Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Terbuai


__ADS_3

Harry terpana melihat apa yang ada di depannya. Melihat senyum indah nya saja sudah membuat ia jatuh cinta lagi dan lagi.


Saat ini Harry dan Didi baru saja sampai. Ketika keluar dari mobil, Harry sudah di suguhkan pemandangan yang indah dan segar di mata. Bahkan lebih indah dari pemandangan pantai Pakkodian di matanya.



Ia terus memandangi Fadia sementara Didi mendirikan tenda paling ujung di rombongan Fadia.


Ia mempercepat langkah mendekati Fadia. Ternyata calon istri nya itu terpejam di balik kacamatanya.


Cup


Ia kecup pipi Fadia karena gemas melihat calon istrinya itu. Kemudian ia peluk tubuh mungil Fadia.


Fadia tersentak saat ada yang mengecup pipinya. Takut itu adalah orang asing yang hendak melecehkan nya. Masih dalam keadaan syok, ia lebih terkejut saat ia di peluk seseorang.


Tapi ia mulai sadar orang itu adalah calon suaminya. Bau harum maskulin yang menenangkan ia dalam pelukan Harry. Tapi tunggu.


Harry?


"Kamu benar-benar Harry?" tanya Fadia mendongak melihat ke arah Harry dengan wajah polos.


Harry tertawa atas pertanyaan Fadia. Ia tidak menjawab. Hanya menarik pinggang Fadia dan mencium kening Fadia cukup lama.


Tentu itu membuat Fadia memejamkan mata menikmati apa yang di lakukan Harry. Sungguh. Ia sama hal nya dengan Harry. Ia tidak ingin jauh dengan Harry.


"Aku lapar Yu."


Fadia terjingkat mendengar itu. "Ayo makan. Tapi hanya ada mie instan dan ikan goreng hasil pancingan tadi. Mau?"


Harry mengangguk. Keduanya menuju tempat dimana para rombongan itu memasak. Fadia juga mengajak Didi untuk makan bersama.


"Pak Harry menyusul Fadia?" tanya Elsa yang sedang duduk berdua dengan Niko.


Harry hanya mengangguk dan ia beralih menatap Niko. Sebenarnya ingin sekali ia memberi pelajaran pada pemuda itu. Tapi ia ingat pesan Fadia kalau Elsa tidak mengetahui Niko menyukai calon istrinya itu.


"Ini untuk pak Didi dan ini untuk kamu." ujar Fadia.


"Terimakasih." Ucap keduanya.


Fadia hanya tersenyum dan mengangguk.


Fadia terus menatap Harry di balik kacamata nya itu. Harry begitu lahap memakan mie instan itu. Seakan makanan itu sangat enak rasanya. Padahal hanya di rebus dan di goreng.


"Fad. Renang yuk." ajak Elsa.


"Bawak baju renang kan?" sambung nya lagi.


Harry menatap Fadia dengan seksama. Pikiran bagaimana sexy nya pakaian renang mendadak ia tidak rela bila Fadia memakai baju renang.


"Kamu duluan ganti ya El. Aku temenin Harry dulu." ujar Fadia masih belum sadar tatapan Harry.


"Oke."


Harry baru saja selesai makan dan Fadia pamit mau ambil baju renang dan ganti pakaian. Ia mengikuti Fadia menuju tenda nya. Dan ternyata Fadia sudah berganti pakaian renang.



Harry menelan kasar salivanya melihat Fadia yang keluar dari tenda. Ia mematung begitu juga Fadia.

__ADS_1


Setelah sadar Harry menarik Fadia untuk masuk ke tenda. "Kamu apa-apaan sih Yu? aku tahu kamu sedang menghukum ku tapi jangan begini. Aku tidak rela tubuh mu di nikmati mata laki-laki lain."


Fadia menjadi kikuk karena tatapan mata Harry sudah berubah. Ia tahu sekarang Harry dilanda kabut gairah. Dan ia yakin Harry sedang bersusah payah menahan nya.


"Maaf. Sebenarnya aku juga tidak nyaman. Elsa yang memilih kan nya untuk ku."


"Cepat ganti baju." titah Harry.


"Iya tapi kamu keluar dong." rengek Fadia karena Harry tidak beranjak barang sedikit pun.


"Aku tetap disini." ucap Harry dengan tegas.


Deg


Apa Harry tidak berpikir bagaimana Fadia sekarang? tentu ia menjadi tidak nyaman. Jika dituruti bisa saja keduanya melewati batas. Dan akan ada banyak pihak yang akan bersedih nantinya.


"Har-harry.. Aku serius. Jangan seperti ini."


Karena Harry masih dalam mode merajuk melihat Fadia keluar pakai baju sexy membuat ia enggan beranjak.


Fadia merasa tidak aman sekarang. Keluar tenda pun tidak mungkin tapi berada di dalam tenda berdua dengan Harry dalam keadaan seperti ini juga tidak mungkin.


"Maaf." cicit Fadia menunduk.


****


"Fadia mana El?" tanya Niko sedang berenang bersama Elsa.


