Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Maafkan Aku Part 2


__ADS_3

Sesampainya Giyan ditoilet Pria Giyan hanya berdiri di depan pintu toilet sembari menunggu salah satu pelayan yang hilir mudik memasuki area dapur cafe yang berada bersebelahan dengan toilet.


Setelah menunggu beberapa saat, ada juga akhirnya pelayan yang Giyan rasa dapat membantunya. Buru buru dirinya memanggil pelayan itu dan memberinya kode agar tidak bingung mengapa dirinya dipanggil. Pelayan tersebut pun langsung mendekati Giyan. Dan Giyan pun merapatkan tubuhnya dan berbisik pada si pelayan. Entah apa yang di bisikan Giyan padanya yang jelas setelah bisik bisik pelayan itu pun mengangguk angguk kan kepalanya tanda mengerti dan setuju atas permintaan Giyan.


Giyan pun tersenyum lega dan berjabat tangan seraya memberikan uang tips 200 ribu pada pelayan yang menurutnya sudah berbaik hati mau membantunya.


Setelah menerima mandat, dan upah dari Giyan pun pelayan itu buru buru menghampiri meja tempat Naina dan Aditya sedang bersantap siang dan berbincang. Giyan yang terus mengawasi dari sudut toilet yang lebih jauh lagi dari tempatnya yang tadi ia tempati untuk mengawasi gerak gerik Naina masih terus memperhatikan setiap apa yang terjadi pada Naina. Hanya saja Giyan tak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan. Baginya saat ini yang terpenting adalah segera memisahkan mereka berdua. Tekad Giyan dalam hati.


"Maaf, apa betul anda yang bernama Mas Aditya?" Jawab sang pelayan yang diutus oleh Giyan.


"Iya betul, kenapa Mas?" Tanya Aditya penasaran campur bingung dari mana pelayan tersebut mengetahui namanya. Begitu pun dengan Naina yang tak kalah bingung sama seperti Aditya.


"Bisa ikut saya sebentar Mas, Ada seseorang yang ingin menemui Mas Aditya secara pribadi. Beliau ingin berbicara 4 mata dengan Mas Aditya". Jelas sang pelayan.


Naina dan Aditya saling berpandangan, mereka saling memakai bahasa tubuh tanda kebingungan dengan si pelayan tersebut. Sebenernya sih bingungnya bukan ke pelayan cafenya. Tapi dengan siapa yang mengutus pelayan itu dan siapa pula yang mau menemui Aditya dan ingin berbicara 4 mata?


"Mungkin Naomi Dit, sana temui saja dulu. Biar aku tunggu disini". Tanggap Naina memberi usulan pada Aditya yang masih terdiam kebinggungan.


Aditya pun Mengangguk pelan dan menatap ke pelayan tadi. Dengan di tatap Aditya pelayan pun mengerti bahwa Aditya sudah bersedia ikut dengannya untuk menemui Giyan yang telah mengutusnya tadi.

__ADS_1


"Mari Mas Aditya bisa ikuti saya". Seraya beranjak pergi dan di ikuti dengan Aditya di belakangnya.


Pelayan tersebut membawa Aditya ke ruang VIP cafe tersebut, yang berada di lantai 2 bangunan cafe yang di desain masa kini. Giyan ternyata sengaja memesan ruang VIP spontan setelah memutuskan untuk memberi peringatan pada Aditya.


Sementara itu Aditya makin kebingungan mengapa dirinya dibawa ke ruangan VIP. Dan setelah memasuki ruangan, Aditya malah tambah bingung lagi. Karena yang menunggunya bukanlah Naomi seperti apa yang diperkirakan oleh Naina. Melainkan seorang pria yang tak dikenalnya.


Begitu melihat Aditya masuk dengan ekspresi kebingungan Giyan malah tersenyum kecut dan berdiri mempersilahkan Aditya untuk duduk di depannya . Tanpa mengeluarkan suara. Walau demikian Aditya bersikap tetap tenang dan menuruti Giyan untuk duduk di depannya.


"Apa anda mengenal suami wanita yang saat ini tengah makan siang bersama anda?" Tanya Giyan to the point pada Aditya.


