Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Mantan suami


__ADS_3

"Mas.. Kenapa kita pulang ke rumah kontrakan bukan kerumah ibu?" tanya Fadia karena ia dan Gadhing di boyong Harry ke rumah kontrakan.


Harry tersenyum melihat Fadia dengan wajah bingung nya. "Aku butuh privasi Yu, aku ingin bebas memakan mu." goda Harry membuat pipi Fadia bersemu kemerahan.


"Jangan menggoda ku Rry, nanti kamu tak tahan." balas Fadia mengerling kan sebelah mata.


"Yu.. Pegang si junior."


Tangan Harry mengarahkan tangan Fadia menyentuh junior yang sudah bangun di dalam sana.


Mata Fadia terbelalak merasakan apa yang ia sentuh. Beruntung Gadhing sedang sibuk dengan ponsel Fadia sehingga tidak melihat kelakuan orangtua nya.


"Dasar mesum." gerutu Fadia.


Keduanya tergelak dengan Gadhing menatap bingung.


...****...


Hari terus berganti Harry masih melarang Fadia dan Gadhing untuk mendatangi rumah orangtuanya ataupun kakek nya selagi masih ada anak kakek nya yang lain.


"Sebenarnya apa yang terjadi waktu itu Rry?"


"Aku hanya menjelaskan sebenarnya Yu, enak saja mereka bilang kamu hamil diluar nikah bahkan mereka bilang kamu hamil anak laki-laki lain."


"Maaf karena aku, kamu jadi di rumah terus.."


"Siapa bilang? nanti malam ada acara kumpul-kumpul di kafe Yudha, kita harus datang. Ricky juga datang."


Fadia hanya mengangguk menurut saja.


...****...


Malam harinya keluarga kecil itu sudah bersiap berangkat ke kafe Yudha. Dengan hati-hati Fadia menaiki sepeda motor Harry.


"Kayaknya kita memang harus beli mobil Yu.." celetuk Harry malihat Fadia kesulitan untuk naik ke atas sepeda motornya.


"Terserah kamu mas."


"Hati-hati, di pegang rok nya. Awas masuk ke lingkar."


"Iya mas.."


Sepeda motor melaju dengan kecepatan sedang. Di sepanjang jalan Gadhing banyak bertanya pada Harry. Bahkan Harry mengikuti Gadhing bernyanyi di sepanjang jalan itu.


Fadia dan Gadhing turun dari sepeda motor ketika baru tiba di depan kafe. Terlihat ramai di dalam sana yang isinya teman masa SMA Harry.


"Ayo sayang.." ajak Harry menggandeng tangan Fadia di sisi kanan dan Gadhing di sisi kiri.


Sorak-sorai terdengar riuh ketika kedatangan keluarga kecil Harry. Lagi-lagi Fadia merasa bersyukur atas ciptaan Tuhan yang dijodohkan padanya. Begitu banyak pria di kafe Yudha namun begitu jelas aura ketampanan yang dimilik Harry.


"Sudah nikah saja, aku tak di undang." seloroh salah satu dari teman Harry.


Harry tersenyum tipis tanpa menjawab karena sedang menyediakan tempat duduk untuk Fadia dan Gadhing di dekat Elsa.


"Aku tinggal boleh?" izin Harry karena ingin ikut bergabung dengan teman-teman sekolah nya juga.

__ADS_1


Fadia mengangguk. "Boleh. Jangan tebar pesona."


Harry terkekeh lalu mengecup pucuk kepala Fadia. "Gadhing ikut ayah atau bunda disini?"


"Ikut ayah." jawab Gadhing.


"Oke ayo.."


Sepeninggalan Harry dan Gadhing kini baik Fadia maupun Elsa masih sama-sama diam karena tidak ada yang dikenal mereka selain suami masing-masing.


"Kau kenapa diam saja El?" tanya Fadia sedari duduk di sampingnya tidak di gubris sama sekali.


"Itu." sahutnya Elsa menunjuk seseorang dengan dagunya.


Arah mata Fadia pun mengikuti dagu Elsa. Ia baru teringat seorang wanita yang mereka kenal. Satu orang wanita dari masa lalu suaminya juga suami Elsa.


Sundari.


Fadia menghembus nafas kasar. "Kau cemburu?"


"Jujur iya Fad, dia kan pernah tidur sama kak Ricky.." sahut Elsa lirih.


Tidak tahu harus jawab apa hanya bisa memberi usapan di punggung sang sahabat untuk meredakan kesedihan Elsa.


"Ini kenapa lagi mereka jalan arah kemari El? aaiihh.. Main keroyokan lagi El.." Fadia sedikit panik karena posisi keduanya cukup jauh dari jangkauan suami mereka.


"Iya Fad, mana kita bunting lagi.."


"Kau mah perut masih sedikit buncit, lah aku buncit kembar lagi."


"Hamil?" tanya Sundari dengan nada mengejek pada Fadia.


