Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Tak Bisa Tidur


__ADS_3

Naina yang menangkap raut wajah ganteng Giyan yang berubah sendu jadi tak sampai hati jika terus mengorek ngorek informasi yang membuat Giyan kembali mengenang wanita pujaannya itu.


Naina memberanikan diri untuk menyentuh bahu Giyan untuk memberinya dukungan agar Giyan tak patah semangat mencari pengganti wanita pujaannya yang telah menikah itu.


"Mas jangan patah hati kelamaan yah, nanti aku bantu carikan obatnya buat hati Mas yang lagi merana ditinggal rabi sang pujaan hat." hibur Naina dengan dibumbui senyum manis yang meneduhkan hati.


Giyan pun yang menerima perlakuan hangat Naina larut dalam keindahan senyum wanita yang terlanjur menjadi pujaan hatinya. Giyan membalas senyuman Naina seraya memegang tangan lembut Naina yang masih menempel di bahu kirinya. Menggenggam tangan sang pujaan membuat hatinya makin berdebar tak karuan lagi. Hatinya meronta ronta seperti ingin copot dari sarangnya. Sungguh perasaan yang sampai saat ini, tak sanggup Giyan kendalikan.


"Makasih Nai, Mas harap kamu cepat menemukan obat untuk hati Mas, kalau tidak nanti hati Mas bisa mati rasa karena perasaan pilu ini." jawab Giyan seraya menatap dalam mata Naina.


Naina pun tak kalah groginya karena saat tangannya disentuh Giyan ada suatu getar rasa yang tak biasa. Tapi Naina berusaha menepis rasa dan mengabaikannya begitu saja. Mungkin sesaat Naina berhasil menghilangkan perasaannya itu. Tapi ia juga tak pernah tahu kapan perasaan itu akan hadir dan mengusiknya lagi.


"Mas tenang aja, Nai punya banyak temen perempuan yang cantik juga baik, pasti pada rebutan yang andai nanti aku buat sayembara cari isteri untuk si Bos ganteng." jawab Naina dengan sedikit bercanda untuk menutupi groginya di depan Giyan.


Merekapun saling pandang dan tersenyum. Tak di sadari keduanya ternyata sudah 15 menit sejak mobil Naina bertengger di halaman rumah Naina. Naina yang melihat kesekelilingnya baru sadar bahwa mobil Giyan telah berhenti sedari dari.


"Lho ini mobil udah berhenti toh? Ini sudah sampai di depan rumah? Sejak kapan Mas?" tanya Naina kebingungan.


Giyan tersenyum melihat ekspresi Naina yang lucu dan menggemaskan saat itu.

__ADS_1


Sebegitu seriusnya kamu Nai, memikirkan siapa wanita yang aku suka. Wanita itu kamu sendiri Nai. Kamu penasaran, sampai-sampai mobil berhenti pun kamu tidak merasakan. Gumamnya dalam hati.


"Sejak kamu terdiam dan terlena karena kegantengan ku tadi." ledek Giyan seenaknya.


"Mas ganteng sih, tapi kurang laku." balas Naina di iringi tawa kecil.


Giyan pun ikut tertawa bersama. Tak berapa lama kemudian Naina berpamitan turun dari mobil dan mengucapkan terimakasih pada Giyan yang telah mengantarnya pulang dengan selamat sampai rumah.


Setelah melihat Naina melambaikan tangannya dan masuk kedalam rumah Giyan bergegas menancap gas mobilnya, melaju menuju rumahnya yang kurang lebih 20 menit dari rumah Naina.


Sepanjang perjalanan Giyan terus terngiang senyum manis Naina dan kehangatan sikapnya tadi. Sangat sulit baginya untuk tidak memikirkan Naina.


Usai membersihkan diri mandi dengan air hangat, Naina pergi ke dapur untuk membuat segelas coklat hangat sembari masih memikirkan perihal yang diceritakan Giyan kepadanya.


Ternyata pria seperti Mas Giyan memiliki kisah cinta yang memilukan. Tapi siapa wanita yang dicintai oleh Mas Giyan? Apakah aku mengenalnya? Jika iya aku mengenal wanita itu pasti akan ku bantu menyatukan dia dengan Mas Giyan sebelum dia menikah. Lagian siapa sih wanita yang bisa menolak pria setampan dan semapan Mas Giyan. Pikir Naina yang termenung seorang diri.


*****Come back to Giyan***


__ADS_1


Sementara itu Giyan pun dirumah sebisa mungkin melakukan aktivitas seperti biasa tanpa memikirkan Naina. Namun apa daya Naina berhasil menyusup disetiap sudut mata Giyan memandang. Bahkan ketika Giyan memutuskan untuk mengalihkan pikirannya dari bayang-bayang Naina dengan membaca sebuah buku bertajub tentang alam pun, yang ada hanya bayang -bayang Naina yang selalu tersenyum manis kepadanya.


Hingga Giyan mempasrahkan tubuhnya diatas kasur berharap tak di ikuti bayangan Naina lagi pun, tak berhasil mengusir bayangan ajaib Naina di mata Giyan. Alhasilpun Giyan tak dapat tidur nyenyak sesuai prediksinya awal tadi.


Nai...Nai...Andai Kamu tahu, yang aku mau hanya kamu. Mungkinkah kamu bisa memenuhi keinginku itu? khayal Giyan dalam lamunannya.


-


-


-


-


-


#Adegan apa lagi yang akan dilewati Giyan selanjutnya? dan Bagaimana dengan Naina? Terus bagaimana dengan Reyhan?


Saksikan terus kisah selanjutnya ya guys....

__ADS_1


Jangan lupa vote dan dukungannya ya teman...😎😎😎


__ADS_2