Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Cemburu


__ADS_3

"Kenapa larut sekali pulang nya?" tanya Harry terkesan dingin.


Fadia menoleh ke arah Harry duduk di kursi meja rias dengan tangan bersidekap di dada. Jangan lupakan wajah datar yang selalu ia tampakkan pada orang lain. Tapi kini ditampakkan suaminya untuknya.


"Maaf. Tadi lagi dengarin Elsa curhat jadi lupa waktu." jawab Fadia lembut. Ia tidak ingin menjawab Harry dengan nada sewot yang menyulut emosi suaminya itu.


"Kamu lupa sudah bersuami?" tanya Harry dengan dingin lagi.


"Tentu saja tidak. Karena aku ingat makanya pulang. Kamu kenapa?" Ia sedari tadi heran dengan sikap Harry.


Harry menghela nafas panjang kemudian ia menyerahkan isi dari kado-kado tadi pada Fadia.


"Apa kamu seliar itu sampai harus di abadikan?"


Fadia meneliti semua foto kenangan nya dulu saat masih berpacaran dengan barisan para mantan. Ia sungguh menyesali tindakan para mantan nya.


Tapi tidak ada yang aneh dengan foto-foto itu. Hanya foto berdua bagaimana anak SMP pacaran dan sebenarnya di foto itu ada orang lain. Hanya foto mantan pacar saat SMA dulu terlihat dekat karena pose di foto itu di ambil dari kamera depan ponsel mantan nya.


"Apa yang salah dengan foto ini?" tanya Fadia tanpa mengalihkan pandangan dari foto-foto di tangan nya.


"Kamu bilang salah? aku tanya kenapa kamu seliar itu Yu?" ternyata saat kecemburuan itu menguasai pikiran dan hati maka akan terucap kalimat menyakitkan hati orang yang di cemburui.


Fadia beralih menatap Harry dengan tatapan tak percaya dan ada rasa kecewa menjalar di hatinya.


"Kamu menuduh ku liar hanya karena masa lalu ku Harry? kamu tidak bertanya apakah aku hanya berdua dengan mantanku atau ada orang lain? kamu masih kenal Niko kan? dia masih hidup dan segera tanyakan bagaimana liar nya aku saat pacaran dulu waktu SMP. Karena setiap aku keluar dengan mantan-mantan ku selalu ada dia. Dia selalu menjaga ku karena dia mencintaiku sampai sekarang. Hanya saat aku pacaran dengan Jody, kamu lihat orang nya di foto ini. Hanya sama dia aku tidak terpantau dengan Niko karena kami beda sekolah."


"Aku masih bisa menjaga diriku. Bahkan ciuman pertama ku dan kegadisan ku di ambil oleh mantan suamiku setelah menikah. Kamu membuatku kecewa Harry. Ternyata mengenal ku 11 tahun tidak membuat mu mengerti bagaimana sifat ku. Sudahlah. Aku mau tidur. Maaf jika masa laluku membuat mu kecewa dan mungkin membuatmu menyesal sudah menikahi ku. Kamu bisa memulangkan ku kalau kamu mau." sambung Fadia kemudian ia merebahkan tubuhnya yang lelah ditambah pertengkaran hanya karena masa lalunya.


Harry terpaku mendengar ucapan Fadia ditambah akhir ucapan Fadia membuat ia kalang kabut. Ia merutuki kebodohan nya karena sudah termakan cemburu.


"Jangan katakan itu Yu.. Maafin aku." bisik Harry memeluk Fadia dari belakang.


Ia semakin merasa bersalah tatkala mendapati tubuh Fadia bergetar. Istrinya menangis dalam diam.


Ia mencoba membalikkan tubuh Fadia agar mengarah padanya. Tapi usaha nya gagal. Fadia teguh dengan posisinya. Dan itu membuat ia semakin merasa bersalah dan menyesal. Ia hanya bisa memeluk Fadia dari belakang. Sungguh ia merasa lebih sakit saat melihat Fadia menangis karena ulahnya.


Pukul 3 dini hari Fadia terbangun tidak mendapati suaminya di belakangnya. Karena ia masih kecewa pada suaminya mencoba menghiraukan rasa penasaran kemana suaminya itu pergi.