"Mungkin di kurung pak Harry beb."


Niko sudah berjanji untuk mencoba menerima Elsa di hatinya. Sesuai permintaan Fadia. Ia mendekati Elsa yang sedang berenang.


"Nik-.. hemmt.."


Bibir Elsa sudah di bungkam oleh Niko. Sedari tadi ia menahan keinginan nya. Ia akui jika pacarnya ini termasuk wanita nekad.


Dan ya kini ia akui, pacarnya memiliki tubuh yang sexy dan selama ini terbungkus dengan gaya tomboy nya.


"Nik. Kau kenapa?" tanya Elsa.


"Kau sangat sexy beb." jawab Niko.


Niko semakin merapatkan dirinya dan Elsa. Ia beralih ke leher Elsa.


"eekhh.." lenguhan berhasil keluar dari bibir Elsa.


****


Sedangkan di dalam tenda Fadia dan Harry masih terdiam. Lebih tepatnya Harry yang diam menatap Fadia. Tatapan nya seakan menghunus ke jantung nya.


Fadia menjadi salah tingkah dan ia belum juga ganti pakaian.


"Harry. Tutup mata kamu kalau tidak mau keluar tenda." rengek Fadia.


"Tidak. Kamu tadi berniat untuk memperlihatkan bagian tubuh mu pada orang lain. Kenapa padaku tidak?" elak Harry yang masih duduk di depan Fadia.


Debaran jantung Fadia semakin tidak karuan. Pasalnya ia melihat tatapan mata Harry benar-benar sudah di kuasai naf su dan ia yakin bahwa Harry sedang berusaha menahan nya.


Terdengar suara riuh dari luar dan membuat Harry tersadar. Ia menyembulkan kepalanya begitu juga Fadia.

__ADS_1


Keduanya terjingkat dengan apa yang baru saja mereka lihat. Keduanya masuk kembali menjadi salah tingkah.


Fadia dan Harry bersitatap dan tersenyum.


"Kamu pilih seperti Elsa berenang sambil berciuman atau di dalam sini?" tanya Harry dengan senyum nakal nya.


Fadia mendadak gelagapan. Ya tadi keduanya melihat Elsa sedang berciuman di dalam pantai bahkan ia melihat Niko sudah menguasai leher Elsa. Tubuhnya meremang melihat adegan itu.


"Harry.. aku emmpt."


Terlambat!


Harry sudah menguasai bibir Fadia. Sangat lembut hingga Fadia membalas ciuman Harry. Harry menahan tengkuk leher Fadia memperdalam ciu man nya begitu juga tangan Fadia sudah melingkar di leher Harry.


Ia terbuai.


Ia sudah melayang bahkan hanya dengan ciu man Harry yang memabukkan.


Harry mulai memberanikan lidahnya bermain dengan lidah Fadia. Saling bertautan dan saling bertukar saliva.


Sedangkan tangan Harry sudah mulai berani bergerilya di punggung Fadia. Ini adalah pengalaman pertama Harry menyentuh seorang wanita dan hanya Fadia lah wanita itu.


"Ayu.."


"Harry.."


Keduanya menyebut nama pasangan nya dengan suara berat. Keduanya sudah berada dalam kabut gairah.


Mata keduanya bersitatap seakan mata mereka sedang berbicara. Fadia sudah tidak tahan, ini adalah pertama kalinya ia berbuat nekad.


Fadia bangkit dengan lutut menjadi tumpuan. Ia raih bibir Harry dengan tangan berada di kedua sisi wajah Harry.


Harry pun membalas nya. Ia rebahkan Fadia dengan perlahan tanpa melepas pangutan. Satu tangan sudah mulai merayap dan satu tangan sebagai tumpuan.


*Cup


Cup*


Kecupan terus berlanjut dari seluruh wajah Fadia hingga leher kemudian ia memundurkan kepalanya menatap kedua payu dara Fadia yang masih terbungkus itu.


Lalu ia menatap mata sayu Fadia yang sama dengan hal nya. Seakan memberi izin, ia pun kembali menatap payu dara Fadia lagi.


Ia kecup dua benda kenyal yang masih terbungkus itu dengan lembut. Kecupan yang berulang-ulang. Rasanya ia benar-benar ingin melakukan lebih daripada ini.


Fadia yang di perlakukan itu pun menggelinjang padahal hanya sebuah kecupan bahkan masih dalam keadaan terbungkus. Tubuhnya melengkung merasakan sensasi yang berbeda itu.


"Sa-sayang." Satu kata yang belum pernah ia keluarkan untuk Harry akhirnya terucap oleh nya.


Tentu Harry senang mendengar nya apalagi Fadia mengucapkan nya dengan selipan *******.


"Fadiaa..."


"Fadia..."


🌸


**JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE YA KAK..


OH IYA.. KLIK FAVORIT JUGA YAA.. KASIH HADIAH JUGA DONG..

__ADS_1


Emak pada mu😘😘😘❤️❤️**


__ADS_2