
*** Lanjut guys....***
10 menit kira kira angkot yang ditumpangi Naina berhenti tepat di depan sebuah cafe kekinian bernama Eco Milk Cafe. Naina turun dan berjalan memasuki cafe tersebut.
Giyan yang sengaja parkir mobil berseberangan dengan parkiran Eco Milk Cafe terburu buru turun lalu menyeberangi jalan mengekor di belakang Naina dengan mengenakan kaos lengan panjang. Sengaja memang jas kerjanya ia ganti dengan kaos. Agar Naina tak mengenalinya jika sepintas melihat dirinya.
Mata Giyan tak lepas dari Naina yang tengah duduk sendiri di sudut cafe. Rupanya orang yang akan membawakannya jajan kesukaan masih belum menampakan batang hidungnya.
Giyan memilih tempat duduk yang agak jauh dari tempat Naina. Khawatir jika terlalu dekat Naina akan memergokinya.
Selang beberapa menit kemudian datang seorang pria mendekati tempat duduk Naina. Segera Giyan memfokuskan penglihatannya untuk melihat sejelas mungkin tampang pria yang berani mengajak Naina jalan berdua. Aditya berpawakan tinggi tegap dan memiliki rupa yang lumayan manis. Walau kulitnya sedikit lebih gelap dari Giyan dan Naina. Tapi sikapnya yang murah senyum membuatnya lebih terlihat tampan.
__ADS_1
Betul dugaan Giyan pria yang digadang gadang akan membawakan jajan yang Naina minta memang membawa tentangan di tangan kanannya. Entahlah apa isinya. Itu juga yang membuat Giyan penasaran dengan apa yang Naina minta dari pria itu.
Sampai di tempat Naina pria tersebut menepuk bahu Naina dan begitu Naina menengok ke arahnya Aditya pun tersenyum manis.
"Maaf Nai, Jalan dari kantor ku kesini lumayan macet". Jelas Aditya sebelum ditanya Naina.
Naina hanya mengangguk dan tersenyum. Lantas memasang muka manjanya seraya menyodorkan tangannya untuk meminta apa yang telah di pesannya tadi.
"Mana pesenanku? Awas aja kalau kelupaan lagi". Pinta Naina pada Aditya.
Aditya pun mengulurkan bingkisan yang dicangkingnya dan memberikannya pada Naina.
"Makasih Aditya, temen ku yang baik dan pengertian". Balas Naina girang telah menerima apa yang di inginkannya.
__ADS_1
Dari arah seberang sana Giyan terus mengawasi dan sedikit menguping remang remang pembicaraan Naina dan Aditya yang tak begitu jelas karena memang agak jauh dari tempat Naina dan Aditya duduk.
Giyan yang menangkap ekspresi girang Naina, ketika menerima bingkisan yang ditebaknya adalah jajan kesukaan Naina mulai emosi dan panas hatinya melihat ada laki laki lain yang berhasil membuat Naina tersenyum bahagia selain Reyhan dan dirinya.
Tapi Giyan masih dapat mengontrol emosinya agar tak bertindak buruk yang dapat menghancurkan hubungan baiknya dengan Naina. Giyan ingin tahu seberapa dekat Naina dengan Aditya. Apakah Naina sudah berani bermain api dibelakang Reyhan. Apa mungkin Aditya dan Naina telah memiliki hubungan melebihi teman?
Hati Giyan tambah risau menyaksikan langsung keakraban Naina dengan Aditya. Rasanya Giyan ingin menghampirinya dan membawa Naina pergi dari tempat itu. Juga ingin memberikan sedikit peringatan kecil pada Aditya agar tak berani mengajak Naina jalan berdua. Hatinya betul betul tak rela melihat ini semua.
Giyan memutar otak agar dapat melakukan sesuatu untuk membuat perhitungan dengan Aditya. Dirinya tak bisa membiarkan hatinya terus terbakar oleh rasa cemburunya. Tak boleh dibiarkan terlalu lama Naina dekat dengan pria itu. pikirnya dalam hati.
Akhirnya sebuah ide yang mungkin dapat menolongnya dari rasa tak tenang muncul diotaknya. Giyan tersenyum licik ke arah Aditya dan beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah toilet pria. Giyan ternyata tengah merencanakan sesuatu untuk mengganggu Aditya. Di rasanya upaya itu akan berhasil membuat Naina dan Aditya tak menjadi teman dekat lagi. Karena yang akan di lakukan Giyan adalah memberi peringatan langsung pada Aditya.
#Bagaimana cara Giyan melakukan itu? Dan apa yang akan terjadi selanjutnya akan diteruskan di episode yang akan datang dalam judul Maafkan Aku part 2.
__ADS_1
Mohon vote dan dukungannya ya Guys.... biar ga patah semangat ngelanjutin kisah Naina dkk.😎😋