
SMA Negeri 3 Malang atau dikenal dengan Bhawikarsu merupakan sekolah unggulan yang memiliki tujuan untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang bermutu/berkualitas sesuai dengan visi dan misi sekolah.
Disinilah Fadia dan ketiga pria bersahabat itu. Hanya di dalam mobil. Ia menatap takjub dengan kemegahan.
"Bagus ya Rry.." puji Fadia penuh ke kaguman.
"Hem.." jawab Harry singkat karena ia masih kesal dengan Fadia yang tidak peka.
Fadia berdecak sebal saat mendapati Harry masih saja acuh padanya.
Tadi saat masih di kafe Yudha, Fadia meminta Ricky untuk foto bersamanya sebagai kenang-kenangan tidak ada maksud lain. Tapi seperti biasa suami Fadia itu cemburu dan terbawa hingga sampai di tempat tujuan.
Padahal hasil potretan Yudha tidak bagus karena Fadia sudah terlanjur kesal dengan Harry dan berakhir tidak ada senyuman di foto tersebut.
"Jangan cemberut gitu." tegur Fadia.
"Ini kita mau turun atau hanya melihat dari mobil?" Ricky menyela pembicaraan suami istri itu.
Tapi rasa nya tidak ada yang bergerak karena seperti menunggu keputusan dari Harry.
"Baiklah suamiku.. Maafin istri mu yang jelek ini ya.." Fadia akhirnya mengalah.
"Kamu cantik." celetuk Harry masih dalam mode merajuk.
Lihatlah suami Fadia ini. Dalam keadaan merajuk pun masih memuji istrinya.
Fadia tersenyum mendengar itu. Di kecup pipi suaminya. "Sudah jangan ngambek. Nanti aku kasih kejutan di rumah."ucap Fadia setengah berbisik dan mengerling kan mata saat Harry tengah menatapnya.
"Aku tidak suka kamu duduk berdua dengan laki-laki lain."
"Tenang saja ya.. Aku tidak akan mengulanginya. Jangan ngambek gitu. Beliklah.. Sebagai permintaan maaf, aku yang di atas nanti." ucap Fadia setengah berbisik namun masih terdengar oleh Yudha dan Ricky.
"Benarkah? sambil duduk di sofa seperti nya lebih asyik." sahut Harry menanggapi dengan mata berbinar.
Fadia berdecak. "Itu mah enak di kamu bisa main di payu dara aku langsung kenyang deh." protes Fadia.
Harry terkekeh."Biarin saja, akan aku habisi sampai tak bersisa." sahut Harry seraya menatap payu dara Fadia yang tampak lebih besar walau masih terbungkus dress sembari tersenyum nakal.
Yudha dan Ricky mendengar pembicaraan unfaedah sepasang suami istri itu saling pandang kemudian melengos bersama.
Eheemm..
Keduanya berdehem untuk menyadarkan bila di dekat mereka juga terdapat manusia jomblo. Apalagi Yudha tidak tahu bagaimana rasanya yang di bicarakan sepasang suami istri itu.
"Kita mau turun atau gimana?" tanya Yudha yang mulai kesal.
Tidak ada yang menjawab, hanya Harry keluar mobil lalu membuka kan pintu mobil untuk Fadia.
"Makasih." ucap Fadia tersenyum.
Mereka berempat masuk ke lingkungan sekolah. Pertama kali mengunjungi kantor kepala sekolah untuk meminta izin keliling sekolah lalu ke ruang guru karena kebetulan waktu istirahat otomatis guru berada di ruang guru.
Ketiga pria itu menyalami guru-guru mereka dan guru baru. Tak lupa Harry mengenalkan Fadia pada guru mereka sebagai istrinya.
__ADS_1
Tentu Fadia merasa bahagia saat ini. Wanita mana yang tidak bahagia bila pasangan kita mengakui posisi kita sebagai pasangan nya? Terlebih Harry tidak melepaskan genggaman nya walau Harry sedang bercengkrama pada guru dan dua sahabatnya.
"Tugas dimana kamu sekarang Harry?" tanya guru pertanian di sekolah nya dan wali kelas mereka saat kelas XII.
"Di Sumatera Utara pak. Di kampung istri." sahut Harry.
"Oh.. Kamu dapat orang sana tah?"
"Iya pak. Jodoh tertunda itu pak." celetuk Ricky.
"Jodoh tertunda?" tanya guru pertanian tersebut.
"Iya pak. Perjalanan cinta mereka itu sangat panjang sampai menghabiskan waktu 11 tahun dengan sia-sia." terang Yudha menimpali.
Harry dan Fadia mencebik kesal tapi Fadia yang geram langsung mendarat kan pukulan di lengan Yudha.
Plak
"Auwh.." pekik Yudha.
Bukan Yudha yang marah tapi Harry.
