang.
"Dia hari lagi kan kita pulang, kenapa pulang sekarang," cegah Rara
Riana menghentikan aktifitasnya kemudian duduk
"Tidak ada alasan lagi aku di sini Ra, jujur aku di sini karena Leo tapi setelah aku tau kebenarannya aku sakit, aku sangat mencintai Leo tapi ternyata dia mencintai kamu," ungkap Riana
__ADS_1
"Aku ingin sekali marah padamu, kenapa kamu memaksa Leo untuk mencintai aku, cinta itu tidak bisa dipaksa Ra. Apa kamu pikir dengan Leo menolak aku, aku akan mati. Bodoh. Kasian Leo yang kamu paksa untuk mencintai aku," imbuh Riana dengan memaksakan diri untuk tersenyum.
"Tapi kak...." Belum sempat melanjutkan kata-katanya Riana udah menyilangkan telunjuknya pada bibir Rara.
"Sudahlah dengan aku kembali aku akan melupakan Leo," kata Riana
Rara tidak bisa berbuat apa-apa karena Riana memaksa untuk pulang saat ini juga.
Mau nggak mau Rara merelakan kakaknya pulang lebih dulu.
Riana yang selesai berkemas memesan tiket kebetulan keberangkatan pesawat tiga jam lagi.
Leo yang merasa bersalah pada Riana menunggu di depan kamar Riana, dia ingin minta maaf pada Riana karena telah membohonginya.
Setelah Rara keluar, Rara meminta Leo untuk klarifikasi pada Riana.
"Masuklah Le," titah Rara
"Baik," sahut Leo lalu masuk dan menutup pintu kamar Riana.
"Ri," panggil Leo
Riana menjatuhkan air matanya namun dengan segera mengusapnya.
"Eh Leo," katanya dengan senyuman yang dipaksakan.
"Maafkan aku," kata Leo
"Untuk apa minta maaf, kamu nggak salah," sahut Riana.
"Tapi aku telah berbohong padamu," kata Leo
"Lain kali jangan memberi harapan Leo kalau cinta bilang cinta kalau nggak bilang nggak. Karena kalau sudah seperti ini rasanya lebih sakit," ucap Riana dengan menangis.
"Iya aku tau Ri oleh karena itu aku minta maaf," timpal Leo
"Andaikan aku tidak GR dan tidak terlalu percaya diri mungkin hal ini tidak akan terjadi, seharusnya aku tau bahasa tubuhmu saat bersama aku, jelas-jelas kamu pasif dan dingin kenapa aku nggak sadar," ucap Riana
__ADS_1
"Tapi ya sudahlah Leo, maafkan aku yang lancang mencium dan memeluk kamu," imbuh Riana.
"Maafkan aku juga Ri," ucap Leo
"Iya," timpal Riana dengan tersenyum.
Leo melihat koper yang sudah Riana siapkan
"Kamu mau kemana?" tanya Leo
"Pulang," jawab Riana
"Bukannya dua hari lagi?" tanya Leo
"Tidak ada alasan lagi aku berlama-lama di sini Le, aku berharap kita tidak akan bertemu lagi," jawab Riana
Leo menatap Riana dengan lekat, dia paham betapa sakitnya hati Riana.
"Akan aku jadikan ini perpisahan yang termanis Le, semua berakhir tanpa dendam dalam hati. Maafkan semau salah dan khilafku," kata Riana
"Ijinkan aku memeluk kamu ya," pinta Riana
Entah mengapa Leo langsung membuka tangannya dan Riana langsung memeluk Leo.
"Aku bahagia saat bersama kamu Le meski semua hanya fatamorgana, meskipun semua hanya tipuan belaka namun aku bahagia," batin Riana lalu melepaskan pelukannya.
Dia mengambil kopernya dan keluar bersama Leo, Riana pamitan dengan Rara dan Ray juga tak lupa mencium keponakan tercintanya.
"Kenapa mendadak sekali," protes Ray
"Aku harus ke Jepang," sahut Riana dengan berbohong
Leo menawarkan diri untuk mengantar Riana tapi Riana menolak karena dia tidak ingin melihat menyusahkan Leo lagi
"Aku diantar sopir Raras aja, aku terlalu banyak merepotkan kamu Le," ucap Riana
Riana melambaikan tangan pada semua lalu mengusap air matanya.
__ADS_1
"Selamat tinggal Leo," katanya Lalu menutup kaca mobil dan mobil pun berjalan.
Leo menatap mobil yang mambawa Riana dengan lekat. Dia sungguh merasa bersalah pada Riana.