Jebakan Indah My Husband

Jebakan Indah My Husband
Menangis


__ADS_3

"Papa tak mengira kamu akan depresi seperti ini nak, mana kamu yang kuat dan tegar. Gara-gara wanita itu kamu jadi seperti ini," kata papa dengan menatap sedih anaknya.


Papa mencoba merebahkan tubuh anaknya, menyuruh Raka untuk istirahat.


"Istirahatlah," ucap papa lalu keluar kamar Raka dengan mata yang basah. Meskipun kesal namun tentu Papa Raka tidak menginginkan anaknya bernasib seperti ini.


"Ya Tuhan, sembuhkan lah Raka," ucap papa lalu beliau masuk kamarnya.


Entah apa yang Raka rasakan saat ini, mendengar kalau Sheryl hamil membuatnya sangat shock, dia sungguh tak terima.


Apa yang dilakukan Ray sungguh mengguncang kejiwaan Raka, pertama harta benda yang dimilikinya raib begitu saja saat bisnisnya melejit naik, kedua Sherly calon pengantinya harus meninggalkannya demi lelaki yang jauh sempurna darinya meski sebenarnya dia adalah Sultan abal-abal suruhan Ray, ketiga kini Sheryl hamil. Seperti pepatah sudah jatuh ketiban tangga lalu dilempari granat. Tak hanya sakit karena jatuh, dia juga merasakan sakitnya ketiban tangga dan terakhir malah dilempari granat yang langsung meledak memporak-porandakan tubuhnya serta jiwanya.


Di sini yang kasihan justru papa Raka di usia senjanya seharusnya beliau bahagia dengan suara tangis tawa cucu malah ini dipusingkan oleh Raka.


Di sisi lain, Sheryl lagi-lagi histeris sehingga para suster mau tak mau mengikat tangan dan kaki Sheryl karena kalau nggak begitu Sheryl bisa memukul-mukul perutnya yang tentunya sangat berbahaya untuk janin yang di kandungnya.


"Ini bagiamana dokter, dia selalu histeris," kata Suster


"Bagaimana dengan keluarga pasien, apa sudah ada yang datang?" tanya dokter


"Tidak ada dok, hanya lelaki tadi yang datang dan sampai sekarang tidak ada lagi," jawab Suster.


"Bagaimana ini, kalau dia terus saja seperti ini mau nggak mau kita harus membawanya ke rumah sakit jiwa," timpal Dokter.


Ekspektasi menjadi istri sultan membuat Sherly jatuh sangat dalam, lebih dalam dari lubang neraka atau palung Mariana yang merupakan palung laut terdalam di dunia ini hingga membuat jiwanya tak mampu menahan tekanan yang dia terima.


Ditinggal saat dia juga meninggalkan apalagi sekarang dia tengah mengandung anak lelaki yang kini entah kemana perginya.


Lagi-lagi dokter menyuntikkan obat penenang dan ini sudah melebihi ketentuan.


"Nanti setelah dia bangun pasti histeris kembali dok," kata Suster


"Kita lihat saja, semoga saja dia capek dan mau diam," sahut Dokter.


Revan yang mendapatkan informasi mengenai Sheryl tersenyum puas, dua orang depresi bersamaan, dia tidak menyangka efeknya akan membuat korbannya sampai depresi.


Rencana Ray memang luar biasa, dia bisa memperkirakan semua.


"Aku akui pak, anda memang jenius. Albert Einstein saja kalah dengan anda," kata Revan dengan tertawa.


Keesokannya Revan datang ke rumah Ray, dia ingin memberitahukan keadaan Sheryl dan Raka.


"Saya mendapatkan informasi kalau kedua orang tersebut kini sedang depresi," kata Revan


"Wow, secepat itu mereka depresi. Is amazing, bravo," sahut Ray dengan tertawa.

__ADS_1


"Rancana anda sungguh luar biasa," puji Revan


"Bulan depan kamu naik gaji Revan," timpal Ray


"Terima kasih pak, semoga amal ibadah anda diterima di sisinya amin," kata Revan yang membuat Ray melemparkan tatapan mautnya.


"Kamu ini mendoakan aku mati ya," ucap Ray


"Hehe nggak pak Ray, maksud saya nggak seperti itu," timpal Revan dengan terkekeh.


Karena Ray ada acara kencan dengan Rara dia menyuruh Revan untuk pulang, "Pulanglah Revan, aku mau kencan," usir Ray


"Enaknya yang bisa kencan, nasib jomblo selalu mengenaskan," sahut Revan lalu dia keluar.


