Jodoh KEDUA

Jodoh KEDUA
Lamaran


__ADS_3

Hari yang dinanti telah tiba. Sanak saudara telah hadir memeriahkan acara. Para tetangga yang awalnya julid kini menjelma menjadi paparazi dadakan dengan topeng keakraban.


Bagaimana tidak? Hubungan Fadia dan Harry menjadi perbincangan hangat di desa itu.


Seorang karyawan akan menikah dengan Asisten Afdeling di Perusahaan kebun itu.


Tidak ada yang tahu bila Fadia dan Harry sudah saling mengenal lama. Dan dari pihak Fadia maupun Harry tidak ingin menjelaskan masalah itu.


Ruang tamu sudah didekorasi sedemikian indah dengan nama Fadia dan Harry sudah tertata di dekorasi inti ruang tamu itu.


Dapur sudah di padati tetangga untuk ikut serta membantu menyiapkan hidangan. Meja makan sudah penuh makanan ada tumpeng, ayam goreng, rendang daging, mie goreng, sup, kerupuk, lontong dan sate, puding jelly, donut gula, dan brownies.


Kini Fadia sudah cantik dengan make up flawless dengan balutan kebaya asimetris dan rambut yang sudah di sanggul rapi.


Model kebaya asimetris ini menjadi andalan karena menampilkan kesan cantik dan modis dengan nuansa modern yang kental. Paduan kebaya earth tone warna dusty pink dengan bawahan rok batik warna gelap.


"Kau sangat cantik Fad." Puji Elsa yang sudah siap berdandan.


Fadia hanya tersenyum. Entah mengapa ia merasa sangat gugup. Padahal ia sudah pernah mengalami ini sebelumnya.


"Apa kau gugup?" tanya elsa.


Fadia mengangguk. "Sangat El. Aku tidak tahu kenapa segugup ini. Padahal aku sudah pernah mengalaminya."


Elsa meraih tangan Fadia yang sudah dingin karena gugup. "Mungkin karena kalian saling mencintai Fad. Dan semoga ini yang terakhir."


"Aamiin." ucap keduanya.


Pintu kamar Fadia dibuka oleh bocah laki-laki tak lain adalah Gadhing. Putra semata wayangnya. Gadhing sudah rapi dengan kemeja batik senada dengan rok kebaya Fadia.


"Bunda.. Ayah sama nenek dan kakek sudah datang. Ayah naik mobil Bun. Sama ada mobil lagi dua. Jadi ada tiga mobil Bun." celoteh Gadhing.


Fadia dan Elsa terkejut. Karena pasalnya Harry hanya mengatakan Bapak, ibu , dan Hanum saja yang menghadiri acara lamaran ini. Karena pihak keluarga di Malang sibuk mempersiapkan pesta ngunduh mantu.


"Dua mobil lagi siapa ya El?" tanya Fadia mulai gugup lagi.


"Tenanglah Fad. Nanti aku intip deh."


****


"Ini dia atasan kita yang menjadi trending topik di kantor dan di lapangan para karyawan dan karyawati." sindir Didi untuk Harry.


Kini para Asisten Perkebunan beserta istri dan pacar atau hanya sebagai teman gandengan di acara lamaran Harry dan Fadia sudah berkumpul di kediaman rumah jabatan Harry.


Sebenarnya Harry hanya akan datang dengan Bapak, ibu, dan Hanum saja. Tapi tadi pagi para Asisten yang dekat dengan Harry memaksa untuk ikut. Apalagi Didi dan Seto yang lebih sering ikut serta dalam kisah asmara antara Harry dan Fadia.


"Pak Harry tidak takut di jewer atau di libas sama mbak nya ibu pak?" goda pak Seto karena dia lah yang tahu seberapa garang kakak perempuan dari calon nya Harry.


Harry hanya tertawa saja. Karena sedari tadi ia merasa sangat gugup. Ia berpikir, apa memang begini jika akan melamar seorang wanita? atau hanya dirinya saja yang mengalami?


Harry kini mengenakan kemeja batik corak yang sama dengan rok kebaya Fadia dan Gadhing. Begitu juga keluarganya dan keluarga Fadia termasuk kedua orang tua Elsa.

__ADS_1


Keduanya sengaja menyiapkan ini untuk sebagai kenangan manis yang akan mereka kenang nanti bersama anak-anak nya.


"Jangan gugup pak. Rileks saja." terang pak Seto.


Harry hanya tersenyum.


"Saya dulu juga begitu pak. Dan bapak harus ingat. Setelah tahap ini, nanti akan banyak masalah yang datang sebelum hari pernikahan."


Harry menoleh ke arah Seto. "Masalah apa pak?"


"Apa saja pak. Kadang hanya karena lama membalas pesan atau tidak mengangkat telepon dari calon istri saja sudah berantem. Bapak mending 2 Minggu lagi nikah. Saya dulu 1 tahun kemudian baru nikah nya setelah lamaran."


Harry mengangguk. "Semoga saja saya tidak terlalu besar masalah nya pak."


"Apalagi kalau kita pulang kerja capek dan disitu calon kita mengomel. Rasa nya pengen batalin pernikahan waktu itu."


