Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Ruang istrirahat.


__ADS_3

Ray mondar mandir, dia berkali kali melihat jam tangannya. Sungguh rasa cemburu ini menyiksanya.


"Hanya tanda tangan kenapa lama sekali," kata Ray


Ray mencoba menetralisir rasa cemburu yang kini menguasainya dengan memainkan ponsel, Ray melihat berbagai video di Yutub namun rasa cemburunya masih saja melekat dan enggan untuk pergi.


"Aarrrgggg, pergilah cemburu. Istriku hanya memberi tanda tangan tidak sedang menabur cinta kenapa kamu menggangguku," gumam Ray


Di ruangan Leo, Ray mengobrol terkait perkembangan dari RA Grup. Sebelumnya Leo adalah manager di sana sehingga seluk beluk RA Grup sudah dia kuasai. Leo adalah orang andalah Ken Steven oleh sebab itu dia kini direkomendasikan sebagai Asisten Rara.


"Bu bos Anda sungguh hebat, saya jelaskan sebentar sudah langsung menguasai." Leo memuji Rara dan ini membuat Rara tersipu malu.


"Ah Leo kamu bisa saja," sahut Rara


"Ya sudah Leo saya kembali dulu, kasian suami saya menunggu." Rara pamit untuk kembali ke ruangannya.


"Tunggu Bu bos, dua jam lagi ada meeting dengan para petinggi perusahaan dan beberapa staf penting untuk itu jangan pulang dulu." Leo mencegah Rara untuk pulang.


Rara mengangguk dan mengacungkan ibu jarinya. Leo beranjak dan mengantar Rara di depan pintu. Saat hendak membuka pintu tak sengaja Rara malah menyandung sesuatu sehingga dengan reflek Leo menangkap tubuh Rara sehingga Rara jatuh di tubuh Leo.


"Eh Leo maaf," kata Rara tak enak


"Its ok Bu bos," timpal Leo


Rara yang merasa malu segera bergegas kembali ke ruangannya sedangkan Leo nampak tersenyum.


Saat tiba di ruangannya Ray langsung memeluk istrinya, dia membolak balikkan tubuh Rara sambil melihat setiap anggota tubuh istrinya tersebut.


"Kenapa sih," protes Rara


"Ngecek saja siapa tau dicuri sama asisten kamu yang jelek itu," sahut Ray dengan kesal.


"Sembarangan, dia itu cakep benget Lo sayang seperti pemain Kapten Amerika, Chris even. Cakep luar biasa level perfect," puji Rara


Ray semakin kesal karena sang istri memuji lelaki lain di depannya.


"Puji terus." Ray menyindir sang istri.


Mendengar sindiran Ray membuat Rara tertawa geli, meskipun Leo tampan namun tetap Ray lah yang tertampan bagi Rara.


Rara memeluk suaminya yang merajuk,


"Tetap kami yang paling tampan, aku adalah yang terbaik," bujuk Rara dengan memainkan dasi suaminya.


Senyum Ray mengembang, dia tahu tetap dialah yang terbaik untuk istrinya.


"Jadi kamu harus dihukum karena telah memuji lelaki lain di depan aku," kata Ray

__ADS_1


Seketika Rara melemas, suaminya suka sekali menghukumnya. Meskipun hukuman dari suaminya adalah hukuman yang enak namun lemas juga jika selalu dihukum.


"Nanti saja kalau di rumah hukumannya." Rara meminta kompensasi pada Ray


"Sekarang ayo pulang," ajak Ray


"Tunggu, nanti ada meeting dengan petinggi perusahaan dan para staf," kata Rara


Ray menghela nafas, dia sungguh tidak rela Rara bertemu dengan Leo dan staf lainnya, karena bagiamana pun juga wanita Indonesia adalah incaran para bule.


"Ketemu Leo lagi?" tanya Ray


"Ya kan di asisten aku sayang," jawab Rara dengan menghela nafas.


"Ya tapi kamu juga asisten aku," sahut Ray


Rara tersenyum, lagi lagi suaminya cemburu padanya.


Rara melahap bibir sang suami, lalu perlahan mendorong tubuh Ray sehingga jatuh di sofa.


Rara menaikkan roknya ke atas dan langsung naik ke atas tubuh Ray.


