
Fadia melangkah menuju kamar dengan wajah bersemu merah. Ia sungguh malu di goda sahabat suaminya itu.
"Minta jatah Fad?" tanya Elsa.
Fadia tersenyum canggung.
"Yu. Banyak perempuan yang dekati dia apalagi sentuhan nya tapi tidak ada yang berhasil. Dan kamu yang merasakan nya. Pasti kuat ya Yu?" tanya Yudha.
Fadia hanya diam saja karena sungguh ia malu bila menceritakan hal vul gar begini.
"Iya ya mbak? mas Harry sangat kuat kan mbak?" tanya sang adik ipar.
Demi apapun Fadia ingin segera menghilang sekarang.
"Dari rona wajah mu itu sebagai jawaban Yu." ucap Ricky.
Sontak mereka tertawa berhasil menggoda Fadia. Ia pun berlalu begitu saja menyusul suaminya. Tapi sebelum masuk kamar, ia memastikan Gadhing berada dimana dan ternyata sudah tidur dan di bawa Fadil juga Fatin.
Ia kembali menuju kamar dimana Harry berada. Pintu terbuka dan tampaklah suaminya yang sedang bermain ponsel duduk bersandar di kepala ranjang. Bukan milik Harry melainkan miliknya.
"Harry.."
"Hem.."
"Kamu sedang apa?"
Harry tersenyum. "Sini.. Maaf aku buka Handphone mu."
Fadia merangkak naik ke ranjang dan merebahkan tubuhnya dengan kepala di dada Harry.
"Foto kamu cantik-cantik." puji Harry.
"Iya tapi sayang tidak ada foto ku di handphone mu."
"Siapa bilang? banyak foto candid mu di hp ku termasuk saat kamu maskeran waktu aku pertama kali kerumah mu."
Fadia terperanjat dan memukul dada Harry. "Itu sangat jelek tahu."
"Tidak. Kamu cantik. Apalagi waktu kita liburan di Pantai waktu itu."
"Oh ya?"
"Pas kamu pakai baju renang. Sangat cantik."
Fadia bangkit dan duduk mengarah ke Harry. "Itu terlalu terbuka Bee.. Kenapa di foto?" tanya Fadia sewot.
"Hanya aku yang lihat dan apa kamu tidak ingat kalau waktu itu pertama kalinya aku mencium payu dara mu sayang?"
Demi apapun.. Kenapa harus di bahas lagi? pikir Fadia. Ia hanya bisa kembali rebahan dan menyembunyikan wajah nya yang merona.
__ADS_1
Fadia mengangguk. "Ya dan itu juga pertama kalinya kamu berada di atas tubuhku." Fadia malu sekarang.
"Aku suka kamu yang malu-malu seperti itu walau akhirnya kamu begitu agresif. aku jadi lebih suka." sambungnya
"Bee... Kamu membuatku malu." rengek Fadia.
Akhirnya Harry tertawa dan memeluk Fadia. Niat awal langsung menyerang Fadia kini tertunda karena ia menggoda istrinya.
"Sebenarnya aku ingin ngomong sesuatu pada mu Yu.. Tapi aku sangat kangen dan menginginkan mu." ucap Harry lirih.
"Aku juga." jawab Fadia yang sudah duduk berhadapan dengan Harry.
"Jadi kita bermain dulu?" tanya Harry semangat dan menarik Fadia agar melekat pada tubuh nya.
Fadia menggeleng. "Kita harus bicara Bee.."
"Kenapa? Aku sudah sangat ingin karena godaan mu tadi." tanya Harry dengan wajah masam.
Fadia menangkup kedua sisi wajah Harry karena ia sangat gemas. "Ayolah suamiku.. Kalau kita bermain maka setelahnya kita akan capek dan melupakan apa yang kita mau bicarakan. Jadi kita bicara dulu ya.." ucap Fadia memberi pengertian dan mengecup bibir Harry sekilas.
Tapi Harry bergeming bahkan masih dengan wajah masam nya. Fadia menghela nafas karena tidak berhasil membujuk Harry.
"Baiklah.. Setelah kita bicara maka aku akan memberi servis plus-plus." ucap Fadia lugas.
Dan sepertinya kalimat terakhir yang Fadia katakan terpengaruh pada Harry. Buktinya ia tersenyum sekarang.
Fadia melengos. Ingin rasanya membenturkan kepala Harry agar tidak berpikiran hal mesum terus saat bersamanya
Harry bangkit melangkah menuju lemari dan ia memutar kunci membuka laci dan mengambil beberapa berkas.
