Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Presentasi


__ADS_3

"Baiklah kita lihat saja, pasti Rea yang presentasinya disukai para investor," gumam mama Ray dengan tersenyum licik.


Tentu mama Ray tidak ingin kalah, dia menghubungi para investor untuk mendukung presentasi dari Rea.


Dari universitas Rara kalah jauh, Rea adalah lulusan master dari universitas terkenal di US, sedangkan Rara hanya lulusan S1 universitas negeri di kotanya.


"Jangan mau kalah dengan Rea sayang, jangan sampai dia menjadi sekretaris aku, dan jangan membuat nenek sihir menang," kata Ray.


"Tenang sayang, aku akan mempresentasikan produk kita dengan sangat baik, akan aku tunjukkan kepada mama calon mertua nenek sihir itu kalau hanya aku yang pantas menjadi sekertaris anaknya," sahut Rara dengan yakin.


Ray sungguh senang mendengar semangat Rara, kini dia tidak cemas lagi, setiap hari Rara belajar mempresentasikan produk Ray pada investor dengan dibantu Ray dan Revan, presentasi Rara sangat sempurna, dengan kata-kata yang menggiurkan dari Rara pasti semua investor tertarik untuk invest di perusahaannya.


"Nyonya Toretto menyogok investor supaya memilih presentasi dari Rea." Revan melaporkan.


"Mama benar-benar ingin menggunakan cara licik seperti ini," ucap Ray


"Iya pak, kelihatannya mama anda tidak menyerah begitu saja, salut sekali dengan kegigihannya," sahut Revan


"Nanti malam kumpulkan semua investor kita Revan, aku akan mengancam mereka semua jika curang dalam memilih," timpal Ray.


"Mama yang mulai dulu berbuat licik jadi sekarang jangan salahkan Ray jika Ray juga berbuat licik," imbuh Ray dengan tersenyum miring.


Seusai melaporkan info yang dia dapat, Revan kini kembali ke ruangannya.


Melihat Rea, Revan nampak kesal.


"Rea kenapa kamu mau-maunya disetir sama nyonya Toretto, kan kamu tau sendiri kalau Ray dan Rara itu saling mencintai kenapa kamu mau gitu jadi boneka nyonya Toretto," kata Revan

__ADS_1


"Anda tidak akan paham pak, karena anda tidak berasa di posisi saya," sahut Rea


"Ada Rehan yang tidak memiliki pasangan, kenapa kamu malah mengganggu hubungan orang lain?" tanya Revan


"Karana cinta saya hanya untuk Ray bukan Rehan," jawab Rea yang membuat Revan memijat pelipisnya.


Dia tidak ingin ikut campur lagi, memang sulit bicara dengan orang yang lagi dibutakan oleh cinta.


**********


Tiga hari kemudian, semua sudah bersiap untuk mendengar presentasi Rara dan Rea.


Mama Ray yang sebelumnya sudah berbicara pada investor nampak tenang dia yakin sekali kalau Rea lah yang akan membuat Investor terhipnotis dengan presentasi yang dia bawakan.


"Lihatlah kekalahan kalian," batin mama Ray dengan tersenyum miring.


"Bersiaplah kesal mam, pasti Rara yang akan menang," batin Ray.


Pertama Rea dulu yang mempresentasikan produk terbaru dari Ray Grup.


Dia sangat antusias dan luwes dalam mempresentasikan produk barunya, sehingga cukup banyak investor yang tertarik.


"Lihatlah Ray, mangkanya jangan melawan mama. Kamu itu berasal dari benih aku, seharusnya menurut apa kata-kata mama kamu ini bukannya malah menuruti wanita itu," batin mama Ray.


Tepuk tangan yang meriah nampak riuh terdengar dan Rea sungguh puas dengan presentasinya.


"Lihatlah Ra, kamu pasti kalah. Sebentar lagi aku akan leluasa berada di samping Ray," batin Rea dengan tersenyum.

__ADS_1


Kini gantian Rara yang maju mempresentasikan produk Ray Grup.


Rara yang lebih paham tentu dengan detail menjelaskan produk baru mereka, dia menggambarkan keuntungan produk baru dibanding produk lain.


Para investor dan yang ikut mendengar presentasi Rara sungguh sangat tertarik bahkan mereka mendengarkan dengan saksama.


"Semoga produk ini melejit di pasaran, karena dengan spek yang tinggi namun harganya sungguh tidak membuat kantong bolong," kata Rara.


Seusai mempresentasikan produknya, suara tepuk tangan riuh terdengar. Hampir semua peserta meeting memberikan tepuk tangannya untuk Rara, mereka sungguh puas dengan hasil presentasi Rara.


Setelah semua keluar ruang meeting nampak Ray, Rara, Revan, mama Ray dan juga Rea masih duduk di tempat masing-masing.


"Jadi Rara tetap jadi sekertaris Ray, sampai kapan pun tetap Rara yang jadi sekertaris Ray. Tak hanya jadi sekertaris di kantor, dia juga yang akan jadi sekertaris di hati Ray," kata Ray


"Sampai kapanpun mama tidak setuju Ray," teriak Mama


"Itu urusan mama, ini hidup Ray ma. Bukan hidup mama," sahut Ray


"Apa yang telah kamu berikan pada anakku Ra, sehingga dia berani melawan aku!" Mama berteriak karena emosinya keluar.


"Saya hanya memberi pak Ray cinta yang suci dan tulus, bukan harta ataupun kerja sama yang menguntungkan," sahut Rara


Rara, Ray dan Revan pamit, karena kerjaan Meraka masih menunggu untuk di eksekusi.


"Dasar tak berguna, bagaimana bisa lulusan Master universitas terkenal kalah dengan wanita yang hanya lulusan S1 kampus kecil di kotanya," teriak Mama Ray


"Kenapa Tante marah-marah, Rea juga sudah berusaha tapi memang Rara yang lebih senior dari Rea di kantor ini," omel Rea balik.

__ADS_1


__ADS_2