Mendengar pertanyaan pertama Giyan Aditya pun sedikitnya bisa menerka apa yang sebenarnya kini terjadi.


"Kalau begitu apakah anda tahu jika wanita yang anda ajak berkencan itu adalah isteri orang, lalu apa hukumnya seorang pria yang mengajak isteri orang tanpa izin". Tegas Giyan dengan percaya diri.


"Maaf Mas, Anda salah faham dengan apa yang sebenarnya terjadi. Aku dan Naina hanya sekedar..." Belum selesain Aditya menjelaskan duduk perkaranya Giyan memotong perkataan Aditya.


"Cukup!!!" Hardik Giyan mulai muak dengan alasan alasan yang Aditya coba lontarkan. Intinya yang Giyan mau saat ini Aditya mendengarkan peringatannya dan setelah itu jauh jauh dari Nainanya bahkan bila perlu jangan pernah menemui Naina lagi.


"Saya tidak butuh penjelasan Anda. Sekarang saya peringatkan anda untuk menjauhi Naina. Jangan sampai anda berani untuk menganggu isteri orang atau jika tidak anda akan menerima akibat yang sangat buruk dari saya". Tegas Giyan seraya bangkit dari duduknya dan berkacak pinggang. Tanda dirinya sudah mulai tersulut emosi karena api cemburunya.

__ADS_1


Aditya yang mendengar itu tak mau memperkeruh suasana lagi. Dirinya memang mengakui salah telah mengajak Naina tanpa izin suaminya. Dan usulnya untuk mengajak Tika atau Nita tidak bisa Naina lakukan karena Tika ataupun Nita sama sama sedang dikejar deadline akhir bulan yang harus mereka selesaikan sore ini. Sebab itulah Naina yang terkandung berjanji menemuinya, pergi seorang diri. Dan sangat disayangkan jika pada akhirnya hal ini menjadi salah paham bagi suami Naina yang melihatnya makan berdua. Jadi Aditya menganggap ini hal yang wajar jika suami Naina sampai begitu marah.


Aditya telah mengira bahwa Giyan adalah Reyhan, suami Naina yang belum pernah ia temui secara langsung. Ketika Naina menikah dirinya masih berada di Kalimantan. Sejak lulus sekolah dulu, Aditya langsung ikut transmigrasi bersama keluarga ke tanah sebrang. Sebab itulah Aditya belum sempat bertemu langsung dengan Naina. Dan Naina pun bukan tipe wanita yang suka memposting dunianya di media sosial apapun.


Dengan sikap Giyan yang terlihat sangat marah dan cemburu Aditya mengira Giyan lah suami Naina yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


"Baiklah Mas Reyhan, saya berjanji untuk menjauhi Naina. Alasan saya karena saya memang tak ada hubungan apa pun selain berteman baik dengan isteri Mas Reyhan. Saya minta maaf atas kesalahan saya, dan tolong jangan salahkan Naina". Pinta Aditya pada Giyan yang dikiranya adalah Reyhan.


"Tentu. Saya pegang omongan anda dan jangan pernah hubungi Naina lagi. Hapus saja nomer Naina dari handphone anda". Balas Giyan masih terasa Ketus.


"Baiklah Mas, temui Naina dibawah. Saya akan pergi untuk menjauhi Naina selamanya". Ucap Aditya sebelum berlalu meninggalkan Giyan dari ruang VIP yang sangat privasi.


Aditya melangkah keluar dari cafe melewati pintu belakang. Agar Naina yang telah ditinggalkannya kurang lebih 20 menitan yang lalu tidak mengetahuinya. Namun sebelum itu Aditya menatap ke arah Naina yang tengah sibuk menatap Handphonenya sambil meminum jus melonnya. Dalam hati Aditya pun merasa bersalah pada Naina jika Naina sampai mendapat masalah dengan suaminya karena dirinya.


"Maafkan aku Nai, Jika hari ini aku telah mendatangkan masalah untuk mu". Batin Aditya dalam hati.


#Setelah itu apa lagi yah cerita selanjutnya.???


Terus dukung dan vote yah guys... vote dan dukungan kalian sangat berarti lho buat kelanjutan kisah ini.😚😚😚

__ADS_1


__ADS_2