__ADS_1


Tapi matanya terpaku saat melihat Harry berdoa memohon ampun karena telah membuat dirinya menangis. Bahkan ia melihat punggung Harry bergetar tatkala mencurahkan isi hati pada Sang Pendengar Doa.


Ia memutuskan keluar kamar menuju dapur karena saat ini ia sangat haus.


****


Sepanjang malam Harry tidak bisa tidur walau akhirnya kantuk menyerang nya hingga terlelap. Tapi kelelapan itu tidak berlangsung lama karena ia kembali bangun saat pukul 02.30 WIB dini hari .


Ia memandangi wajah Fadia yang terlelap tampak begitu damai. Rasa bersalah itu kembali membuncah kala melihat sisa air mata di sudut mata Fadia.


Kecupan berulang kali di mata istrinya itu tetap tidak mampu menghilangkan rasa bersalahnya. Ia sadar. Itu masalalu Fadia yang tidak mungkin bisa di ulangi lagi. Dirinya lah yang salah karena cemburu pada masa lalu Fadia.


Ia beranjak keluar kamar menuju kamar mandi berwudhu untuk melaksanakan sholat sepertiga malam . Berniat mengadukan kesalahan nya pada Sang Ilahi dan membuat Fadia menangis lagi.


Setelah sholat, ia masih duduk bersimpuh dengan kedua tangan menengadah menatap langit-langit kamar bayangan istrinya menangis dalam diam membuat ia sangat menyesali perbuatan nya tadi.


*Ya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.


Hamba datang padamu berserah diri atas penyesalan yang telah hamba perbuat.


Hamba mengulanginya lagi. Istri hamba menangis lagi karena ulah hamba ya Allah. Sungguh air matanya membuat hati hamba sakit.


Jika boleh memilih, biarkan istri hamba marah dan membentak hamba dari pada air mata itu menetes dari pelupuk matanya.


Hamba penyesal.


Tiada daya dan upaya atas kuasa-Mu ya Allah*.


Tanpa terasa ia menangis dalam doa nya. Ia tidak sanggup melihat mata Fadia. Tatapan yang menyiratkan rasa kecewa.


Cukup lama Harry larut dalam doa. Setelah selesai, ia melipat sajadahnya lalu membalikkan tubuhnya.


Ia terperanjat matanya membola tak percaya mendapati Fadia tengah tersenyum duduk di belakang nya. Ia yakin Fadia baru selesai sholat juga.


Lantas berapa lama ia berdoa sampai tidak tahu Fadia Sholat di belakang nya?


"Maafin aku." Ucap Harry penuh penyesalan.

__ADS_1


Fadia tidak menjawab. Ia meraih tangan Harry mencium punggung tangan suaminya. Ini kedua kalinya Fadia salam takzim pada Harry.


Harry membalas dengan kecupan di kening Fadia. "Maaf Yu.." Harry masih berusaha mendapatkan maaf dari Fadia.


"Aku juga minta maaf Harry. Aku egois yang tidak pernah menceritakan bagaimana aku saat pacaran sedangkan kamu selalu menceritakan apa saja tentang mu."


"Jangan menangis lagi Bee.." sambung Fadia.


"Bee?" Harry mengernyitkan keningnya.


Fadia tersenyum dan mengangguk. "Ya.. Itu panggilan sayang aku untuk suamiku."


"Masak lebah Yu?"


"Kan memang kayak lebah suka menyengat ku." jawab Fadia tersenyum lebar.


"Kenapa tidak mas saja?"


"Ogah. Itu panggilan Sundari di depan bapak dan ibu kan?" tanya Fadia.


"Kok kamu tahu?"


"Hanum yang cerita. Jadi nanti kalau di depan bapak dan ibu aku panggil abang saja."


"Tidak mau. Itu panggilan kamu ke Rudi."


Fadia menghela nafas dan menghembuskan perlahan. "Baiklah.. Dan aku minta maaf ya karena masa lalu ku. Maaf karena tadi malam aku marah padamu."


Harry menggeleng. "Jangan katakan itu lagi. Aku yang salah karena cemburu pada masa lalu mu."


Fadia tersenyum kemudian ia memeluk Harry dalam keadaan memakai mukenah.


"Kamu cemburunya nyeremin Bee, aku takut." rengek Fadia.


"Maafin aku." ucapnya seraya membalas pelukan istrinya.


🌸

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2