
"Setidaknya aku bisa terus bersama kamu bila kita berteman," kata Rea dengan tersenyum.
Rea menikmati indahnya matahari yang sebentar lagi akan tenggelam.
Karena ada yang dibicarakan dengan Ray, mama datang ke kamar Ray.
"Ada apa?" tanya Ray
"Biarkan mama masuk dulu," kata mama
"Masuklah mam," ucap Ray
Mama kini masuk lalu duduk di sofa.
"Ray ajaklah Rea makan malam," pinta mama
"Malas ma, Ray mau istirahat," sahut Ray
"Sampai kapan kamu mau membantah perkataan Mama, jika kamu terus bersikap seperti ini jangan salahkan mama jika mama bersikap semau mama," ancam mama
"Sekali terjadi apa-apa dengan Rara, mama yang harus bertanggung jawab," sahut Ray kesal
"Kalau mama tidak mau bagaimana," ucap mama
Ray
Ray mengepalkan tangannya, tentu dia tidak ingin terjadi apa-apa dengan Rara kalaupun kalau iya tentu Ray tidak bisa menghukum mamanya, kan nggak lucu kalau anak menghukum mamanya.
Mama keluar dengan hati yang senang karena mampu mengancam Ray.
Rea yang lewat di depan kamar Ray tak sengaja melihat Ray melamun, tanpa ketuk pintu Rea langsung masuk.
"Apa yang kamu pikirkan Ray?" tanya Rea dengan tangan menepuk bahu Ray sehingga Ray tersentak kaget.
"Beraninya kamu masuk kamar aku, keluar!" bentak Ray
"Kalau begitu keluar sama kamu," sahut Rea sambil menarik tangan Ray namun dengan segera Ray melepaskan tangannya.
__ADS_1
"Jangan mentang-mentang kita berteman kamu bisa seenak kamu," maki Ray
"Aku hanya ingin membantu kamu Ray, jangan buat mama kamu marah, Tante Raina itu orangnya ambisius dan nekat, jika kamu susah diatur bisa-bisa Rara yang akan dicelakai," kata Rea yang membuat Ray terdiam.
"Kamu nggak mau kan Rara dicelakai oleh mama kamu?" imbuh Rea.
Rea terus saja membujuk Ray, dia ingin membuat Ray percaya padanya. Tentu semua dengan embel-embel Rara.
************
Lagi-lagi Ray sangat kesal karena mama mempekerjakan Rea sebagai sekertaris Revan.
"Mama kenapa mama bersikap seperti ini," maki Ray
"Kasian, dia butuh pekerjaan," sahut mama asal tanpa melihat Ray karena beliau sibuk dengan ponselnya.
"Dia adalah anak keluarga Steven, mana mungkin membutuhkan uang?" sahut Ray.
"Revan itu asisten Ray ma, untuk apa mama mempekerjakan Rea sebagai sekertaris Revan?' tanya Ray
Ray yang kesal lagi-lagi mengepalkan tangannya namun dia tidak bisa memberi pelajaran pada mamanya.
Rea masuk hari dan dia pun berpenampilan semenarik mungkin dengan blazer dan rok pendek.
Mama Ray memperkenalkan Rea pada Revan dan ini membuat Revan senang karena dia memiliki sekertaris meski di manapun tidak akan ada asisten memiliki sekertaris bahkan di dunia novel tidak ada ceritanya sama sekali.
Hari-hari terus bergulir, tak terasa sudah seminggu Rea bekerja, bahkan Ray juga tidak sejutek saat awal-awal bertemu seminggu yang lalu dan ini membuat Mama Ray lega.
Mama Ray yang ada urusan di US tentu kembali ke sana. Bagaimanapun perusahaan di US membutuhkan dirinya.
"Mama pulang dulu, titip Rea, Ray," kata Mama
"Baiklah," sahut Ray.
"Hati-hati," imbuh Ray
"Tentu," sahut mama Ray.
__ADS_1
Untuk merayakan kembalinya mama Ray ke keluar negeri, Ray mengajak Rara untuk makan malam berdua, kebetulan juga mereka lama tidak makan malam bersama. Ray mengajak Rara untuk makan malam di sebuah restoran yang terletak tak jauh dari apartemen Rara.
"Tunggu aku di restoran dekat apartemen kamu sayang." Ray mengirim pesan pada Rara
Dan Rara langsung membalasnya.
"Ok."
Rara memakai baju terbaiknya untuk makan malam dengan Ray, dia juga berdandan secantik mungkin.
"Aku akan membuat Ray klepek-klepek malam ini supaya dia menghukum aku," gumam Rara dengan tersenyum.
Tak hanya Rara, Ray juga berdandan seganteng mungkin, dan saat dia akan berangkat terlihat Rea yang duduk dengan menangis.
Ray awalnya mengabaikan Rea namun entah mengapa jiwa sosialnya muncul.
"Kamu kenapa menangis?" tanya Ray
Rea menunjukkan ponselnya, "Cowok aku memutuskan hubungannya dengan aku," jawab Rea,
"Hanya diputus cowok kenapa menangis seperti ditinggal mati saja," kata Ray yang kesal dengan sikap lebay Rea.
"Bagaimana jika Rara meninggalkan kamu," sahut Rea.
Saat beranjak dari duduknya, Rea malah jatuh dan pingsan tentu ini membuat Ray panik.
Ray segera menggendong Rea ke kamarnya, lalu dia menyuruh Rehan untuk datang ke rumahnya guna memeriksa keadaan Rea.
Di sisi lain, Rara telah menunggu Ray. Sejam berlalu. namun Ray tak kunjung datang.
Rara juga mencoba mengubungi Ray namun ponselnya tidak aktif.
"Jangan-jangan kamu ngeprank aku sayang," batin Rara.
Dua jam berlalu namun Ray belum datang juga hingga restoran tutup.
"Beraninya kamu mempermainkan aku,"
__ADS_1