
Mentari pagi malu malu menampakan sinarnya. Jagad raya pun mulai bisik dengan beribu aktivitas manusia bumi yang hilir mudik yang lalu lalang mencari nafkah. Tak beda dengan Naina dan Reyhan yang kembali di sibuk kan dengan pekerjaannya masing masing. Naina sudah on time di meja kerjanya. Bergelut dengan tumpukan berkas berkas pekerjaan yang musti ia keluarkan minggu ini. Reyhan pun demikian sibuk menggarap tender barunya yang cukup menguras waktu dan pikiran.
Naina terlihat begitu fokus dengan layar komputer didepannya. Giyan yang tak biasanya telat melangkah memasuki hall gedung dan berjalan lurus menuju ruang kerjaanya. Melintas di depan sket ruang kerja Naina, Giyan berhenti sejenak untuk memandang sang semangatnya dari jarak kurang lebih 2 meter. Naina pun tak menyadari kehadiran Giyan di depan ruangannya. Sementara Giyan cukup menikmati pemandangan yang teramat menyejukkan hatinya itu. Naina tetap cantik walau bertubi pekerjaan menimpanya. Malah terlihat lebih cantik dengan kacamatanya. Entah karena yang memandang Giyan yang memang menyimpan suatu rasa istimewa untuk Naina jadi terlihat begitu indah dan sempurna atau memang Naina memiliki aura lebih dari wanita wanita lainnya.
Tiba tiba ponsel Naina berdering.
📲 Aditya memanggil.
Sebuah nama muncul di layar ponsel. Naina tersenyum dan menekan tombol hijau di layar ponsel.
Terdengar suara seorang pria dari seberang sana menyapa Naina..
"Asalamualaikum Nai, apa kabar? lagi sibuk?" Tanya seorang pria yang bernama Aditya dari dalam ponsel Naina.
"Waalaikumsalam Mas, Alhamdulillah aku baik, iya nih lagi nyelesein deadline akhir minggu ini. Kenapa? tumben telfon? Jangan jangan mau curcol lagi yah?" Cerocos Naina terlihat begitu akrab dan nyaman berbincang dengan seseorang lewat handphonenya.
Giyan yang memperhatikan Naina dari tempatnya memandang mulai muncul berbagai pertanyaan dihatinya.
__ADS_1
Seperti ini kira kira pertanyaan yang ada dihati Giyan, Dengan siapa Naina telefonan? Kenapa terlihat begitu akrab dan dekat? Dari caranya berbicara sepertinya Naina memang dekat dengan orang itu. Tapi siapa yang menelponnya itu? kalau itu Reyhan kenapa tanya kabar segala? Itu pasti orang lain.
Kira kira seperti itulah pertanyaan yang bergemuruh di hatinya tanpa ada yang menjawab.
***back to Naina***
"Iya nih Nai, aku pengen curhat sama kamu. Nanti siang ada waktu? Kalau boleh aku pengen ketemu kamu. Kamu boleh kok ajak Nita atau Tika, biar nggak jadi fitnah kalau jalan sama isteri orang". Pinta Aditya pada Naina.
"Boleh ajak dua duanya nggak?". Ledek Naina
"Tega kamu... kenapa nggak satu kantor sekalian kamu ajakin". Gerutu Aditya.
"Oke, nanti siang di cafe biasa yah. Jangan lupa bawain jajan kesukaanku. Itu wajib ga boleh lupa". Tegas Naina.
Giyan yang sedikit mendengar Naina berbincang dengan menyebut kata "cafe biasa" dan "jajan kesukaannya", dapat mengambil kesimpulan bahwa Naina menerima telfon bukan dari Reyhan, melainkan temen yang mungkin sudah sangat dekat dengan Naina.
"Naina mau ketemuan? Di cafe biasa? Dimana itu? Siapa orang yang dimintanya membawakan jajan kesukaannya? Seberapa dekat Naina dengan orang itu? Terus apa jajan kesukaan Naina?" Bisik Hati Giyan mulai tak tenang memikirkan itu.
__ADS_1
Ada perasaan tak rela jika Naina pergi menemui laki laki lain selain Reyhan. Melihat Naina bersama Reyhan yang statusnya adalah suami sah Naina saja hati Giyan terasa teriris sembilu, apalagi kalau memang benar Naina menemui laki laki lain. Mungkin hatinya akan terbakar oleh api cemburu yang melalap logikanya.
Naina menutup telfonnya dan kembali menatap layar komputernya. Sepintas Naina melihat Giyan yang entah dari kapan berdiri di depan ruangannya.
"Bos Giyan mau masuk?" Sapa Naina sedikit berteriak.
Giyan yang kaget dan mendengar Naina memanggilnya, buru buru menata perasaannya lagi. Agar Naina tak mengetahui kerisauan hati dan pikirannya gara gara melihat Naina ngobrol dengan sosok yang belum ia ketahui siapa.
"Lanjutkan saja pekerjaanmu. Nanti aku tunggu laporannya diruangan ku secepatnya". Tegas Giyan seraya membusungkan dada agar terlihat macho didepan Naina.
Naina hanya mengkerlingkan matanya dan mengangkat tangan kanannya memberi hormat pada Giyan seraya berkata "Siaaaap laksanakan tugas bos ganteng". Tak ketinggalan dibumbui senyum manis yang menggetarkan hati Giyan.
Giyan pun membalas senyum manis itu, dan berlalu pergi menuju kedalam ruangan kerjanya.
Setelah masuk dan menutup pintu Giyan mendekati jendela yang mengarah ke ruang kerja Naina, lalu menyibak sedikit tirai gorden untuk kembali mengintip Naina. Belum puas ternyata hatinya memandang sang pujaan hati.
"Nai, Kenapa tega kamu buat hati ku tak karuan begini. Aku tak bisa tenang memikirkan dengan siapa nanti kamu akan bertemu. Pria atau wanita kah yang akan membawakan jajan kesukaanmu itu? Kenapa tidak memintanya saja padaku? Aku sudah dekat dengan mu, tapi aku belum tau apa jajan kesukaanmu itu? Mungkinkah ada yang lebih dekat denganmu selain aku dan Reyhan?" Risalah hati Giyan belum usai dan terus berperang dengan logika yang saat ini Giyan hadapi.
__ADS_1
#Jika Giyan tahu yang menemui Naina itu Aditya kira kira apa yang akan dilakukan oleh Giyan pada Naina?
Jangan lupa vote dan dukung terus cerita Naina yah guys..😇😇😇