Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Kamu masak?


__ADS_3

Esok adalah akad nikah Ricky dan Elsa. Ibu Ricky sudah datang dua hari setelah malam lamaran. Baik Harry maupun Fadia sama-sama sibuk membantu persiapan calon pengantin. Jika Fadia sibuk membantu dari pihak wanita maka Harry sibuk membantu menyiapkan persiapan dari pihak pria.


Harry maupun Fadia merasa beruntung anak pertama mereka sangat pengertian. Ia lebih sering ikut bapak Elsa mengurus kambing-kambing nya.


Sepertinya Gadhing memang suka dengan hewan-hewan ternak.


Harry selalu memperhatikan asupan gizi Fadia maupun Gadhing. Bahkan ia tidak segan-segan membawakan bekal makanan untuk ibu hamil itu selama berada di rumah Elsa.


"Jangan kecapekan, jangan pecicilan, jangan angkat yang berat-berat. Kamu harus hati-hati." Harry memberi peringatan ketika baru saja mengantar sang istri di rumah milik istrinya itu.


Fadia tersenyum mendengarkan. Selama ia membantu persiapan akad nikah Elsa, suaminya mengucapkan peringatan yang sama setiap harinya.


"Iya sayang." ucap Fadia patuh.


"Bekal nya di makan." ucap Harry lagi dan di balas anggukan kecil oleh Fadia.


Harry menangkup kedua sisi wajah Fadia. Ia kecup seluruh wajah sang istri.


"Aku pergi kerja dulu, jangan lupa Dhuha sama Zuhur nya ya.."


"Iya mas.. Kamu juga hati-hati kerja nya. Jangan tebar pesona disana. Ingat.. Anak kamu sudah mau 3."


Harry terkekeh mendengar peringatan sang istri. Selalu inilah yang di ucapkan untuk penghantar ketika ia akan berangkat kerja.


Ia berlutut di depan Fadia lalu mengelus perut rata Fadia. Di singkapnya kaos dikenakan Fadia.


*Cup


Cup*


"Anak-anak ayah baik-baik ya sama bunda.. Ingatkan bunda kalau kalian sudah lapar. Tapi kalau bunda bandal.. Tendang saja bunda." Harry bicara di depan perut Fadia sembari mengelusnya.


Fadia yang mendengar itu hanya tertawa saja. "Mereka pasti sudah bergerak-gerak di dalam mas, tapi kita belum bisa merasakan nya."


Harry berdiri merangkul Fadia untuk duduk di sofa. "Kapan kira-kira kita bisa merasakan gerakannya Yu?"


"Aku dulu pas hamil Gadhing pas umur 4 bulan. Tapi inikan hamil kembar, aku baca di artikel mereka bergerak di Minggu ke 18 sampai Minggu ke 20. Tapi bisa lebih cepat karena ini kehamilan kedua untukku."


Ya, walaupun Fadia pernah merasakan hamil sebelumnya ia tetap mencari tahu tentang kehamilan kembar.


"Oh iya, gimana kamu di tempat kerja mas? apa masih sering mual?" tanya Fadia.


"Masih tapi aku sudah ada obatnya jadi tidak terlalu mual." jawab Harry masih mengelus perut Fadia.


"Obat apa?"


"Parfum kamu aku bawa kemana-mana." Mendengar itu keduanya tertawa.


Keduanya asyik mengobrol ngawur ngidul seperti biasa. Tidak lupa rayuan receh bahasa Jawa dari Harry selalu menghiasi keduanya.


"Mas, sudah jam setengah tujuh, sana kamu pergi kerja." ujar Fadia karena ia hafal betul jam berapa seorang Asisten Afdeling.

__ADS_1


"Kamu sudah terlambat 15 menit mas.. Biasanya para Asisten lebih dulu datang kan?"


Harry mengela nafas panjang. Sungguh, ketika bersama dengan sang istri rasanya enggan untuk beranjak kemana pun.


"Jangan bilang kamu malas kerja karena mau dekat aku terus." selidik Fadia melihat gerak-gerik sang suami yang enggan pergi kerja.


Harry cengengesan langsung memeluk Fadia lalu mencium bibir dengan luma tan gemas.


"Iihh.. Kamu kebiasaan." cicit Fadia merasa sakit karena lumayan gemas Harry.


Harry nyengir menampakkan deretan gigi rata nan putih nya. Jangan lupakan setiap Harry nyengir begitu pasti matanya akan menyipit membuat Fadia terkesima melihat suami tampan nya.


