Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Cap Janda penggoda gagal nikah


__ADS_3

"Assalamualaikum Yu."


"Waalaikumussalam ayah. Masuk yah." jawab Gadhing.


"Gadhing sudah pulang sekolah?" tanya Harry sseraya masuk kerumah Fadia.


"Sudah. Kenapa ayah tidak pernah lagi jemput Gadhing? sekarang Gadhing pulang bersama mama Rita. Bunda bayar ongkos ke mama Rita."


Harry tertegun mendengar Gadhing bercerita. Karena seseorang itu ia mengabaikan dua orang terkasihnya. Perasaan bersalah kian menggerogoti hatinya.


"Bunda mana Gadhing?"


"Bunda lagi kondangan sama ibu Elsa dan Om Niko yah."


Lagi-lagi Harry tertegun mendengar nya. Ia yakin Fadia sangat marah sehingga pergi tidak pamit padanya.


"Ayah.. Kata Bunda, kalau ayah tidak jadi tinggal bersama. Bunda dan Gadhing akan pindah ke rumah Bude Fatin bareng Mbak Dita." celetuk Gadhing.


Ya Fadia pernah bercerita pada Gadhing karena terus merasa diabaikan dan batin nya tertekan atas gosip menimpa dirinya.


Harry mengepalkan tangan hingga rahang nya mengeras. Ia kecewa pada Fadia, ia tahu ialah bersalah disini tapi apa semudah itu Fadia memutuskan? padahal acara lamaran sudah di depan mata. Ia hanya mengabaikan Fadia dan Gadhing selama beberapa hari karena seseorang itu datang.


Lama Harry menunggu Fadia pulang, padahal ia sudah menemani Gadhing sedari tadi. Dari mengerjakan PR, menemani bermain, bahkan Harry baru saja selesai beberes di rumah Fadia.


Khawatir, kecewa, rindu, dan rasa bersalah menjadi satu di hati Harry. Waktu Maghrib telah tiba tapi Fadia belum juga pulang. Ingin sekali rasanya ia menyusul Fadia. Tapi diurungkan karena ia akan menceritakan kemana ia pergi beberapa hari ini.


"Kamu kemana Yu?" tanya Harry pada dirinya sendiri menatap ponsel merk apel tergigit nya.


Berulang kali ia menghubungi Fadia namun nihil. Wanitanya sengaja tidak mengangkat telepon dari nya.


"Ayah.. Gadhing lapar." rengek bocah laki-laki itu.


Harry menghela nafas. Ia tidak menyangka Fadia akan lupa waktu seperti ini. Pikiran nya sekarang antara tidak suka Fadia tukang kelayapan atau terjadi sesuatu pada Fadia di luar sana.


"Ya sudah, kita cari dulu ada makan apa saja yang ada di dapur ya.." ujar Harry. Ia pun juga merasa lapar.


Harry membuka lemari makan ada sayur gulai nangka dan sambal teri Medan campur tempe.


"Gadhing mau sambal ini?" tanya Harry menunjukkan semangkuk sambal teri Medan campur tempe itu.


"Mau yah." jawab Gadhing.


Gadhing memang terbiasa makan apa saja yang di sediakan Fadia. ia dilatih dari kecil untuk tidak menjadi pemilih makanan.


Harry pun mengambilkan nasi untuk dirinya dan Gadhing. Kemudian menyediakan minum sebelum memulai makan.


"Ayah." panggil Gadhing.

__ADS_1


"Kenapa ayah tidak jadi tinggal bersama Gadhing dan bunda?" tanya bocah laki-laki itu di sela kunyahan nya.


"Tidak sayang. Ayah jadi tinggal sama Gadhing dan Bunda." terang Harry.


Setelah mendengar pertanyaan calon anak sambungnya itu Harry semakin merasa bersalah.


****


Di Desa dekat Kota.


Dua wanita beda status itu sedang asyik bernyanyi di atas pentas. Seakan lupa akan masalah yang di hadapi.


Musik koplo itu membuat keduanya mulai menggoyangkan tubuh masing-masing.


Lagu Numpak RX King menjadi pilihan Fadia dan Elsa untuk menghebohkan pesta pernikahan teman mereka.


Saat akan memasuki reff, dua wanita itu mengambil posisi untuk menambah kehebohan di atas pentas.