Ray kini bersiap untuk menjemput Rara di rumah orangtuanya. Semalam memang Rara pulang ke rumah orang tuanya.


Ray membawa mobilnya sendiri tanpa sopir, karena hari Minggu ini Ray ingin berduaan dengan Rara seorang berkeliling kota hanya dengan Rara.


Setibanya di rumah Rara, Ray turun dari mobil. Di teras rumahnya nampak ada wanita yang duduk sambil membaca majalah.


"Pagi," sapa Ray


"Pagi," sapa nya balik


"Pasti cari Rara ya?" kata Riana kakak Rara.


Riana mendengus kesal kenapa Ray kekasih adiknya sungguh menyebalkan.


"Tunggu sebentar, aku panggilkan," kata Riana lalu masuk ke dalam rumahnya.


Tak berselang lama Rara keluar dengan outfitnya yang membuat Ray terpesona.


"Wow sayang kamu good looking banget," puji Ray


"Ya iya dong sayang, aku kan kekasih Raymond masak iya berpenampilan yang malu-maluin," sahut Rara dengan terkekeh.


Mama dan papa Rara juga ikut keluar untuk menemui calon mantu mereka.


"Jaga baik-baik Putri kami Ray," kata papa


"Pasti papa mertua," sahut Ray dengan tertawa


Mereka semua saling pandang, mungkin otak Ray sudah geser sehingga sikapnya kali ini berbeda dengan sebelum-sebelumnya.


Setelah berpamitan kini Ray dan Rara masuk mobil dan pergi.

__ADS_1


"Kita mau kemana?" tanya Rara


"Karaokean," jawab Ray


"Kenapa harus karaoke sih sayang," protes Rara


"Ya pengen saja dengerin kamu bernyanyi," timpal Ray


Kini mereka telah sampai di sebuah tempat karaoke terbesar di kotanya, untuk ruangannya tentu Ray memilih ruangan VIP.


Kini mereka sudah berapa di ruangan VIP, beberapa pelayan wanita seksi datang untuk melayani mereka.


"Modus," ucap Rara


"Modus gimana maksud kamu?" tanya Ray


"La itu pelayan-pelayan seksi," jawab Rara


"Cemburu?" tanya Ray


"Nggak, ngapain harus cemburu. Masih seksi aku," jawab Rara


"Buktikan," tantang Ray


Ray kini mengusir para pelayan untuk pergi, untuk sementara cukup untuk pelayanannya.


"Sekarang buktikan, katanya kamu lebih seksi dari mereka," bisik Ray dengan menggigit kecil telinga Rara.


Rara tentu bingung cara membuktikannya, lalu dia mengalihkannya dengan bernyanyi, dia mencari lagu romantis untuk dipersembahkan pada !Ray.


Rara kini mulai bernyanyi, lalu dia mengajak Ray untuk berduet. Ray yang tak tau lagu yang dinyanyikan Rara hanya ikut mengiringi gerakan Rara.


Setelahnya Rara tersenyum menatap Ray, "Terima kasih sayang, sudah menerima aku apa adanya dan selalu ada untuk aku," kata Rara


"Terima kasih juga, sudah hadir dalam hidup aku, meski pertemuan awal kita lewat hal yang tidak baik namun semoga ke depannya aku bisa dengan cepat menghalalkan hubungan ini dan membawa kamu ke pelaminan," sahut Ray


"Amin," timpal Rara.


Sheryl kini sudah tidak histeris namun dia menangis dengan memanggil nama Riad dan Raka secara bergantian.


"Riad, Raka dimana kalian," kata sheryl dengan menangis


Raka juga sama keadaannya dengan Sheryl yang masih diam membatu tanpa berkata apa-apa, sedangkan Riad kini telah sampai di negaranya bahkan dia kini telah berkumpul dengan keluarganya.


Di kamarnya Riad melihat ponselnya, dia masih menyimpan foto-foto Sheryl dengan dirinya saat mereka bersama.

__ADS_1


"Selamat tinggal Sheryl, maafkan aku. Aku bersama kamu karena diperintah bukan dasar cinta, namun aku akan selalu mendoakan kamu supaya kamu bahagia tanpa aku," kata Riad lalu menghapus semua kenangannya dengan Sheryl, wanita yang ia hancurkan hidupnya karena perintah dari Raymond Toretto.


__ADS_2