
Berada diruang kerjanya Giyan berusaha bersikap profesional untuk bisa konsentrasi dengan pekerjaannya. Walau jauh dilubuk hatinya belum bisa tenang jika mengingat tentang Naina. Tapi untunglah pekerjaan yang digarapnya berhasil menyita perhatian Giyan sementara.
2 jam telah berlalu. Pintu ruang kerja Giyan ada yang mengetuk dari luar. Giyan pun mempersilahkan orang yang mengetuknya untuk masuk ke ruangan.
Ternyata si wanita yang membuat hatinya resah pagi tadi. Yaaahhh tentu saja Naina yang menemui Giyan, untuk menyerahkan laporan yang telah rampung ia kerjakan.
"Ini bos, laporan yang bos mau sudah saya selesaikan" Ucap Naina dengan tersenyum manis pada Giyan yang menatapnya dari tempat duduknya.
"Baguslah, lantas setelah ini apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Giyan bermaksud mencari tahu apakah Naina sungguh akan menemui si pembawa jajan kesukaannya itu.
"Berkas yang lain masih menumpuk di meja kerja ku bos, jelas akan ku selesaikan satu persatu". Jawab Naina dengan polos
"Maksudku apa nanti siang kamu ada rencana atau planing mau kemana?" Jelas Giyan.
"Ohhh itu, iya bos nanti jam makan siang aku ada janji dengan teman ku, mau nitip makanan?" Balas Naina dengan begitu santai. Tak mengerti jika hal itulah yang membuat Giyan seharian ini tidak sepenuhnya berkonsentrasi bekerja.
"Kemana? Dan dengan siapa?" Giyan terus menginterogasi Naina.
__ADS_1
"Aditya bos, dia temen sekolah ku dulu". Jawab Naina masih belum sadar bahwa Giyan mengintrogasinya karena ada perasaan yang tak biasa padanya.
Jadi yang akan Naina temui itu adalah teman laki lakinya? Sedekat apa Naina dengan orang yang bernama Aditya itu?
Hati Giyan mulai bergemuruh lagi. Bak ada mega mendung yang datang menyelimuti. Seketika menjadi kelabu.
"Apakah ini rasanya cemburu pada seseorang? Apa yang bisa ku lakukan ketika hati ini sakit melihat semua ini. Perasaan tak rela yang amat menyiksa membuatku mungkin hilang kendali. Naina tolong mengertilah perihal risalah hati ini". Rintih Giyan dalam hati berharap Naina mengerti dan sudi untuk mengobati.
Melihat Giyan yang tiba tiba termenung Naina berfikir Giyan mungkin sedang teringat tentang wanitanya yang telah menjadi milik orang lain. Tanpa Naina sadari dirinyalah yang menjadi sang wanita yang menjadi pujaan Giyan.
"Dengan siapa lagi kamu akan menemui Aditya? Bersama Reyhan?" Tanya Giyan sedikit mendesak Naina.
Naina justru bingung kenapa Giyan malah terus menanyainya perihal pertemuannya dengan Aditya? Apa ada hubungannya dengan Giyan? Pikirnya dalam hati.
Menjawabi pertanyaan Giyan Naina hanya menggelengkan kepala tanpa suara.
Sadar ekspresi Naina yang kebingungan menanggapi pertanyaan Giyan. Giyan buru buru menata hatinya lagi. Agar Naina tak sampai mengetahui yang sebenarnya bahwa dirinya tengah terbakar cemburu yang belum sanggup ia atasi sendiri.
__ADS_1
"Sudah keluarlah dari ruanganku, dan kembali selesaikan deadline minggu ini. Laporan yang tadi akan saya tanda tangani segera setelah aku selesai mereviewnya". Jelas Giyan datar mengalihkan perhatian Naina.
Tak serta merta Naina keluar dari ruangan Giyan. Dirinya masih tak mengerti mengapa sikap Giyan kepadanya sangat aneh dan tidak seperti biasanya.
"Apa sebenarnya yang terjadi pada Giyan? Mungkin karena sedang merana ditinggal nikah wanita pujaannya lantas sikapnya jadi seperti ini". Batin Naina
"Sudahlah lebih baik aku lekas menyelesaikan pekerjaanku lagi. Agar bisa selesai secepatnya. Masalah Giyan mungkin aku akan menanyainya setelah dia normal kembali". Gerutu Naina sendiri sembari dirinya kembali membuka map warna kuning di mejanya.
Jam sudah menunjukan pukul 12.05 Wib, Naina merapikan meja kerjanya yang penuh berkas berkas dan bergegas keluar dari ruangannya menuju luar gedung PT. Prakarsa.
Tak disadari Giyan ternyata tengah mengawasi Naina dari kejauhan. Giyan telah stand by didalam mobil putihnya. Dan begitu melihat Naina menaiki angkot Giyan pun langsung tancap gas mobilnya dan menguntiti angkot yang dinaiki Naina.
"Nai tak kan ku relakan dirimu dekat lagi dengan laki laki lain selain aku dan Reyhan. Akan ku pastikan itu Nai....!" Ucap Giyan lirih sembari matanya tersurut api cemburu yang makin menjadi.
#Apa guys yang selanjutnya akan terjadi lagi pada Naina yang tengah menemui teman masa sekolahnya dulu? Tindakan apa yang Giyan lakukan terhadap rasa cemburunya yang sulit ia bendung? Akankah Naina mengetahui perasaan Giyan sebenarnya?
Makasih untuk yang sudah dukung dan vote kisah ini...terus mohon dukungannya guys..👼👼
__ADS_1