
"Segitu bencinya dirimu padaku? sehingga tidak mengijinkan aku untuk masuk rumah kamu," ucap Ray dengan mata yang basah.
Ray kembali ke hotel dimana dia stay, dia memutuskan untuk menunggu Rara besok karena saat ini tubuhnya juga tidak fit akibat dihajar anak buah Rara.
Untuk perawatan bayi kecilnya Rara meminta Leo untuk menyiapkannya di rumah, dia sengaja tidak merawat anaknya di rumah sakit karena takut kalau Ray bisa saja mengambilnya.
Sesampainya di US, Leo sudah memindahkan peralatan medis di rumah Rara apa yang dibutuhkan anak Rara semua sudah dia siapkan termasuk beberapa dokter dan perawat yang sebelumnya sudah dia suruh.
"Kira-kira kapan kamu akan aktif masuk kantor?" tanya Leo
"Secepatnya Leo," jawab Rara
Rara dan Leo masih belum tau kalau Ray telah menyusul karena anak buah Rara juga tidak melapor perihal kedatangan Ray.
Rara kembali melihat bayinya yang tidur dia sungguh tidak sabar untuk segera menggendong bayi kecilnya tersebut.
"Cepatlah besar sayang, mama sudah tidak sabar untuk menggendong kamu," kata Rara dengan mata yang basah.
Saat melihat bayi mungilnya Rara teringat kembali akan Ray, di kepalanya masih terngiang saat Ray membentaknya demi Raisa, Ray membela Raisa dan saat Raisa memegangi tangan Ray di rumah sakit dan yang lebih sakitnya lagi Ray terang-terangan bilang kalau dia nyaman dengan Raisa jujur saat itu hati Rara langsung ambyar.
Hiks
Hiks
Hiks
Rara menangis sambil memegangi dadanya yang sesak, dia sungguh tak sanggup menahan sakit hatinya.
"Kamu teringat Ray lagi?" tanya Leo
Rara mengangguk
Entah keberanian dari mana yang membuat Leo membawa Rara dalam pelukannya.
"Menangis lah, keluarkan semua sakit hati kamu tapi aku harap setelah ini tak ada air mata lagi," pesan Leo
__ADS_1
Leo memeluk Rara dengan erat dia ingin melindungi Rara dengan segenap jiwanya.
Lama berpelukan Rara pun melerai pelukan hangat Leo.
"Terima kasih Leo," kata Rara
"Sama-sama, setiap saat tubuh ini akan selalu ada buat kamu," sahut Leo.
Rara tersenyum dia sungguh beruntung memiliki asisten seperti Leo, tak hanya smart menyelesaikan masalah kantor dia juga smart menyelesaikan segala masalahnya.
Keesokannya Ray kembali datang ke rumah Rara dia tidak ingin membuat masalah, kali ini dia menunggu Rara di dalam mobil jika Rara keluar dia akan menemuinya pikir Ray
Sehari menunggu namun Rara tak kunjung keluar dan ini membuat Ray frustasi.
"Begini susahnya untuk menemui kamu sayang," kata Ray dengan menatap rumah Rara.
Ray menunggu hingga malam namun tidak ada tanda-tanda mobil keluar.
"Apa semua orang di rumah ini tidak bisa menyetir sehingga tidak ada satu pun yang keluar," gerutu Ray yang misinya hari ini tidak membuahkan hasil.
Hari ini Ray lebih awal datang ke rumah Rara, dan benar saja sebuah mobil keluar dan Ray segera mengikutinya dia berharap kalau Rara lah yang pergi keluar.
Lama mengikuti mobil tersebut berhenti di R.A Grup.
"Leo," kata Ray saat melihat Leo keluar dari mobilnya.
Ray segera keluar dan menemui Leo
"Leo," teriak Ray
Leo menghentikan langkahnya lalu menoleh.
"Ray," kata Leo
"Leo bisakah kamu membawa aku menemui Rara?" tanya Ray
__ADS_1
"Maaf Ray tapi istri anda melarang saya melakukan hal itu," jawab Leo lalu berjalan kembali dan meninggalkan Ray
Ray tak putus asa, dia mengejar Leo
"Leo please bantu aku," bujuk Ray
Leo tersenyum sinis, lalu menghentikan langkahnya dan menoleh
"Kenapa anda tidak berfikir lebih jauh sebelum melakukan sesuatu, istri anda bersikap begini ini juga karena anda sendiri jadi maaf saya tidak bisa membantu," ungkap Leo lalu pergi meninggalkan Ray.
Ray menyusul Leo lagi namun tiba-tiba security menahan Ray dan meminta Ray untuk keluar.
Ray berteriak memohon pada Leo supaya Leo mau membawanya menemui Rara namun kelihatannya Leo tidak mau tau hingga datanglah Ken Steven.
"Ada apa ini?" tanya Ken
"Kami ditugaskan untuk membawa orang ini keluar karena dia membuat keributan," jawab Security
"Lepaskan dia," titah Ken lalu security tersebut pergi.
"Paman tolong bawa saya menemui Rara, saya mohon," pinta Ray
"Ini urusan rumah tangga kamu Ray, maaf paman tidak bisa membantu," kata Ken Steven
"Kamu yang memulai dan kamu pula yang harus mengakhiri semuanya dengan cara kamu sendiri. Mungkin Rara ingin melihat bagaimana kerasnya keinginan kamu untuk mendapatkannya kembali," imbuh Ken
"Tapi paman, saya harus bicara dengannya," kata Ray
"Jadi pikirkan lah cara kamu untuk menemuinya, paman dan Leo jelas tidak bisa membantu kamu," sahut Ken lalu pergi meninggalkan Ray
"Paman," teriak Ray
"Pergilah, selamat berjuang. Doa paman menyertaimu," kata Ken.
Ray mengusap rambutnya dengan kasar, dia sungguh frustasi.
__ADS_1
"Entah bagaimana lagi," katanya dengan mata yang basah.