Harry terkekeh. Ia tidak ingin menjawab. Kenyataan nya, dirinya lah sering mengomel pada Fadia saat pulang kerja. Tapi sepertinya ia akan mengurangi omelan nya karena ia takut jika Fadia membatalkan pernikahan.


"Pak Harry sudah tahu belum kalau hari ini adalah hari patah hati sekebun?" tanya Didi.


"Kenapa bisa hari patah hati pak?" tanya Harry.


"Ya karena Bapak melamar Ibu pak. Para duda dan laki-laki yang tertarik dengan Ibu Fadia patah hati hari ini." terang Didi.


Harry terbelalak. "Serius pak?" hati nya bergemuruh. Ternyata bukan hanya Rudi yang menyukai wanitanya itu. Padahal jika Fadia bekerja penampilan nya polos tanpa makeup. Bagaimana jika Fadia bermake-up?


Harry tidak rela.


Semua tampak tersenyum kecuali Harry. Wajahnya kini benar-benar tanpa ekspresi. Sangat susah untuk di artikan.


Para istri dan pasangan Asisten perkebunan yang lajang telah membawa seserahan yang nantinya akan diserahkan pada Fadia.


Prosesi demi prosesi telah terlewati, kini acara pemberian seserahan. Yang kita ketahui di adat Jawa pemberian seserahan harus berjumlah ganjil.


Fadia menerima Kebaya dan jarik batik, alat makeup, perlengkapan mandi, pakaian dan aksesoris seperti sepatu, jam, dan tas, satu set perhiasan, pisang raja, buah jambe, kapur sirih, dan jajanan pasar.


Acara selanjutnya adalah bertukar cincin tentu Harry dan Fadia akan bertemu saat sesi ini.


Harry sangat takjub dengan kecantikan Fadia. Ia terus menatap calon istrinya hingga tidak mendengar namanya dipanggil berulang kali karena ia hanya fokus pada Fadia saja.


Fadia yang di pandang begitu hanya bisa menunduk malu.


"Harry." panggil Fadia lirih.


Harry tersadar langsung salah tingkah. Sontak kelakuan Harry mengundang tawa. Alhasil sepasang manusia ini menjadi malu.


Ia memasangkan cincin di tangan Fadia dengan gemetar. Sungguh ia sangat bahagia sebentar lagi akan bersanding dengan orang yang selama ini menemaninya. Walau mereka baru sebentar bertatap muka, tapi hati mereka telah terkunci telah lama dengan nama mereka masing-masing.


Begitu juga Fadia. Ia tidak pernah membayangkan bila Harry lah yang akan bersanding dengan nya. Ia bersyukur Harry menerima dirinya dan juga Gadhing. Tapi ada satu hal yang membuat ia mengutus menyesal.


Andai dulu ia tidak menerima pinangan dari mantan suaminya. Pasti akan lebih indah walau ia tidak menyesali ada Gadhing di hidupnya.

__ADS_1


Setiap sesi acara telah di abadikan oleh fotografer yang sengaja Harry sewa hari ini. Seperti sesi bertukar cincin ini, banyak momen di abadikan fotografer karena apa yang di lakukan Harry dan Fadia sangat menarik sang fotografer. Padahal ia tidak ada memberi intrupsi harus bagaimana agar bisa diabadikan oleh nya.


Keduanya saling menatap setelah bertukar cincin. Tidak terasa air mata sudah mengalir di sudut mata Fadia.


Harry tersenyum sembari menghapus air mata di pipi Fadia. "Jangan menangis."


Fadia hanya mengangguk.


Acara terus berjalan hingga selesai malam itu juga.


Setelah acara lamaran dan makan bersama, Fadia lebih banyak bercengkrama dengan Bapak, ibu, dan Hanum serta Fatin juga ibu Elsa.


Begitu juga dengan Harry lebih banyak bercengkrama dengan para rekan nya juga Fadil suami Fatin.


Di ruang tamu itu seperti sekumpulan manusia terbagi menjadi dua bagian. Bila Harry membicarakan seputaran bola, petinju atau jenis olah raga lain nya.


Berbeda dengan Fadia yang sibuk dengan membicarakan siapa saja yang akan di undang saat pesta resepsi pernikahan. Dan Elsa lah lebih heboh


Tapi tidak ada yang tahu jika Fadia dan Harry saling bertukar pesan.


Harry :


Kamu cantik. Pengen cium😘


Fadia :


Tunggu 2 Minggu lagi 🙈


Harry :


Nyicil Yu sedikit. Kalau nunggu 2 Minggu lagi ya itu aku langsung makan kamu semua.


Tahu apa yang dirasakan Fadia? pipinya sudah merona. Ia tahu betul apa yang di maksud Harry itu. Mendadak jantung nya berdebar lebih kencang seperti saat acara lamaran tadi.


Fadia :


Ya sudah tunggu 2 Minggu saja 😋


Harry :


Pengen di gigit lidah nya.


Fadia :


*Iihh dasar mesum.


🌸*


***Bersambung...


Like dan komen ya***..

__ADS_1


__ADS_2