
*Mohon dukungan like dan komen ya.. Vote dan klik ikon ❤️ nya biar emak tambah semangat..
Banyak yang emak skip ya.. karena bolak balik* di tolak editor. Rasanya ini sudah paling biasa setiap kalimat emak. Dan semoga kali ini gak di tolak lagi..
Ia berjinjit bertumpu pada ujung jari kakinya. Kedua tangannya mengalung di leher Harry. Bergantung supaya tidak kehilangan keseimbangan.
"Jangan berhenti. Aku membutuhkan mu." ucap Fadia dengan nada manja sembari meraih bibir Harry mendaratkan ciuman lembut untuk Harry.
Harry terkesiap mendapat perlakuan Fadia. Dengan senang hati ia menyambut ciu man Fadia.
Harry menurunkan wajah nya dan sedikit menunduk. Dengan bersemangat di pangut bibir tipis dan mungil itu, di lu mat nya penuh cinta. Hembusan nafas kedua nya saling beradu menjalarkan kehangatan.
Akhirnya yang di tunggu-tunggu beberapa bulan lalu akan terjadi malam ini. Entahlah. Semenjak Fadia mengijinkannya mencium bibir istrinya waktu lalu, semakin ia menginginkan lebih dari itu.
Tangan kiri Harry melingkar di pinggang istrinya dan tangan kanan nya menahan tengkuk leher Fadia. Ia menarik tubuh Fadia agar semakin merapat pada dirinya.
Tidak ada lagi jarak tercipta. Tidak ada lagi merasa bersalah karena melewati batas seperti yang lalu. Akhirnya dengan bebas ia melakukan apa yang ia mau tanpa takut akan dosa.
Ia bisa merasakan lekuk tubuh wanita yang ia puja selama ini. Bahkan ia dapat merasakan debaran jantung Fadia begitu kuat sama seperti jantung nya.
Keadaan seolah menggiring waktu begitu memicu gejolak dalam diri. Sehingga ciuman lembut mulai memanas. Lidah pun turut bermain membangunkan semesta.
Harry menggendong Fadia bak koala menuju ke tengah ranjang. Dengan lembut ia meletakkan Fadia di bawah kukungan nya.
Ia hanya pasrah memejamkan mata dan menikmati ketika Harry mulai menjelajahi seluruh tubuhnya.
Sangat nikmat sentuhan suaminya itu di kulitnya. Rasanya sungguh berbeda. Sangat sulit di jabarkan.
Sangat istimewa.
Harry sudah membawanya terbang ke langit hitam malam ini. Menari bersama bintang dan bulan tersenyum indah.
Tidak ada sesenti kulit pun yang luput dari cumbuan Harry. Membuat tubuh Fadia menggelinjang dan melengkung merasakan nikmat yang di berikan Harry.
"Ingin lebih hm?" tanya Harry yang sudah memposisikan wajahnya di depan wajah Fadia.
Fadia mengangguk lemah.
Harry pun menautkan bibirnya kembali sembari di bawah sana ia mulai memasukkan junior nya ke lembah indah milik Fadia.
"Apa sakit? Kita tunda saja?" tanya Harry saat mendengar Fadia meringis ketika junior baru masuk separuhnya ke lembah indah milik Fadia.
__ADS_1
Fadia menggeleng. Tanpa menunggu lagi, Fadia menarik tubuh Harry agar merapat lagi.
"Lakukanlah Harry. Bukankah kamu menunggu saat ini?" bisik Fadia dengan suara manjanya.
Ia merasakan ada yang menggelitik ujung perutnya hingga menciptakan rasa aneh persis seperti jutaan kupu-kupu yang terus berputar mengelilingi tubuhnya.
Harry sangat pandai membuat ia terlena dan terbuai. Harry terus bermain sesuka hatinya pada tubuh Fadia dan menciptakan kenik matan tiada tara. Membawa Fadia melintasi waktu. Menggerakkan pinggulnya terus menerus hingga membawanya ke langit cakrawala.
Berkali-kali suara alunan syahdu dari bibir Fadia keluar dengan indah menambah semangat dan gairah Harry.
Hingga satu kata sepakat menggelegar di bawah sana, menumpahkan lahar mereka secara bersamaan sambil kedua tangan mereka kiri dan kanan saling bertaut dan menggenggam sempurna.