Ia berjalan mendekati Fadia dan menyerahkan berkas yang ia bawa.
"Di simpan Yu.. Itu surat-surat tanah kita. Ini buku rekening khusus untuk rumah kontrakan dan kamar kost dan ini buku rekening biaya nikah seperti yang kamu saranin."
"Dan ini ATM nya. Yang satu ATM gaji aku buku rekeningnya ketinggalan di rumah jabatan." sambung Harry menyerahkan aset-aset miliknya.
Fadia terperangah menatap benda yang ada di tangan nya sekarang. Mengerjapkan mata untuk menyadarkan diri bahwa itu nyata.
Fadia mengembalikan nya pada Harry. "Aku tidak berhak untuk menyimpan nya Bee. Itu milikmu. Cukup kamu beri aku nafkah dan uang untuk kebutuhan kita." tolak Fadia.
Harry menggeleng dan tidak ingin di bantah. "Di simpan Yu.. Saat ini aku bicara sebagai suami mu. Dan aku juga akan memberitahu bagaimana mengelola uang bisnis kita."
"Baiklah.." Jawab Fadia memanyunkan bibirnya.
Dan kesempatan itu tidak diabaikan Harry. Ia pun langsung membungkam nya. Hahkan ia lu mat bibir Fadia hingga mendapat balasan. Cukup lama keduanya berpagut namun segera keduanya akhiri karena belum selesai bicara.
Harry dan Fadia saling pandang kemudian tertawa.
"Makanya jangan manyun."
__ADS_1
"Iiss kamu saja yang mesum." Fadia tergelak lagi.
"Kita lanjut ya.. Ini cara pembagian hasil bisnis properti kita. Bagi menjadi tiga bagian ya Yu.. Bagian 1 itu tidak boleh di ganggu gugat. Itu untuk mengumpulkan modal awal atau modal untuk menambah usaha lagi. Bagian 2 itu untuk modal cadangan itu di gunakan khusus untuk perbaikan rumah dan kost-kostan. Nah bagian ketiga itu untung nya yang bisa kamu pakai sesuka hatimu. Paham?"
"Paham." jawab Fadia singkat.
"Anak pintar." Harry mengacak rambut Fadia lalu mencium kening nya.
"Kita kayak guru dan murid ya Bee.." celetuk Fadia.
Keduanya kembali tertawa lagi.
"Dan ini maaf uang untuk biaya nikah nya hanya sisa segitu. Sebenarnya masih ada uang tunai nya 20 lagi Yu untuk jaga-jaga." terang Harry lagi.
Fadia masih fokus melihat isi saldo di dua rekening Harry yang membuat ia sesak nafas. Bahkan uang mahar yang ia terima itu sangat besar menurutnya.
"20 apa Bee?"
"20 juta Yu.." jawab Harry santai.
"Ya Ampun.. Aku kayak Cinderella ya kan Bee?" tanya Fadia.
"Kok Cinderella?"
"Iya dong. Yang dulu nya Upik abu menjadi Ratu." Fadia tergelak sendiri.
"Mana ada Yu.. Kamu tetap Ratu ku. Soal gajiku kamu yang pegang."
"Aku pasrah. Aku protes pun kamu tetap maksa."
Kini giliran Harry yang tergelak. "Tapi gajiku kecil, 12 juta Yu.."
Mata Fadia membulat tidak percaya, selama ini ia tidak pernah tahu gaji sebagai Asisten Afdeling itu berapa, dan ternyata sangat besar.
"Ternyata besar ya Bee gaji Asisten Afdeling? kita kan ada bonus tiap tahun. Itu berapa kalau untuk Asisten Afdeling?" jiwa kepo nya muncul.
"Itu kan tergantung dari Perusahaan keluarkan bonus berapa bulan Yu. Kalau tahun lalu bonus 3 bulan gaji ya kalikan saja berapa Yu." jawab Harry sembari merangkul Fadia.
"Wow.. Pantas saja kamu sanggup ngadakan acara resepsi kita dan acara ngunduh mantu. Di tambah lagi mahar ku, kamu tidak ada mengeluh ternyata uang mu sangat banyak."
"Aku kira kamu ngepet." gumamnya namun masih terdengar Harry.
"Apa?"
🌸
Bersambung..
Mas Harry di sangka ngepet gaes...
__ADS_1