"Sayang.. Jangan sentuh laki-laki mana pun." sergah Harry.
Fadia,Ricky, dan Yudha menatap Harry jengah. Tapi guru tersebut terkekeh melihat itu.
"Kamu sangat posesif ternyata." celetuk guru itu.
"Sangat terlalu pak. Posesif dan cemburuan." kata Yudha dan mendapat tatapan tajam dari Harry.
Guru pertanian itu hanya bisa menggelengkan kepala saja karena merasa aneh pada Harry. Tak di sangka nya sang juara kelas bisa sebucin itu.
"Ya sudah kalian lanjut jalan-jalan nya. Bapak mau makan siang dulu."
Mereka berempat lanjut mengelilingi sekolah. Harry menunjukkan di mana kelas mereka dulu. Tempat-tempat dimana mereka sering menghabiskan waktu di sekolah dan sekarang mereka berada di kantin sekolah.
"Oh iya.. Di setiap sekolah itu kan biasa nya ada tempat yang sering untuk tempat mojok sama pacar. Kalian kalau mojok dimana?" tanya Fadia pada 3 pria.
Seketika ketiganya menatap Fadia dengan pemikiran masing-masing.
Jika Yudha dan Ricky berpikir bahwa Fadia sama bandal nya dengan mereka. Tapi tidak dengan Harry yang notabene nya sang juara kelas dan cuek bahkan tidak peduli dengan mantan nya dulu berpikir yang tidak-tidak tentang Fadia bersama mantan pacar istrinya itu.
"Hei.. Kenapa pada menatap ku begitu?" Fadia mulai salah tingkah.
"Kalau kakak mah di belakang sekolah Yu." jawab Ricky santai.
"Kalau aku ngikut dimana di ajak mantan ku Yu. Kalau kamu dulu dimana?" tanya Yudha.
Fadia memang belum menyadari reaksi Harry tetap santai menanggapi pertanyaan Ricky dan Yudha.
"Banyak. Di aula sekolah, di kantin paling pojok, di belakang sekolah, di lahan pertanian, di pojok lapangan sekolah. Atau kalau malas di sekolah kami lompat pagar untuk ke warung biasa tempat murid cabut." terang Fadia tanpa beban.
"Wow.. Kamu bandal juga ternyata melebihi kakak." puji Yudha.
"Ya.. Sering terlambat juga apalagi kalau hari Senin. Aku sering sengaja terlambat."
__ADS_1
Harry terus menatap Fadia dengan tatapan yang sulit di jelaskan. Pikiran nya terus melayang kemungkinan-kemungkinan apa saja yang di lakukan Fadia dengan mantannya.
Ia berdiri mengambil kunci mobil dekat Ricky dan menarik pergelangan tangan Fadia.
"Kalian tunggu disini." titah Harry tak ingin di bantah lalu melangkah di ikuti Fadia.
"Sudah ku duga. Harry cemburu coy.." ledek Yudha tertawa nyaring dan di ikuti Ricky juga tertawa.
****
Harry masih tetap diam walau tetap membukakan pintu mobil untuk Fadia.
Ia melajukan mobil ke tempat yang ada di pikiran nya dengan kecepatan sedang.
"Harry.." panggil Fadia lirih.
Harry tidak menanggapi memilih menepikan mobil sebelum menuju tempat yang ia inginkan. Membuka pintu mobil lanjut membukakan untuk Fadia.
"Turun."
Fadia bergeming karena merasa takut dengan perlakuan Harry ditambah lagi mereka berada di depan toko pakaian wanita.
Untuk apa?
"Fadia Rahayu.."
Fadia menunduk. "Jangan gini, aku takut."
Harry menghela nafas. "Turun dulu Yu.."
Akhirnya Fadia turun dan keduanya masuk ke toko pakaian wanita.
"Pilih satu set baju Yu. Sekalian dalaman nya." titah Harry.
Fadia mengangguk mengerti kemudian memilih pakaian yang ia inginkan beserta dalaman nya. Entah apa tujuan Harry terpenting menurut saja pikir Fadia.
Setelah keluar dari toko pakaian, Harry melajukan mobil menuju tempat yang ia inginkan.
"Harry ngapain kita kesini?" Fadia menatap gedung Hotel dengan tatapan nanar.
"Menghukum mu Yu.. Sepertinya hari ini kamu banyak sekali membuat ulah."
Fadia menelan saliva lalu menatap Harry. "Kita mau kulineran loh.."
Harry melihat jam di tangan nya. "1 jam cukup sayang.. Kita lanjutkan di rumah nanti."
"Kamu mesum dan menyebalkan." gerutu Fadia.
Harry terkekeh. "Suruh siapa membuatku cemburu."
Fadia mencebik bibir. Dan pasrah atas hukuman dari suaminya.
🌸
Bersambung..
__ADS_1