Harry tersenyum setelah merasakan pelepasan dan membiarkan laharnya bertumpah ruah di dalam rahim Fadia dengan harapan akan ada keturunan nya tumbuh disana.
Ia kecup dengan sayang kening, kedua mata, dan bibir Fadia. Tidak ada rasa sesal di dalam dirinya menikahi Fadia walau banyak mengatakan perawan lebih nikmat.
Tidak ada di dalam pikiran Harry akan hal itu. Terbukti ia sangat puas karena Fadia.
"Aku mencintaimu." bisiknya.
"Aku juga mencintaimu."
"Menyingkirlah. Kita harus mandi. Kita penuh dengan keringat."
Harry menggeleng. "No.. Apa kamu tidak merasakan junior ku masih mengeras di dalam sana?" tanya Harry dengan senyum nakal nya.
Fadia menelan saliva nya dengan wajah pucat. Ia memang merasakan tapi ia berpikir apa Harry tidak lelah?
Ia pun hanya pasrah kembali merasakan nikmat yang di berikan Harry. Membiarkan kembali suaminya menjelajahi, berselancar, di ladang pahala nya ini.
Harry benar-benar pandai membuat ia terlena dan terbuai. Dan permainan ini benar-benar ia sebagai korban yang hanya menerima. Ia tidak di biarkan Harry untuk melakukan penyerangan balik.
Harry mengulangi mengecup kening, kedua mata dan bibir Fadia dengan sayang.
"Terimakasih Yu." ucap Harry dengan nafas yang masih memburu di akhir permainan.
Ia bangkit menyelimuti kedua tubuh mereka yang polos untuk beristirahat sebentar sebelum membersihkan tubuh mereka.
"Apa kamu capek?" tanya Harry memeluk Fadia.
Fadia yang terpejam hanya mengangguk saja sebagai jawaban.
__ADS_1
"Jangan tidur dulu Yu.. Kita mandi dulu."
"Sebentar saja. Kamu membuatku sangat lelah."
Harry terkekeh memeluk Fadia sangat erat. Ia tidak menyangka jika akhirnya yang ia nikahi adalah wanita yang selama ini mengisi hari nya melalui dunia maya.
Indahnya sang Pencipta membolak-balik kan keadaan agar mereka tidak bertemu sebelum waktunya.
Jika di ingat kembali, sangat sering ia meminta izin untuk datang ke Sumatera agar bisa bertemu dengan istrinya ini.
Tapi ia yakin. Cara Sang Pemberi Jodoh lebih indah mempertemukan mereka berdua.
Harry memeluk Fadia sangat posesif. Wanita yang akan ia pimpin sepanjang hidupnya. Wanita yang akan menemani nya suka maupun duka.
Tidak. Ia akan berusaha untuk tidak ada duka diantara kisah cintanya. Walau bagaimanapun, Saat ia memutuskan untuk menikahi Fadia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk membuat Fadia dan Gadhing bahagia dan tidak akan merasa terasingkan oleh gunjingan orang.
\*\*\*\*
"Apa Fadia sudah gila? suara nya sangat menggangu ku tidur. Astaga..." gerutu Fatin di kamar Gadhing yang letaknya di belakang dekat dapur.
Padahal jarak kamar Fadia dan kamar Gadhing cukup jauh, tapi suara desa han Fadia sangat menggangu tidur sepasang suami istri itu.
Apalagi Fadil adalah pria normal dan sudah beristri. Tapi sayang, Fatin sedang kedatangan tamu bulanan membuat ia semakin tersiksa.
*Nganggur. Adik ipar membuat ku panas dingin hanya dengan suaranya*.
🌸
***Bersambung***...
*Maaf gak bisa terlalu mencolok.. bolak balik di tolak editor*.
*Emak jadi galau 😭😭😭*
\**Huwwaa 😭😭*
*Gagal terus. Padahal Uda di revisi ulang sampai gak ada kata vulgar. Tapi masih di tolak aja 😭😭😭*\*
*emak beneran galau.. Padahal sama sekali GK ada kalimat vulgar lagi tapi kenapa di tolak mentah-mentah*?
__ADS_1
*Semoga saja ini tidak ya.. like dan komen nya ya*..