Satu alis Fadia naik tak menanggapi pertanyaan Sundari. Menurut nya pertanyaan yang tidak perlu ditanya karena bisa melihat kondisi perutnya.


"Kalau di hitung-hitung seharusnya perutmu tidak sebesar ini, apa hamil dulu?" Sundari tetap bicara dengan nada mengejek.


Ketika tangannya akan menyentuh perutnya langsung di tepis oleh Fadia. "Haram bagimu menyentuhku Sundari.."


Bukan marah melainkan tertawa mengejek dari Sundari dan rombongan nya.


"Kita itu sama Fadia.. Jangan munafik. Dan kamu istri Ricky.. Kamu pasti juga korban dari rayuan Ricky kan? hamil lalu dinikahi deh.."


"Muncung mu di jaga Sundari.. Kami dari tadi diam karena hargai kalian lebih tua.. Tapi dari tadi kalian tidak ada menunjukkan sopan santun. Kalau kau pela cur jangan bilang orang lain sama kayak kau." Fadia sudah emosi bahkan ia bicara dengan menunjuk ke wajah Sundari.


"Fad. Jangan terpancing.. Aku takut mereka nekad." bisik Elsa.


...****...


Disisi lain tempat berkumpul para pria di kafe Yudha sedang tertawa karena hanya Harry dan Ricky menjadi bahan tertawaan. Karena apa?


Karena hanya mereka berdua yang membawa istri dan anak.


"Suami takut istri."


"Suami bucin."

__ADS_1


Dua kalimat itu tersemat untuk Harry dan Ricky. Apalagi Harry yang sudah memiliki anak sambung dan sang istri sedang hamil besar.


"Apa istrimu takut kamu di ambil mantan?" celetuk salah satu teman mereka.


"Mantan?" tanya Harry.


"Iya Sundari."


Harry terperanjat sama dengan Ricky. Keduanya melupakan satu orang itu.


"Sundari juga datang?"


"Iya tadi datang sama geng nya."


Harry dan Ricky saling pandang lalu mengedarkan pandangan mencari keberadaan orang itu.


Keduanya kembali terperanjat dimana tempat duduk istri mereka sudah banyak orang berkumpul disana. Melihat itu lantas membuat keduanya bangkit, mereka yakin Sundari ada disana dan membuat keributan dengan istrinya.


"Gadhing disini dulu ya sama om-om ini." titah Harry dan di anggukin Gadhing.


Mendapat anggukan dari gadhing, ia langsung berjalan menuju ke meja dimana sang istri berada.


"Sayang.."


"Sayang.."


Orang-orang yang mengerumuni Fadia dan Elsa menoleh mendengar kedua suara itu. Mereka pada bergumam menyebut kedua nama pria itu. Sedang Sundari diam terpaku menatap kedua mantan bertambah tampan di matanya.


"El. Ini saatnya jatuhkan Sundari." bisik Fadia setelah mendapat ide.


"Gimana caranya?" sahut Elsa juga berbisik.


"Ikuti saja ya."


Harry mendekati Fadia begitu juga Ricky mendekati Elsa.


"Kalian tak apa kan?" tanya Ricky dan di anggukin kedua wanita hamil itu.


Fadia dan Elsa saling melirik lalu mengangguk. "Harry.. Kata mantanmu itu kamu pernah lakukan itu sama kayak kak Ricky lakukan itu ke dia." Fadia berbicara menunduk menyandarkan kepala di dada bidang Harry sembari bermain dengan kuku nya.


Mendengar ucapan sang istri membuat ia emosi pada orang yang dimaksud istrinya. Tatapan tajam itu di layangkan untuk Sundari. Bukan hanya Harry yang memberi tatapan tajam itu, Ricky juga sama halnya dengan Harry.


"Mana pernah aku lakukan itu sama dia sayang.. Aku pernah bilang ke kamu, kami pacaran selama tujuh tahun tapi hanya pegangan tangan saja tak lebih. Selama tujuh tahun itu dia selingkuh sama kakak mu itu. Tanyakan sama dia apa yang sudah mereka lewati."


Ricky mendapat tatapan tajam dari Elsa dan Fadia menelan saliva dengan kasar. "Kakak memang pernah melakukan itu, tapi percayalah bukan kakak yang pertama untuk dia."


Fadia dan Elsa masih bergeming menantikan semua yang telah mereka lewati. "Kakak lakukan itu selalu pakai pengaman sayang.."


Kini kedua wanita hamil itu tersenyum puas. Apalagi Elsa merasa lega. "Jadi kakak masih mau coba dengan mantan kakak?" tanya Elsa memancing emosi Sundari.


"Tidak lah, punya mu lebih enak sempit."


Setelah mendengar hinaan secara tidak langsung Sundari pergi dari tempat itu, ia pindah ke meja jauh dari mereka dengan perasaan marah.


🌸

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2