Meski sama-sama terbungkus namun Rara cukup bisa merasakan sosis Ray yang nyut nyutan.


"Dengarkan aku, hilangkan semua rasa cemburu kamu sayang. Cemburu wajar dan memang perlu namun kalau berlebihan itu juga tidak baik. Mengertilah posisi aku yang kini adalah pemimpin kerajaan bisnis ini." Rara mencoba menghibur suaminya


"Iya kamu benar, maafkan aku jika cemburuku berlebihan dan membuat kamu tidak nyaman sayang. Aku takut kamu tertarik pada Leo atau staf kamu lainnya dan meninggalkan aku." Ray mengungkapkan apa yang dia rasakan.


Rara nampak terharu, Ray sungguh amat sangat mencintainya.


"Aku janji, aku tidak akan sedikit pun tertarik pada staf yang bule itu karena aku sudah memiliki bule yang lebih dari segalanya," hibur Rara


"Terima kasih, jadi ini bisa dilanjut sekarang?" tanya Ray


"Ini kantor sayang." Rara mencoba menolak


Dia hendak turun dari atas Ray namun Ray sudah menguncinya.


"Lihatlah karena kamu di atasnya di kini dia bereaksi memberontak ingin masuk dalam sarangnya," kata Ray


"Tapi kalau ada yang masuk gimana?" tanya Rara


"Kita kunci," jawab Ray


"Baiklah, aku kunci pintu dulu," sahut Rara


Rara turun dan berjalan menuju pintu, saat hendak akan mengunci pintu Ken Steven datang mengunjungi keponakannya.

__ADS_1


"Paman," kata Rara


"Boleh paman masuk?" tanya Ken Steven


"Boleh dong paman," jawab Rara


Ray yang tau kalau Ken Steven datang mengumpat dalam hati


"Ah paman datang di saat yang tidak tepat, nggak tau apa kalau keponakannya ingin menabur benih."


"Halo Ray," sapa Ken Steven


"Halo paman," balas Ray


Melihat raut wajah Ray yang lemas mengira kalau Ray lelah sehingga dia menawarkan Ray untuk istirahat.


"Istirahatlah di dalam," kata Ken Steven


"Dalam mana paman?" tanya Ray dalam mode kebingungan


Ken Steven menunjuk sebuah dinding yang ditempeli wallpaper gambar-gambar buku.


"Paman bercanda ya, masak iya menyuruh Ray istirahat di dalam dinding," protes Ray


Ken Steven nampak tersenyum lalu berdiri dan mendekat ke dinding yang tadi ditunjuk oleh jarinya.


Ken Steven sedikit mendorong dan terbukalah, ternyata itu apaan pintu, dia sengaja menyamarkannya.


"Astaga paman, aku kira itu dinding," kata Ray


"Ini dulu adalah tempat istirahat papa kamu Ra, paman merombaknya menjadi kamar yang indah. ruangan kamu ini adalah milik papa kamu, paman sengaja tidak menempati ruangan ini karena hanya penerusnya lah yang berhak. Sebelum kamu datang paman merenovasi ruangan ini sesuai selera kamu," Ken Steven menjelaskan semua pada Rara


"Oh jadi begitu paman," sahut Rara


"Paman begitu setia pada papa," imbuh Ray


"Papa kamu adalah penyelamat paman, mungkin jika tidak ada papa kamu, paman sudah meninggal," ucap Ken Steven.


Bagi Ken Steven Rayan Richard adalah segalanya, nasibnya berubah juga berkat dia.


"Sedangkan mama kamu, adalah cinta paman yang selamanya hidup di hati paman Ra," batin Ken Steven.


Melihat Ken Steven yang bersedih karena mengingat papanya, Rara berinisiatif memeluk pamannya.


"Jangan bersedih paman, kan ada Rara yang selalu sayang pada paman, bagi Rara paman seperti papa yang tidak pernah Rara tau, cerita paman membuat Rara bisa merasakan betapa sayangnya orang tua Rara pada Rara paman," hibur Rara


Ken Steven memeluk Rara dengan erat, dia merasakan kalau kini Rena lah yang memeluknya.

__ADS_1


"Aku serasa kamu peluk Rena," batinnya.


__ADS_2