Numpak, numpak, numpak RX King


Reng teng teng teng teng, reng teng teng teng teng teng


Bahkan kedua pengantin ikut bergoyang di pelaminan. Banyak yang sedang siaran langsung dan mengarahkan kamera ponsel mereka ke Fadia dan Elsa.


Keduanya seakan lupa jika mereka memiliki urat malu. Niko yang melihat kekasihnya dan teman dekatnya pun hanya bisa menggelengkan kepala. Ia tidak menyangka kekasihnya yang tomboy itu bisa sebar-bar Fadia.


Mengingat Fadia, ia tidak menyangka akibat ulahnya dulu mengerjai memberi nomor ponsel yang hanya ia ucap asal kini berbuah manis.


Kembali lagi di pentas.


Berulang kali mereka mengulangi reff. Bahkan banyak anak-anak yang ikut bergoyang. Ini adalah lagu ketiga dan berniat menyudahi sebelumnya mereka menyanyikan lagu Pamer Bojo, dan Bojomu semangatku.


Setelah selesai bernyanyi,, mereka berniat pulang sebelum memberikan kado untuk kedua pengantin dan kata-kata selamat.


"Selamat ya Rika.. Semoga cepat dapat momongan." ucap Fadia.


"Doakan semoga kami berdua cepat nyusul." sambung Elsa.


"Makasih loh.. Tambah lagi dong lagu nya." ucap pengantin itu.


Ya dua wanita beda status itu adalah Fadia dan Elsa. Saat ini mereka sedang menghadiri resepsi pernikahan teman SMA mereka.


Karena menghadiri pesan teman sekolah otomatis tidak akan bisa cepat pulang. Pasti di halangi oleh yang lain.



__ADS_1


Setelah di parkiran hendak pulang. Wajah Fadia berubah sendu kembali. Bagaimana tidak? acara lamaran sudah di depan mata, tapi calon suaminya hampir seminggu mengabaikan nya.


Kejadian dimana para karyawati melihat calon suaminya bonceng seorang gadis membuat gempar di tempat ia kerjaan dan juga para tetangga nya semakin julid padanya.


Sungguh itu mempengaruhi psikis Fadia. Tapi ia harus apa? ia hanyalah seorang janda beranak satu. Jika ada yang mau padanya ia bersyukur, tapi jika orang itu berubah pikiran ya harus terima bukan?


Apalagi orang itu adalah Harry. Pemuda tampan, maskulin, dan mapan itu. Apa yang harus ia lakukan? ya hanya bisa terimah saja bukan?.


"Jangan di pikirkan lagi Fad." ujar Elsa karena melihat wajah Fadia berubah lagi.


Fadia hanya mengangguk.


"Mana Fadia yang cerewet itu?" goda Niko yang malam ini bertugas menjadi bodyguard.


Fadia tidak menjawab, ia hanya mencebik kesal saja.


Fadia dan Elsa satu sepeda motor di ikuti Niko di belakang. Fadia hanya diam saja. Dalam hati ada rasa rindu untuk calon suaminya. Tapi rasa kecewa lebih mendominasi hatinya.


Ia semakin kecewa saat melihat Harry hampir seminggu ini mengabaikan Gadhing. Biasanya selesai apel Gadhing kerumah nya untuk mengantar Gadhing.


Tapi tidak untuk hampir seminggu ini, Harry tetap langsung pergi setelah selesai apel pagi. Tapi ia tidak tahu Harry pergi kemana.


Bolehkah ia menyerah?


Ya. Ia hampir menyerah. Mulai lelah dengan ejekan dan hinaan untuknya. Dulu saat ibu-ibu julid, ia tidak begitu terpengaruh apalagi setelah bekerja yang notabene kebanyakan tidak mengenal dirinya.


Sekarang ia di cap sebagai janda penggoda gagal nikah.


Sebutan untuknya begitu menusuk hatinya. Ingin mengadu tapi kemana?


Tiga puluh menit kemudian Fadia baru sampai di pelataran rumah nya. Ia terkejut melihat sepeda motor terparkir di depan rumahnya.


Sepeda motor milik orang yang ia rindukan.


"Selesaikan masalah mu Fad. Mintalah penjelasan dari calon suamimu." ujar Elsa.


Fadia mengangguk. "Terimakasih El."


Fadia melangkah masuk kerumah. Ingin sekali ia berlari berhambur kepelukan Harry nya.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumussalam. Dari mana saja kamu?"


🌸


🌸

__ADS_1


Bersambung...


Lanjut nggak?


__ADS_2