Selalu saja membuatku jatuh cinta. Keluh Fadia dalam hati sembari memperhatikan Harry.


"Aku mencintaimu." celetuk Fadia yang masih memperhatikan wajah Harry yang sekarang juga menatapnya karena mendengar celetukannya.


Harry tersenyum manis untuk Fadia. Ia tahu Fadia mencintai nya dapat dilihat cara memperlakukan dirinya. Tapi mendengar ungkapan hati seorang Fadia sangat membuatnya bahagia.


"Aku sangat mencintaimu. Sangat.. Sangat.. Sangat mencintai mu Yu." ungkapnya.


"Ngamar saja yuk, aku malas kerja kalau gini." lanjut nya lagi.


Plak


Satu pukulan di lengan Harry ia layangkan. "Dasar mesum.. Sana kerja, Cinta juga butuh duit. Jadi cari duit banyak-banyak biar aku tambah cinta."


Fadia tergelak sementara Harry berdecak. Ia tidak marah dengan apa yang di katakan Fadia. Karena itu benar adanya. Semakin banyak uang suami maka istri semakin cinta bukan?


Untung saja Fadia tidak terlalu suka memakainya. Hanya suka mengoleksi saja. Jika Fadia suka memakai perhiasan nya, dapat dipastikan istrinya itu akan di cap sebagai Toko Emas Berjalan.


"Ya sudah aku berangkat ya.." pamit Harry.


Fadia mencium punggung tangan Harry lalu mengecup pipi sang suami. Sedang Harry membalasnya dengan kecupan di kening Fadia dan bibirnya.


"Hati-hati mas."


...****...


"Sudah acara pamitan nya kakak ipar?" sargah Yudha sedari tadi menunggu pasangan halal itu selesai dengan keuwuan nya.


"Eh iya sudah kak." jawab Fadia cengengesan.


Yudha duduk di seberang sofa yang di duduki Fadia, ia baru selesai mandi.


"Yu, kesebelah dong ambil makanan.. Perut ku lapar, ibu sama Ricky belum bangun.. Kami bergadang tadi malam karena Ricky gugup untuk acara akad besok."


Fadia tersentak. "Kak Ricky bisa gugup juga?"


Yang ditanya tertawa, ia pun sama kaget nya dengan Fadia. Bahkan kegugupan Ricky sangat lucu di matanya karena ia sangat jarang melihat Ricky dalam keadaan gugup.


"Ya begitulah.."

__ADS_1


Fadia bangkit berjalan ke arah dapur di ikuti Yudha dibelakang nya.


"Kok ke dapur Yu?"


Fadia berbalik arah melihat Yudha lalu melanjutkan kegiatan nya untuk membuat sarapan, kebetulan ada ayam di lemari es.


"Lah jadi? katanya lapar.."


"Tapi jangan kamunya masak Yu.. Bisa di bogem aku sama suami mu.." keluh Yudha.


"Tidak apa.."


Yudha hanya pasrah dan tetap mengawasi Fadia agar istri sahabatnya itu tidak lecet batang segorespun.


"Fad.. Kau ngapain?" tanya Elsa yang baru mendatangi Fadia dan Yudha di dapur.


"Nyanyi El." jawab Fadia asal.


Elsa berdecak. "Aku nanyak serius bege.."


"Kau tengok aku ngapain gi go lo?"


Yudha beranjak kedepan untuk meninggalkan dua wanita itu di dapur. Setelah berada di teras rumah Fadia, ia bermain ponsel sejenak.


Matanya memicing kala melihat seseorang yang sangat ia kenal memasuki pelataran rumah Fadia.


"Gawat." Ia pun berlari menuju dapur.


"Ayu gawat.." ucapnya dengan nafas berburu.


"Gawat kenapa kak? kenapa sampek ngos-ngosan gitu?" tanya Fadia panik.


Yudha tidak menjawab namun ia mengarahkan Fadia untuk duduk. Lalu menarik Elsa ke depan kompor.


"Ada apa nya?" tanya Elsa bingung.


Belum sempat ia bicara, seseorang itu sudah bersuara.


"Sayang.."


Ketiganya menoleh ke sumber suara. Dan Fadia juga Elsa mengerti maksud dari Yudha tadi.


Fadia tersenyum menghampiri Harry. "Sudah selesai apel paginya mas?"


Harry mengangguk lalu mengecup kening dan punggung tangan Fadia. Dahinya berkerut mencium bau tangan Fadia.


"Kamu masak?"


🌸


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2