
***Kembali pada Naina***
Sendiri termenung dimalam nan sunyi. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 Wib. Sudah hampir setengah jam Naina duduk sendiri di ruang belakang rumahnya. Tentu sambil menikmati seduhan coklat hangat yang ia buat tadi. Orang tuanya sedang tak berada dirumah, mereka pergi sejam sebelum Naina pulang. Biasalah pergi ke acara arisan keluarga dirumah paman Naina.
21.15 Naina yang memang sembari menunggu sang suami pulang mendengar deru mobil yang berhenti tepat di halaman rumah. Bergegas Naina keluar untuk menyambut Reyhannya pulang dari kantor. Sebelum membukakan pintu Naina merapikan rambutnya sejenak serta mengusap bajunya, maksud hati agar terlihat lebih sempurna dimata suaminya.
Tak meleset memang, Reyhan telah berdiri didepan pintu ketika Naina membukakan pintu rumahnya. Dengan senyum termanisnya Naina menyapa mesra sang suami yang telah ditunggunya sedari tadi.
"Lho kamu belum tidur, sayang?" Sapa Reyhan begitu melihat Naina yang tersenyum manis menyambutnya.
"Asalamualaikum dulu dong Mas,!! Jelas lagi berdiri begini ya tentunya belum tidur lah". Jawab Naina dengan pasang muka centil yang menggoda suaminya.
"Waalaikumsalam, iya maaf Mas lupa mengucapkan salam saking terpesonanya melihat senyuman manis isteri Mas yang satu ini". Balas Reyhan seraya mencubit hidung mancung Naina.
Naina kemudian meraih tas koper ditangan Reyhan dan menggandeng Reyhan masuk kedalam. Mereka langsung menuju kamar yang berada di tengah ruang, antara ruang keluarga dan kamar tamu. Naina meletakan tas kerja Reyhan di meja samping violetnya. Lalu Naina mendekati Reyhan yang berdiri tak jauh darinya. Naina membukakan jas Reyhan dilanjut melepaskan dasi merah maroon yang rupanya sudah longgar di leher Reyhan.
__ADS_1
"Mas capek???" Tanya Naina seraya berjalan duduk di tepi ranjangnya yang berseprai selimut motif polkadot warna biru cerah.
"Kenapa emangnya ay? mau minta jatah jihad?" Timpal Reyhan melangkah mendekati Naina dan duduk disisi kanan Naina.
"Jatah mulu yang ada di pikiran Mas, setiap aku tanyain capek apa nggak pasti dikiranya aku ngajakin jihad. Ini kan bukan malam jumat Mas". Jawab Naina mulai bermanja pada Reyhan.
"Jihad itu pengobat rindu Mas, setelah seharian berpisah dengan isteri Mas yang cantik ini. Setiap Mas dikantor penggennya buru buru pulang pengen dekat terus sama Naina Jasmine Maharani". Rayu Reyhan seraya merangkul pundak Naina dan menempatkannya di bahunya yang kokoh.
"Mas ini masih aja seperti ini, padahal masa bulan madu kita udah lewat beberapa bulan yang lalu."
"Rindu Mas tak bertepi dan tak pernah terkikis ay, walau sudah berlalu masa honeymoon kita, tapi bagi Mas sisa hidup Mas bersama ayang itu lebih indah dari honeymoon seribu musim". Reyhan merengkuh tubuh Naina dan mengecup dahi Naina.
Naina terhanyut dalam sentuhan sentuhan yang diberikan oleh Reyhan. Dirinya pasrah jika memang suaminya menginginkannya malam ini. Sedangkan Reyhan sendiri tak henti meluncurkan serangan demi serangan yang mulai memicu aktivitas malam suami isteri yang lagi dimabuk cinta.
Mereka pun memadu cinta, bermandikan keringat kasih dan berpeluh sayang. Hasrat Reyhan telah dituntaskan pada Naina. Terobati sudah rindu suami terhadap sang isteri.
__ADS_1
Naina berbaring di lengan Reyhan yang terlentang lurus ke samping.
"Mas sudah ngantuk?" Tanya Naina memperhatikan ke arah Reyhan yang menatap langit langit kamarnya.
"Kenapa ay? Mau nambah lagi tahap jihadnya?"
Mendengar jawaban Reyhan yang terus meledaknya Naina spontan mencubit mesra perut Reyhan. Dan tak lain Reyhan pun meringis kesakitan. (Naina nyubitnya pake perasaan sih tapi yang namanya di cubit kan pasti sakit).
"Sakit tahu ay...." Rengek Reyhan
"Salah sendiri usil, udah lemes begitu masih aja nawarin bonus." Ledek Naina
"Haaayooo kalau mau lagi.." Reyhan berekspresi bak menantang Naina tanding ulang.
Naina hanya tertawa melihat tingkah suaminya. Awalnya Naina ingin berbagi cerita mengenai kisah Giyan pada Reyhan. Tetapi setelah Naina pikir malam ini bukan waktu yang tepat untuk menceritakan laki laki lain disaat suaminya ingin bermesraan dengannya. Jadi alhasil niatnya itu tertunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.
__ADS_1
#Naina udah dapet serangan lagi dari Reyhan. Akankah itu bisa membasmi setrum setrum yang di berikan Giyan? Bagaimana dengan obat hati yang Giyan pesan pada Naina.? selanjutnya jangan sampe ketinggalan guys..
Mohon vote dan dukungannya gan, biar semangat nglanjutinnya.😁